UNTUK INDONESIA
Gowa Daerah Pertama Tanam Vertiver
Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menjadi daerah yang pertama kali menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo perihal penanaman pohon vetiver.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama puluhan ribu masyarakat Gowa menanam bibit vetiver. (Foto: Tagar/Afrilian Cahaya Putri)

Gowa - Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menjadi daerah yang pertama kali menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo perihal penanaman pohon vetiver atau akar wangi. Perintah Jokowi ini untuk mencegah terjadinya erosi tanah longsor.

"Ini adalah tindak lanjut dari perintah bapak Jokowi agar seluruh kabupaten/kota di Indonesia menanam vetiver sebagai langkah untuk mencegah longsor. Sekaligus memperingati 4 tahun kepemimpinan saya bersama Karaeng kio (sapaan akrab Wabup Gowa)," kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Tanaman yang dalam bahasa latin adalah vetiveria zizaniodies atau chrisopogan zyzanioidies merupakan salah satu tanaman yang mampu mencegah terjadinya longsor. Karena vetiver ini memiliki akar serabut yang kuat sehingga mampu mengikat tanah.

Ini adalah tindak lanjut dari perintah bapak Jokowi agar seluruh kabupaten/kota di Indonesia menanam vetiver sebagai langkah untuk mencegah longsor.

"Tanaman ini memiliki akar yang akan masuk kedalam tanah sepanjang lima meter dan penyebaran akarnya dalam dan luas. Sehingga ini merupakan salah satu solusi untuk kita yang ada di Kabupaten Gowa. Khususnya yang memiliki 60 persen wilayah dataran tinggi," jelasnya.

Penanaman vetiver ini dilakukan lakukan secara serentak di 71 desa di 11 kecamatan. Sekitar 180.000 bibit yang akan ditanam. Tanaman ini diperoleh dari Pemkab Gowa sebanyak 150.000 bibit dan 30.000 merupakan bantuan dari Balai Pertanian dan Litbang Kementrian Pertanian RI.

Tanaman ini disebar di 11 kecamatan di Kabupaten Gowa. Kecamatan Parangloe jumlah vetiver yang ditanam sebanyak 14.100 bibit, Tinggimoncong 12.850 bibit, Tompobulu 18.000 bibit, Manuju 12.000 bibit, Pattalassang 25.000 bibit, Biringbulu 25.000 bibit.

Selanjutnya, Bontolempangan 16.000 bibit, Tombolopao 11.000 bibit, Bungaya 22.000 bibit, Bajeng Barat 10.000 bibit, Parigi 14.050, dengan jumlah peserta atau penanam sebanyak 20.143 peserta.

"Penanaman vetiver hari ini tiada lain untuk menjaga Kabupaten Gowa yang kita cintai. Karena pada tahun lalu kita memiliki pengalaman bencana longsor yang cukup besar dan terjadi di beberapa titik lokasi," kata Adnan.

"Olehnya itu, saya berharap pengalaman tahun lalu dijadikan pembelajaran untuk kita semua untuk bisa menghargai dan menjaga alam, karena kalau kita mampu menjaga alam, Insya Allah Alam pun akan menjaga kita,"sambungnya.

Sementara itu, Camat Parangloe Mappatangka mengungkap, untuk di Kecamatan Parangloe, pihaknya mendapat jatah vertiver sebanyak 14.100 bibit. Bibit ini akan dibagi di tujuh wilayah, yakni lima desa dan dua kelurahan.

"Khusus di Kelurahan Lanna, akan ditanam sebanyak 2.000 bibit dengan total warga yang dilibatkan dalam penanam ini sebanyak 250 orang dari berbagai unsur, mulai dari pegawai, masyarakat, hingga para pelajar dan komunitas pencinta alam," singkat Mappatangka. []

Berita terkait
Satlantas Polres Gowa Jaring Seribu Pelanggar
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gowa, Sulawesi Selatan menjaring seribu pelanggar berlalu lintas pada awal tahun 2020. Ini rinciannya.
Disdukcapil Gowa Target 99 Persen KTP Elektronik
Disdukcapil Gowa menggejot pencatatan KTP elektronik bagi 28 ribu warga Gowa pemegang surat perekaman KTP elektronik.
Polres Gowa Amankan 9,4 Gram Sabu, 9 Pengedar
Polres Gowa berhasil mengamankan 9,4 gram Sabu dan menangkap 9 orang pengedar yang biasa bertransaksi di sekitar Kabupaten Gowa sulsel.
0
Lapak Berjarak Diterapkan di Pasar Bitingan Kudus
Pemkab Kudus mulai menerapkan physical distancing di Pasar Bitingan. Jarak lapak diatur sedemikian rupa agar pedagang tidak berdekatan.