UNTUK INDONESIA
FPI Tabrak Larangan Aksi Massa dari Anies Baswedan
Sekretaris Umum FPI Munarman menyatakan akan tetap menggelar aksi meski Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang kumpul massa di Jakarta.
Front Pembela Islam (FPI). (Foto: Taraf.id)

Jakarta - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan akan tetap menggelar aksi massa menuntut tindakan kekerasan yang dialami umat muslim India di Kedutaan Besar (Kedubes) India di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2020.

Ini demo ke Kedubes India. Bukan acara kumpul-kumpul

Munarman mengatakan aksi ini bentuk solidaritas maka jangan disalahartikan menentang seruan Gubernur DKI Anies Baswedan yang melarang kegiatan kumpul massa di Jakarta menyusul dua orang di Indonesia positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

"Ini demo ke Kedubes India. Bukan acara kumpul-kumpul," kata Munarman kepada Tagar, Rabu, 4 Maret 2020.

Demonstarsi di Kedubes India ini telah direncanakan FPI bersama Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama setelah menggelar aksi massa menyerukan gerakan antikorupsi.

PA 212Massa PA 212 dan FPI menggelar aksi antikorupsi di Patung Kuda Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. (foto: Tagar/Moh Yaqin).

Menurut Munarman, ucapan Anies terkait larangan kumpul massa akibat virus corona masuk ke Indonesia tidak ada hubungannya dengan rencananya untuk mendemo Kedubes India. Sehingga, pihaknya akan tetap menggelar aksi tersebut.

Kendati demikian, Munarman tidak dapat memastikan berapa massa aksi yang akan turut serta dalam demonstrasi. Dia mengatakan berapapun peserta yang ikut akan diketahui pada waktu pelaksanaan. "Berapa saja yang siap. Jangan banyak misal, yang belum kejadian jangan dikhayal," ucap Munarman.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang kegiatan kumpul massa di Ibu Kota menyusul dua orang di Indonesia positif terjangkit virus corona di Jakarta.

"Pemprov DKI tidak akan mengeluarkan perizinan baru untuk kegiatan perkumpulan orang dalam jumlah yang besar. Dan yang sudah telanjur keluar izinnya, akan di-review kembali," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.

Kebijakan itu hasil dari pertemuan Anies dengan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta dan pimpinan BUMD di Balai Kota, Senin sore, 2 Maret 2020. Pemprov, kata Anies, langsung mengambil langkah cepat termasuk menyampaikan kondisi Jakarta terkait wabah virus asal Wuhan, China itu kepada masyarakat.

"Kita akan selalu faktual, kita akan sampaikan fakta-fakta, kenyataan, seperti apa adanya," tutur dia. []

Berita terkait
Anies Larang Kumpul Massa, Nasib Demo FPI 6 Maret?
Anies Baswedan melarang kegiatan kumpul massa menyusul 2 WNI terinfeksi corona. Lantas bagaimana nasib demo FPI di Kebudes India pada 6 Maret 2020?
FPI: Tangkap Pimpinan Kelompok Radikal Hindu India
Kelompok organisasi Front Pembela Islam (FPI) mendesak Pemerintah India menangkap pimpinan kelompok radikal Hindu yang mempersekusi umayt Islam.
FPI Bakal Bongkar Aktor Pengasingan Rizieq Shihab
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan akan membuka aktor di balik pencekalan Rizieq Shihab tertahan di Arab Saudi.
0
Tingkatkan Minat Baca dan Literasi Indonesia
Tingkat baca rendah jadi alasan BBW hadir membawa bazar buku murah dan berkualitas ke Indonesia