Indonesia
Gerindra Utus 15 Kadernya di DPRD Sumut
Partai Gerindra diprediksi bakal mendapatkan 15 kursi di DPRD Sumut hasil Pemilu 2019 ini. Kursi itu tersebar di 12 dapil
Muhammad Subandi (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

Medan - Partai Gerindra diprediksi bakal mendapatkan 15 kursi di DPRD Sumatera Utara hasil Pemilu 2019 ini. Kursi itu tersebar di 12 daerah pemilihan (dapil).

Untuk Dapil Sumut 9, Partai Gerindra belum dapat memastikan siapa yang akan terpilih, apakah Robert Lumban Tobing dengan Pintor Sitorus.

Muhammad Subandi, caleg terpilih di Dapil Sumut 3 periode 2019 - 2024 membenarkan bahwa Robert diperkirakan akan mengajukan gugatan sengketa hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

"Iya, (Robert) berencana menggugat hasil pemilu ke MK dari Dapil Sumut 9. Belum bisa kita tentukan," tegas Subandi ketika ditemui wartawan seusai rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat provinsi di KPU Sumut, pada Senin 20 Mei 2019 dini hari.

Disampaikan Subandi, ada 15 kader Partai Gerindra bakal menjadi anggota DPRD Sumut periode 2019 - 2024.

"Aulia Agsa dan Tia Ayu Anggraini Dapil Sumut 1 Medan A, Benny Harianto Sihotang Dapil Sumut 2 Medan B, Yantoni Purba dan saya sendiri dari Dapil Sumut 3, Azmi Yuli Dapil 4, Sri Kumala Dapil 5, Ari Wibowo Dapil 6, Harun Mustafa Nasution dan Rahmat Rayya Nasution Dapil 7, Thomas Dachi Dapil 8, Gusmayadi Dapil 10, Ingan Amin Barus Dapil 11 dan Ajie Karim Dapil Sumut 12," ungkap Subandi.

Selain itu, Subandi yang bakal duduk sebagai anggota DPRD Sumut menegaskan akan mendengar setiap keluhan masyarakat. Apalagi masyarakat miskin yang ada di Sumut.

"Kita dari DPRD Sumut pastinya akan sejalan dengan Gubernur Sumut, kita juga akan mendukung program Sumut Bermartabat," sambung Subandi.

Terakhir, Subandi mengatakan agar pihak rumah sakit jangan pernah menolak pasien miskin.

"Jangan persulit pasien miskin yang berobat ke rumah sakit, beri perawatan, pelayanan kepada mereka pasien yang kurang mampu," terangnya.[]

Baca juga:

Berita terkait
0
Jaksa Agung Janji Jokowi
Janji Presiden Jokowi akan mengangkat jaksa agung dalam kabinet barunya mendatang bukan dari partai politik. Tulisan opini Lestantya R. Baskoro.