UNTUK INDONESIA
Guru Tampar Siswa, Menteri Yohana: Hukuman Harus Logis Bagi Anak
"Pendisiplinan murid harus positif agar hukuman yang diterima anak bersifat logis."
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. (Foto: Tagar/Nuranisa Hamdan Ningsih)

Jakarta, (20/4/2018) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan pendisiplinan murid harus positif agar hukuman yang diterima anak bersifat logis sehingga anak belajar untuk tidak mengulangi perilaku yang tidak diinginkan.

Ia sangat menyayangkan kejadian guru SMK Kesatrian di Purwokerto yang menampar sembilan muridnya. Seharusnya, menurutnya, pendekatan yang dilakukan untuk menanamkan disiplin kepada anak dalam menyelesaikan masalah tidak dengan kekerasan.

Apalagi, katanya, untuk kejadian di Purwokerto, anak murid sudah memasuki usia remaja sehingga seharusnya bisa lebih menerima disiplin positif daripada kekerasan.

"Guru boleh mendisiplinkan siswa di sekolah tetapi dengan cara-cara tanpa kekerasan, yakni dengan menerapkan disiplin positif," kata Yohana melalui siaran pers diterima di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Yohana berharap semua orang dewasa, terutama tenaga pendidik di sekolah dapat menerapkan disiplin positif ketika berinteraksi dengan anak. Orang dewasa harus menjadi teladan bagi anak.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah melatih ratusan tenaga pendidik di beberapa kabupaten/kota mengenai disiplin positif untuk mencegah kasus kekerasan yang dilakukan guru dan mendukung tumbuh kembang anak.

"Peran orang tua juga sangat penting untuk memperhatikan keadaan anak dan membimbing anak untuk disiplin dan menghormati guru," kata Yohana. (ant/af)

Berita terkait
0
Arema FC vs Persib, Duel 2 Mantan Pelatih
Laga besar yang mempertemukan dua mantan pelatih saat Arema FC menghadapi Persib Bandung. Duel di ajang Shopee Liga 1 2020, Minggu, 8 Maret 2020.