Jakarta, (Tagar 20/6/2018) - Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (Renas 212 JPRI) menilai kritikan yang dilontarkan politisi Gerindra Habiburokhman atas arus mudik tahun ini bernuansa politis.

"Pernyataan itu ujungnya pasti soal politik, jadi tak perlu didengarkan," ujar Sekretaris Jenderal Renas 212 JPRI M. Adnan RS dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (19/6), dilansir Antara.

Sebelumnya Habiburokhman mengeluhkan kondisi arus mudik yang terjadi di Pelabuhan Merak, di mana dirinya harus mengantre berjam-jam untuk menaikkan kendaraan pribadi ke atas kapal laut.

Habiburokhman menyebut kelancaran arus mudik hanya propaganda pemerintah. Ia mengatakan apa yang dialaminya adalah neraka mudik.

Adnan mengatakan apa yang disampaikan Habiburokhman selaku politisi partai oposisi, adalah upaya menurunkan citra pemerintah dihadapan publik guna menahan laju elektabilitas Presiden Jokowi menjelang Pilpres 2019.

"Pendapat itu karena iri. Rakyat sudah pintar menilai mana pemimpin yang berhasil dan mana pihak yang hanya bisa teriak tanpa melakukan apa-apa untuk rakyat," kata dia.

Ia menekankan, fakta sebenarnya adalah banyak pemudik yang mengapresiasi atas kelancaran mudik tahun 2018 ini, seperti yang banyak beredar di sejumlah daerah.

"Seperti kita lihat dan baca di sejumlah pemberitaan media, begitu banyak pemudik mengapresiasi kelancaran arus mudik tahun ini, khususnya yang melalui jalan tol Trans Jawa," ujar Adnan. 

Tol CipaliTol Cipali. (Foto: Agus Suparto/Presidential Palace)

Mudik dan Arus Balik

Presiden Joko Widodo jelang Idul Fitri beberapa kali membuat catatan di laman Facebook-nya tentang perkembangan infrastruktur jalan. 

Seperti pada 11 Juni ia mengunggah foto Simpang Susun Kartosuro dengan catatan:

"Inilah penampakan terbaru Simpang Susun Kartosuro di Kabupaten Boyolali dari udara. Anda yang sedang mudik melalui darat di jalur ini dan melewati Simpang Susun Kartosuro akan menikmati pemandangan menarik di kiri-kanan jalan berupa persawahan yang membentang luas, padang rumput, pepohonan dan rumah-rumah penduduk di kejauhan.

Simpang susun ini berada di Jalan Tol Trans Jawa dari arah kota Salatiga. Jalur ke arah kiri adalah lanjutan jalan tol menuju kota Solo, Sragen, Ngawi dan tersambung masuk ruas tol Jawa Timur. Sedangkan jalur ke arah kanan adalah jalur keluar jalan tol masuk ruas Jalan Raya Kartosuro dan selanjutnya ke arah kota Klaten dan Yogyakarta."

Pada Lebaran plus empat atau tepatnya 19 Juni ia mengunggah foto Tol Cipali dengan catatan:

"Arus balik ke arah Jakarta di kilometer 74 Jalan Tol Cipali, kemarin. Cukup lengang di jalan tol ini, meski di sejumlah titik lainnya kendaraan masih terjebak macet oleh padatnya kendaraan.

Selamat kembali ke kota-kota tempat bekerja. Semoga mudik Lebaran bersama keluarga menyenangkan bagi semua, juga bagi kerabat yang ditinggalkan. Hati-hati di jalan." (af)