Food Estate di Pakpak Bharat, Peran Master Tumanggor

Masuknya Kabupaten Pakpak Bharat sebagai salah satu kawasan food estate tidak lepas dari peran Master Parulian Tumanggor.
Anggota Komisi II DPR RI, Junimart Girsang hadir sebagai juru kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor dan Mutsyuhito Solin (FBT-MO), di Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, Pakpak Bharat, Selasa 28 Oktober 2020 (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

Pakpak Bharat - Presiden Joko Widodo telah menetapkan Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Kabupaten Pakpak Bharat di Sumatera utara, menjadi kawasan lumbung pangan (food estate).

Masuknya Kabupaten Pakpak Bharat sebagai salah satu kawasan itu, tidak lepas dari peran Master Parulian Tumanggor serta tokoh masyarakat Pakpak lainnya.

Ayah dari Franc Bernhard Tumanggor itu disebut rajin berkonsultasi ke pusat, melobi anggaran pembangunan ke daerah.

Hal itu dikatakan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Junimart Girsang, saat kampanye untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dan Mutsyuhito Solin yang dikenal dengan FBT-MO, di Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, Pakpak Bharat, Selasa, 28 Oktober 2020.

Junimart mengatakan, anggaran dari pemerintah pusat, tidak turun dengan sendirinya. Harus ada komunikasi intensif dari pihak terkait di daerah.

“Pakpak Bharat sebagai suatu kabupaten yang mendapatkan fasilitas dari negara ini. Di Pakpak Bharat 8.329 hektare dibebaskan untuk ketahanan pangan produksi. Tentu ini untuk kesejahteraan masyarakat Pakpak Bharat. Saya yakin ini perjuangan dari Pak Master Tumanggor dan tokoh Pakpak lainnya,” kata Junimart.

Disebutkannya, program ketahanan pangan masuk ke Pakpak Bharat, karena perjuangan. Tidak ada alasan bagi orang lain untuk memperdebatkan bahwa ini bukan karena perjuangan.

"Karena jika tidak diperjuangkan, tidak akan dapat itu. Sama seperti kami anggota DPR, bagaimana mungkin ada bantuan dari DPR ke kabupaten-kabupaten, tanpa dibangun komunikasi,” kata dia.

Sekaitan dengan itu ke depan, Junimart memiliki keyakinan bahwa Kabupaten Pakpak Bharat di bawah kepemimpinan FBT-MO akan semakin sejahtera.

Junimart yakin bahwa Franc Tumanggor tidak akan mengecewakan perjuangan ayahnya, Master Parulian Tumanggor, yang telah memekarkan Kabupaten Pakpak Bharat dari Kabupaten Dairi.

Kita perlu bersama. Tanggal 9 Desember 2020, coblos nomor satu. Jangan coblos nomor yang lain

“Saya sangat yakin Pakpak Bharat ini akan cemerlang ke depan. Mengapa? Pakpak Bharat ada karena orang Pakpak sendiri. Tau siapa beliau? Master Parulian Tumanggor. Bapaknya Franc Tumanggor. Franc mau membangun Pakpak Bharat, yang sudah dimekarkan oleh bapaknya dengan tokoh-tokoh yang lain. Tidak akan mengecewakan,” kata Junimart.

Pakpak Bharat kata dia, harus dipimpin oleh orang yang punya hati untuk Pakpak. Yang punya otak hanya untuk Pakpak.

"Saya sebagai anggota DPR, ketika beliau sudah menjadi bupati, saya akan mendorong penuh apa yang diperlukan masyarakat Pakpak Bharat melalui bupati dan wakilnya nantinya,” katanya.

Junimart memastikan Franc sepenuh hati mau menjadi bupati, untuk memajukan Kabupaten Pakpak Bharat.

“Franc, sudah anggota DPRD provinsi, masih mau jadi bupati. Paling enak jadi wakil rakyat. Bisa marah-marahin pemerintah. Tapi nanti dia ketika bupati, akan dimarahin oleh wakil rakyat. Saya merenung kenapa ini Franc mau jadi bupati. Rupanya dia mau berbuat untuk Pakpak Bharat ini. Dia tidak perlu uang lagi. Saya tau, dia sudah cukuplah untuk diri sendiri dan keluarganya,” katanya.

Junimart pun meminta masyarakat untuk bersama berjuang dan memenangkan pasangan FBT-MO, sebagai Bupati dan Wakil Bupati pada pemilihan 9 Desember 2020 mendatang.

Masyarakat yang hadir pada kampanye itu juga diminta untuk mengajak warga lain, agar nantinya memilih FBT-MO. “Sebelumnya istilah isen mo (di sinilah) kita, harus bertambah menjadi mi sen mo (ke sini lah) kita,” ujarnya.

Harapan Junimart, masyarakat Pakpak Bharat yang menurutnya kurang menikmati hasil dari pembentukan Pakpak Bharat ini oleh Pak Tumanggor, saatnya akan mulai menikmati hasil.

"Kita perlu bersama. Tanggal 9 Desember 2020, coblos nomor satu. Jangan coblos nomor yang lain-lain,” tukas Junimart.

Pada kesempatan itu, pasangan Franc dan Mutsyuhito juga menyampaikan beberapa visi mereka ke depan untuk memajukan Kabupaten Pakpak Bharat. 

Di antaranya, peningkatan SDM, perekonomian, dan masyarakat yang berdaya saing.[]

Berita terkait
Poldasu Tahan Warga Pakpak Bharat, Ini Kata Hinca Pandjaitan
Hinca IP Pandjaitan merespons penahanan Mak Lolo oleh Polda Sumut, terkait kasus penyebaran isu SARA di Pakpak Bharat, Sumut.
Penyebar Isu SARA Pilkada Pakpak Bharat Ditahan 20 Hari
Polda Sumut resmi menahan tersangka penyebar isu SARA melalui media sosial terkait Pilkada 2020 di Kabupaten Pakpak Bharat.
Polda Sumut Bekuk Penyebar Isu SARA di Pilkada Pakpak Bharat
Polda Sumut menangkap terduga pelaku penyebar isu suku, ras, agama dan antar golongan atau SARA di Kabupaten Pakpak Bharat melalui media sosial.
0
Kemendag Teken Kerja Sama Pemberdayaan UMKM dengan Accor, BNI, dan Pemprov DKI
Kemendag kembali menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendorong pemberdayaan UMKM dengan grup perhotelan Accor, BNI & Pemprov DKI.