Gus Menteri Sapa Kepala Desa di NTT Serap Aspirasi & Laporan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, menggelar Sapa Desa dengan sejumlah desa di Nusa Tenggara Timur.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. (Foto:Tagar/Kemendes PDTT)

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menggelar Sapa Desa dengan sejumlah desa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kegiatan ini, pria yang biasa disapa Gus Menteri itu mendengarkan aspirasi dan laporan dari desa-desa sebagai bahan pembenahan pembangunan desa. 

Ada aplikasi khusus untuk pendamping yang namanya Daily Report atau Laporan Harian untuk mengetahui jika Pendamping Desa benar-benar mendukung program dan kinerja Kepala Desa.

Sapa Desa ini, diikuti oleh Kepala Desa, Badan Permusywaratan Desa, Perangkat Desa, Pendamping Desa dan Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Gus Menteri dalam kesempatan ini menjelaskan sejumlah hal, mulai dari posisi pendamping desa. Dimana mulai tahun 2021, Kementerian Desa telah mulai lakukan monitoring dan penilaian kinerja agar bisa tingkatkan kinerja untuk membantu Kepala Desa.

"Ada aplikasi khusus untuk pendamping yang namanya Daily Report atau Laporan Harian untuk mengetahui jika Pendamping Desa benar-benar mendukung program dan kinerja Kepala Desa," tutur Gus Menteri dari Ruang Kendali Kantor Kalibata, pada Selasa, 9 Februari 2021. 

Tak lupa, Kemendes PDTT menerangkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan agar rasio Pendamping Desa dengan jumlah Desa tidak terlalu besar. sebab saat ini, ada pendamping desa yang harus menangani lebih dari tiga desa.

Sementara Kepala Desa, Pendamping Desa dan Pengelola BUMDes diwajibkan untuk sesering mungkin mengakses website resmi Kemendes PDTT, yaitu kemendesa.go.id lantaran semua informasi dan perkembangan terkini mengenai desa telah disajikan di website tersebut.

Selanjutnya, Kemendes PDTT juga telah melakukan pembinaan untuk BUMDes, sesuai dengan kondisinya. Salah satu media yang digunakan untuk pembinaan adalah Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides).

Adapun bentuk Pembinaan lewat Pertides yakni Kepala Desa yang telah menjabat satu periode dan berprestasi akan diakui setara dengan beberapa SKS hingga memudahkan Kepala Desa yang ingin mendapatkan gelar sarjana Strata 1 (S1)

"Hari ini sedang dibahas dengan beberapa Rektor. Besok, akan diluncurkan program bersama Mendagri hingga nantinya Kepala Desa, Pendamping Desa dan Perangkat Desa berprestrasi akan diberi penghargaan oleh Perguruan Tinggi dengan cara diberi kemudahan tanpa harus menempuh seluruh total SKS," ungkap Gus Menteri.

Kemendes PDTT pun bakal segera realisasikan soal pemenuhan Listrik Desa dengan menggandeng Kementerian ESDM dan PLN. Dipaparkannya ada beberapa titik telah ditentukan untuk menjadi ujicoba Listrik Desa tersebut.

Untuk pengawasan pemanfaatan Dana Desa, Kemendes PDTT telah menggandeng sejumlah pihak seperti Polri dan Kejaksaan hingga Babinsa agar nanatinya Kepala Desa bisa menggunakan Dana Desa dengan maksimal dan tidak diganggu oleh pihak-pihak lain yang tidak berkompeten.

"Kita yakin semua Kepala Desa itu baik dan tidak bakal menyalahgunakan Dana Desa," sebut Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Gus Menteri juga menegaskan bakal ada sanksi jika Dana Desa tidak dilaksanakan secara maksimal untuk pembangunan desa. Pasalnya, Dana Desa itu bertujuan percepatan penurunan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Gus Menteri juga mengabarkan jika pada akhir Februari 2021 mendatang, Kemendes PDTT bakal meluncurkan aplikasi yang mudahkan desa melakukan pendataan secara mandiri. Aplikasi ini nantinya akan mudahkan Desa untuk mengetahui posisinya dengan berbasis SDGs Desa seperti tingkat kemiskinan, tingkat kesehatan warga desa, dan tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

"Aplikasi ini nanti akan mudahkan Kepala Desa merencanakan pembangunan desa karena berdasarkan data yang valid dan akurat. Data ini nantinya akan diperbaharui sendiri oleh desa,"  tegas Mantan Ketua DPRD Jombang ini.

Gus Menteri pun mengingatkan agar Kepala Desa mengingatkan warganya melaksanakan Protokol Kesehatan seperti gunakan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun. Termasuk aktifkan kembali Posko Jaga Desa dan Ruang Isolasi untuk menjaga jika nantinya akan dibutuhkan. []

Berita terkait
Gus Menteri Siap Aktifkan Kembali Relawan Desa Lawan Covid
Gus menteri siap mengaktifkan kembali relawan desa lawan covid-19 mehyusul pemberlakukan PSBB di Jawa dan Bali.
Sapa Jambi, Gus Menteri Minta Pos Jaga Desa Aktif Kembali
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar meminta seluruh Kepala Desa mengaktifkan kembali relawan desa lawan covid-19 dan aktifkan kembali pos jaga desa.
Gus Menteri Minta Kades Bentuk Tim Pemutakhiran Data Desa
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar meminta Kepala Desa segera membentuk tim relawan pemutakhiran data desa yang berbasis SDGs Desa.
0
Kepala BNPB Minta RSUD Lukmonohadi Benahi Penanganan Covid
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito meminta pihak RSUD Lukmonohadi Kudus membenahi penanganan pasien Covid-19 sesuai aturan WHO.