UNTUK INDONESIA
Hanya 43.850 KK di Dairi Penerima Pupuk Bersubsidi
Yang berhak memperoleh, 43.850 Kepala Keluarga, dari total penduduk Kabupaten Dairi.
Plt Kadis Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi, Bintoha Angkat, dikonfirmasi Jumat, 24 Januari 2020. (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

Dairi - Alokasi pupuk bersubsidi Tahun Anggaran (TA) 2020, telah ditetapkan. Sesuai keputusan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi tanggal 16 Januari 2020, total alokasi 27.701 ton.

Pupuk bersubsidi itu, Urea 11.802 ton, SP-36 2.450 ton, ZA 2.916 ton, NPK 6.135 ton dan Organik 4.39 ton. Yang berhak memperoleh, 43.850 Kepala Keluarga (KK), dari total penduduk Kabupaten Dairi.

Angka tersebut diperoleh sesuai data kelompok tani yang dituangkan dalam RDKK (rencana kerja defenitif kelompok).

Hal itu dikatakan Plt Kadis Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Bintoha Angkat, Jumat, 24 Januari 2020.

Bintoha didampingi Sekretaris Dedy Sofian Ujung dan Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana, Eben Ebron Gurning.

Terkait penerima, dikatakan Bintoha, 43.850 KK tersebut adalah petani yang telah terdaftar di kelompok tani. Datanya, telah diunggah ke Kementerian Pertanian. Diteruskan ke BNI, untuk memperoleh kartu tani.

Yang memperoleh pupuk bersubsidi adalah yang mempunyai identitas pekerjaan petani di KTP

Dari jumlah 43.850 itu, masih 12.500 KK yang telah menerima kartu tani. Tersebar di Kecamatan Sidikalang, Berampu, Parbuluan, Siempat Nempu Hulu, Pegagan Hilir dan Silima Pungga-Pungga.

Selain itu, sisa kartu tani masih dalam proses. "Kartu belum sepenuhnya bisa dicetak BNI, karena data kurang valid," kata Bintoha.

Ditambahkan, bagi petani yang belum memperoleh kartu tani, namun telah terdata dalam RDKK, bisa menebus pupuk subsidi itu, didampingi ketua kelompok dan PPL.

"Yang memperoleh pupuk bersubsidi adalah yang mempunyai identitas pekerjaan petani di KTP. Walau mereka petani namun identitas di KTP bukan petani, dipastikan tak berhak memperoleh pupuk subsidi," tegas Bintoha.

Terkait rekening, peserta tidak harus mentrasfer uang jika akan transaksi. Cukup bawa kartu ke kios, maka petugas akan memasukkan uang, lalu memberi sesuai pesanan dan maksimal sebanyak kuota per orang. "Di kios pengecer telah ada mesin EDC," kata Bintoha.

Sementara itu, sebagaimana data dipaparkan Kabid Prasarana dan Sarana, Eben Ebron Gurning, alokasi pupuk subsidi terbesar di Kecamatan Sumbul 4.549 ton disusul Tanah Pinem 4.465 ton dan Kecamatan Tigalingga 3.650 ton.

Kemudian, Kecamatan Parbuluan 2.197 ton, Pegagan Hilir 1.875 ton, Sidikalang 1.748 ton, Gunung Sitember 1.691 ton, Siempat Nempu Hulu 1.673 ton, Lae Parira 1.265 ton, Siempat Nempu 1.202 ton, Silima Pungga-pungga 1.179 ton.

Berikutnya, Kecamatan Siempat Nempu Hilir 803 ton, Berampu 781 ton, Sitinjo 400 ton serta Kecamatan Silahi Sabungan 223 ton.[]

Berita terkait
Kelangkaan Pupuk Subsidi di Dairi Teratasi
Kadis Pertanian Kabupaten Dairi juga telah menerbitkan SK realokasi ke empat kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.
Pupuk Langka, Sidak Bupati Dairi Sebatas Pencitraan
Inspeksi mendadak (sidak) Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu bulan lalu, ke beberapa gudang pupuk, dinilai hanya sebatas pencitraan.
Pupuk Tetap Langka, Petani Dairi Terancam Gagal Panen
Langkanya pupuk bersubsidi itu, dikhawatirkan berimbas pada petani gagal panen.
0
Belasan Murid SD di Lutim Sulsel Dicabuli Gurunya
Seorang guru di Luwu Timur, Sulawesi Selatan ditangkap polisi karena mencabuli 11 muridnya.