UNTUK INDONESIA
Gubernur Sulsel Pecat Kepala Inspektorat
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, tiba-tiba mencopot Kepala Inspektorat Sulsel, Lutfie Natsir, ada apa?
Kepala Inspektorat Sulsel, Lutfie Natsir yang dicopot gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Foto: Tagar/Rio Anthony)

Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, tiba-tiba mencopot Kepala Inspektorat Sulsel, Lutfie Natsir, Senin 10 juni 2019. Sayangnya Nurdin Abdullah, belum menjelaskan alasan pencopotan Inspektur Sulsel tersebut. 

Yang memberi keterangan pencopotan Lutfie Natsir adalah Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani. Menurutnya, pencopotan itu hal yang lumrah. 

"Kita ingin lari cepat. Masalah temuan harus terselesaikan dengan baik. Karena ingin menunjukkan good governance sehingga biasalah yang begini," sambung Hayat.

Itu hak prerogatif pimpinan. Kapan saja diamanahkan dan dicopot bisa saja. Tapi secara mendasar alasan pencopotannya itu tidak perlu saya publis dulu, nanti pak gubernur yang umumkan.

Baca juga: Nurdin Abdullah Minta Pihak Kampus Kaji Banjir Sulsel

Untuk mengisi kekosongan Inspektur di Sulsel lanjut Hayat, sementara yang mengisi Salim Abdul Rahim Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebelum Inspektur Sulsel dicopot, Nurdin Abdullah sempat menegaskan kepada semua perangkat kerja di lingkup Pemprov Sulsel, agar tidak menjadi duri dalam daging, yang bisa menghalangi pemerintah mewujudkan seluruh program yang ditujukan bagi masyarakat.

Baca juga: Lemang Bambu, Oleh-oleh Khas Jeneponto Sulsel

"Saya tidak ingin punya team work, tapi ada duri dalam daging. Gak boleh, gak boleh itu terjadi, karena mengganggu kerja kita. Itu sangat mengganggu. Setiap OPD telah diberi kesempatan, bersaing membangun sebuah program, bukan terus membangun pemberitaan keliru atau hoaks, dan itu harus dihentikan," tegas Nurdin, pada halal bihalal hari pertama kerja di lingkup Pemprov Sulsel.

Nurdin bahkan sempat memberi isyarat dengan mengurai sedikit oknum yang disebut duri dalam daging tersebut. Dan membuatnya sedikit tidak nyaman, sehingga dia dan Wagub Andi Sudirman Sulaiman tidak bisa mentolerir langkah-langkah yang keliru, karena rakyat yang ikut dirugikan.

"Kalau tidak menghadap pada saya, saya akan berhentikan, Insyaallah. Karena saya kira masih banyak orang, 90 persen pegawai yang ada di lingkup pemprov yang memiliki kapabilitas dan punya kualifikasi, serta berintegritas," tandas Nurdin. []

Baca juga: Nikmati Liburan, Gubernur Sulsel Mancing di Samalona

Berita terkait
0
Peluang Besar Airlangga Hartarto Jabat Ketum Golkar
Analis komunikasi dan marketing politik UGM Yogyakarta Nyarwi Ahmad menilai Airlangga Hartarto berpeluang besar terpilih kembali sebagai Ketum.