UNTUK INDONESIA
Gempa Bumi Bikin Warga Tobelo Panik
Warga Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara panik akibat gempa Jailolo dengan magnitudo 7,1.
Ilustrasi - Gempa Bumi. (Foto: Antara/DOK. ANTARA)

Jakarta - Warga Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara panik akibat gempa Jailolo dengan magnitudo 7,1, Jumat dini hari 15 Okober 2019, pukul 01.17 WIT.

Salah seorang tokoh masyarakat Tobelo, Pdt. Jopi Soselissa, dihubungi dari Ambon mengatakan, guncangan gempa membuat warga ibu kota Kabupaten Halmahera Utara kaget dari tidur dan berlarian keluar rumah karena takut bangunan roboh maupun gempa susulan.

"Guncangan gempa terasa cukup kuat sehingga lari keluar rumah karena takut gempa susulan maupun tsunami," ujarnya, dikutip dari Antara.

Dia mengakui, sebagian warga mengungsi ke kawasan lebih tinggi karena takut tsunami dengan adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Kami mengikuti perkembangan gempa melalui aplikasi BMKG. Apalagi, saya mempunyai anak perempuan di Manado, Sulawesi Utara, yang telah menyampaikan dampak gempa Jailolo terasa guncangannya kuat di Manado," ujar Jopi.

Seorang warga Jailolo, Veky Dasmasella melalui WhatsApp (WA) memberitahukan guncangan gempa terasa sangat kuat.

Hanya saja, ketika dihubungi melalui telpon genggam (HP) tidak dijawab.

Gempa yang terjadi pukul 01:17:43 WIT tersebut terjadi di lokasi 1.67 LU, 126.39 BT atau kira-kira 137 kilometer Barat Laut Jailolo-Maluku Utara pada kedalaman 73 kilometer.

Gempa tersebut dirasakan IV-V MMI di Kota Bitung, Kota Manado dan Ternate, II MMI di Buol, Sulawesi Tengah.

"Status ancaman tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara adalah waspada," sebut Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Winangun, Sulawesi Utara, Edward H Mengko.

Untuk status waspada, diperkirakan ketinggian air maksimum 0,5 meter, sementara status peringatan dini tsunami belum berakhir. []

Berita terkait
Update Gempa: Warga Diimbau Tetap Tenang
Wali Kota Bitung Max Lombang mengimbau agar masyarakat tetap tenang setelah dikeluarkannya peringatan dini tsunami.
Gempa M 7,1 di Maluku Utara Berpotensi Tsunami
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami terkait gempa bumi tersebut.
BMKG Belum Cabut Peringatan Dini Tsunami
BMKG menyarankan agar masyarakat mengikuti arahan peringatan dini tsunami dari BPBD, BNPB dan BMKG
0
Nadiem Makarim Sebut Guru Honorer Kewenangan Pemda
Jujur saya terkejut bagaikan disambar petir, mendengar Mendikbud Nadiem Makarim bilang guru honorer kewenangan Pemda. Masalahnya bukan di situ.