Gangguan Psikosomatik dan Berbagai Terapi untuk Meringankannya

Gangguan ini berkorelasi dengan pikiran dan tubuh, maka perawatannya juga melibatkan tindakan perbaikan dari bidang medis dan psikologis.
Ilustrasi terapi kelompok. (Foto: Tagar/Freepik)

Jakarta - Gangguan psikosomatik adalah kondisi psikologis yang mengarah pada gejala fisik, seringkali tanpa penjelasan medis. Ini dapat mempengaruhi hampir semua bagian tubuh. Orang dengan gangguan ini cenderung sering mencari perhatian medis, seperti menjadi frustrasi tanpa diagnosis.

Istilah gangguan psikosomatik digunakan untuk merujuk pada suatu kondisi di mana penyakit fisik ini disebabkan atau diperburuk oleh tekanan mental atau faktor-faktor yang berkaitan. Karena gangguan ini berkorelasi dengan pikiran dan tubuh, maka perawatannya juga melibatkan tindakan perbaikan dari bidang medis dan psikologis. Dengan demikian, terapi untuk meringankan faktor psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi sangat penting untuk penyembuhan penyakit fisik. Dilansir dari News Medical Life Science, berikut adalah berbagai terapi untuk meringankan ganguan.


1. Psikoterapi

Psikoterapi ini juga dikenal sebagai pengobatan berbicara. Dokter dan pasien akan berinteraksi tentang status mental dan peristiwa gaya hidup yang dialami pasien. Interaksi ini membantu terapis untuk menganalisis penyakit mental tertentu yang diderita pasien untuk memberikan terapi yang tepat.


2. Psikoanalisa

Terapi ini digunakan untuk mengobati depresi dan gangguan kecemasan. Proses ini akan panjang dan akan melibatkan dua hingga lima sesi per minggu selama beberapa tahun. Psikoanalis akan mencatat kenangan masa kecil dan mimpi pasien yang berperan dalam status mental pasien.


3. Cognitive behavior therapy (CBT)

CBT berfokus pada pemeriksaan pikiran dan keyakinan pasien yang memengaruhi kondisi mentalnya. Bentuk terapi ini membantu mengatasi perasaan pasien yang mengarah pada perubahan perilakunya. Ini memungkinkan pasien untuk mengatasi situasi negatif seperti depresi, kemarahan, fobia, dan rasa sakit kronis.


4. Psikoterapi kelompok

Psikoterapi kelompok biasanya melibatkan 5 sampai 15 pasien dalam kelompok di bawah psikiater terlatih. Mereka diberi latihan untuk mencapai sikap seimbang yang normal. Terapi ini untuk pasien yang memiliki masalah hubungan, penyakit medis, dll. Kelompok ini berkumpul di tempat pribadi selama 1 hingga 2 jam setiap minggu.


5. Hipnoterapi

Hipnosis menginduksi keadaan seperti trance (tidak sadar) di mana penghipnotis dapat memahami keadaan pikiran pasien. Hipnoterapi digunakan untuk mengobati gangguan yang berhubungan dengan stres seperti insomnia dan kondisi lain yang diperburuk oleh ketegangan misalnya, seperti sindrom iritasi usus, psoriasis, dan eksim.


6. Terapi reaksi

Terapi ini digunakan untuk meredakan emosi yang terkait dengan peristiwa traumatis. Durasi yang dibutuhkan untuk jenis terapi ini lebih lama dibandingkan dengan terapi lain dan tidak digunakan secara luas.

(Ghariza Syifa Riyashi)

Berita terkait
Kemenkes: Gangguan Jiwa Meningkat Akibat Pandemi Covid-19
Kemenkes ungkapkan tingkat prevalensi masalah kesehatan jiwa di Indonesia cukup tinggi, dan meningkat akibat pandemi Covid-19
Punya Gangguan Saat Tidur? Coba Tips yang Satu Ini
Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian. Mungkin ini bisa menjadi trik agar tidur lebih nyenyak.
Gangguan Fungsi Hati Ringan Boleh Divaksinasi Covid-19
Kemenkes RI mengintensifkan upaya pencegahan secara dini penularan hepatitis yang saat ini diperkirakan angka kasusnya sekitar 18 juta jiwa.
0
Ini Daftar Lengkap Negara Peserta Piala Dunia FIFA 2022 Qatar
Daftar lengkap 32 negara yang akan bermain di putaran final Piala Dunia FIFA 2022 Qatar November - Desember 2022