UNTUK INDONESIA
Gubernur Sulsel Dampingi Jokowi di KTT Asean Bangkok
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mendampingi Presiden Joko widodo di Bangkok Thailand, ini agendanya.
Presiden Jokowi membelakangi Nurdin Abdullah, bersama sejumlah pejabat negara lainnya dalam pertemua ke-34 KTT ASEAN di Bangkok. (Foto: Pemprov Sulsel)

Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, mendampingi langsung Presiden Joko Widodo dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Bangkok, Thailand.

Nurdin mendapatkan kesempatan mendampingi langsung orang nomor satu di Indonesia itu dalam puncak pertemuan dengan pemimpin-pemimpin negara anggota ASEAN lainnya.

Pertemuan ini membahas tentang pengembangan ekonomi dan budaya antar negara-negara Asia Tenggara. Momentum ini juga dimanfaatkan Jokowi untuk menyampaikan apresiasi terhadap semua negara ASEAN yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan Outlook.

"Outlook ini mencerminkan sentralitas dan kekuatan ASEAN dalam menghormati prinsip-prinsip menjaga perdamaian, memperkuat budaya dialog, serta memperkokoh kerjasama," kata mantan Gubernur DKI Jakarta, dalam pertemuan ke-34 itu di Bangkok.

Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik, menjadi lebih penting di tengah-tengah perkembangan dunia saat ini. Dimana perang dagang dua negara produsen terbesar, Amerika Serikat (AS) dan China tengah berlangsung.

Perang dagang tersebut pun dikhawatirkan akan melibatkan banyak negara. "Perang dagang antara Amerika Serikat dan China belum membaik," ujar presiden yang melanjutkan kembali jabatannya dalam dua periode ini.

Terpisah, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengaku kegiatan ini merupakan salah satu momen untuk mengapresiasi perkembangan ekonomi di negara bagian ASEAN. Menurut Nurdin, Indonesia memberikan kontribusi banyak terhadap peningkatan ekonomi ASEAN.

"Alhamdulillah Indonesia menyumbangkan perkembangan ekonomi pada acara KTT ke-34 ASEAN," tutup mantan Bupati Kabupaten Bantaeng dua periode ini. []

Baca lainnya

Berita terkait
0
Sepertiga Anak-anak di Indonesia Learning Poverty
Laporan Bank Dunia menyebutkan sepertiga anak-anak di Indonesia alami ketikamampuan belajar, di sekolah mereka tidak belajar keterampilan dasar