Hari Pangan Sedunia Momentum Perkuat Teknologi

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Ini merupakan momentum yang tepat memperkuat teknologi di bidangan pangan
Ilustrasi makanan rendah kalori (Ist)

Jakarta - Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto Kavadya Syska mengatakan peringatan Hari Pangan Sedunia atau World Food Day setiap 16 Oktober merupakan momentum tepat memperkuat teknologi di bidang pangan. "Untuk memperoleh manfaat maksimal mungkin sekaligus meningkatkan nilai tambah dari pangan," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu, 16 Oktober 2019.

Kavadya Syska yang merupakan Koordinator Program Studi Teknologi Pangan UNU tersebut menjelaskan, kekuatan suatu bangsa pada saat ini tidak hanya diukur dari keberhasilan swasembada produk pangan. Namun juga dari upaya mengenitensifkan teknologi pangan.

"Bahan pangan berbasis teknologi pangan akan dapat menghasilkan inovasi-inovasi produk pangan yang kreatif, sehat, halal, dan futuristik. Hal ini selaras dengan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu tanpa kelaparan," ucap Kavadya.

Dia menambahkan teknologi pangan mampu memberikan kontribusi bermakna bagi umat manusia dan alam semesta. Misalkan saja, teknologi pangan dapat membantu tercukupinya kebutuhan pangan manusia. "Pangan merupakan kebutuhan utama manusia, sementara bahan pangan memiliki periode waktu yang terbatas. Namun dengan adanya teknologi pangan maka dikenal teknik pengawetan," ucapnya.

Menurut Kavadya, selain teknik pengawetan, teknologi pangan juga dapat berperan menghilangkan penyakit dari makanan. Teknologi pangan juga berguna untuk meningkatkan kesehatan bangan pangan dengan cara membunuh bakteri serta mikroba yang terdapt dalam bahan pangan dan mencegah mikroba tersebut untuk berkembang biak.

Dia mencontohkan salah satu teknologi pangan yang digunakan untuk membunuh bakteri proses pasteurisasi. Proses tersebut akan membuat susu lebih steril, aman untuk dikonsumsi sehingga manfaat minum susu bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat kapan pun dan dimana pun.

Berita terkait
10 Bahan Pangan Mengandung Boraks dan Formalin di Gowa
Sebanyak 10 bahan pangan mengandung boraks dan formalin beredar di sejumlah pasar di Kabupaten Gowa sulsel.
Pindah Ibu Kota, Penajam Siap Pasok Cadangan Pangan
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur berupaya menyiapkan pasokan kebutuhan cadangan pangan di ibu kota baru.
Konferensi Internasional Pertanian dan Pangan di Unhas
Fak Pertanian Unhas Makassar menggelar konferensi internasional tentang pertanian berkelanjutan untuk ketahanan pangan Senin 2 September 2019
0
Fadli Zon: Sertifikasi Dai, Pola Klasik Belanda Redam Ulama Zaman Dulu
Menurut Fadli Zon, tes wawasan kebangsaan bagi Dai harus ditolak lantaran mirip pola yang dipakai Belanda untuk membungkam para ulama zaman dulu.