Jakarta, (Tagar 9/8/2018) - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah mengambil keputusan. Ia memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai cawapres pendampingnya dalam Pilpres 2019.

Berikut pernyataan lengkap calon presiden Indonesia 2019 Prabowo Subianto, Kamis malam (9/8).

"Saudara-saudara sekalian para media yang hadir, tapi terutama saudara sebangsa setanah air di manapun engkau berada

Pada saat ini baru saja pimpinan dari tiga parpol yaitu PKS, PAN, dan Partai Gerindra telah memutuskan dan memberi kepercayaan kepada saya Prabowo Subianto dan Saudara Sandiaga Uno untuk maju sebagai calon presiden dan cawapres untuk masa bakti 2019-2024.

Kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua sangat besar. Dan kami sebagai insan Tuhan akan memohon kekuatan dari Allah agar kami tidak mengecewakan kepercayaan kepada kami berdua.

Pertama proses ini tidak mudah, melelahkan, saudara sendiri sebagai media berjam-jam berhari-hari digigit nyamuk, karena tanggung jawab.

Saya pun berunding terus bersama PKS, PAN, Partai Demokrat.

Memang membangun suatu koalisi tidak mudah karena banyak yang harus kita pertemukan. Kita sudah dari awal telah membentuk koalisi de facto dan koalisi de facto tidak hanya kemarin, bermula dari tanggung jawab bersama sejak kita menghadapi berbagai masalah pelik dan rawan terutama pilkada 2017 yang lalu.

Karena itulah saya terus berusaha menjalin kepercayaan, menjalin kerja sama yang erat, berusaha berkomunikasi dengan semua pihak.

Saya bertemu dengan Puan Maharani, SBY, terus berusaha membangun suatu koalisi yang besar untuk memberi solusi kepada kesulitan rakyat Indonesia dan bangsa.

Koalisi kita bentuk untuk mencari solusi, jalan keluar, penyelesaian bangsa.

Yaitu mengalirnya kekayaan nasional keluar. Dimana terhambat suatu keadaan sistemik yang tidak mendorong pemerataan kekayaan.

Terima kasih kepada berbagai kalangan terutama kaum lama, ijtima GNPF, dan PKS yang legowo tidak menduduki jabatan apa pun.

Sebagaimana kita ketahui Salim Segaf diusung ijtima, beliau dengan rela tidak memaksakan diri bahkan legowo.

PAN legowo keputusan partai, mereka menghendaki, mereka pun memikirkan kepentingan rakyat dan umat di atas kepentingan pribadi.

Saudara Sandiaga merupakan pilihan yang terbaik dari yang ada. Beliau juga berkorban yang telah susah payah merebut berkampanye.

Karena beliau pun harus diterima dari partai lain, saya pun meminta beliau mundur dari Partai Gerindra, beliau turun mundur dari jabatan. Ini bentuk pengorbanan semua pihak.

Saya pun menerima kepercayaan ini karena saya menyatakan saya siap dan ingin dijadikan alat rakyat.

Ingin berjuang dan mengabdi demi kepentingan rakyat. Bahwa kekayaan harus milik seluruh rakyat.

Perjuangan kami adalah kekayaan untuk seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir rakyat Indonesia.

Insya Allah kami akan daftar di KPU sesudah salat Jumat di Istiqlal.

Kami dalam keadaan ini mengucapkan belasungkawa, dan kami berdoa apa yang dialami segera teratasi dan kami akan berusaha bantuan dan satgas untuk bisa ikut serta dalam bencana.

Terima kasih, Pimpinan PKS, PAN, juga UAS, yang sebetulnya juga kandidat yang kita unggulkan, kemudian semua pihak, golongan, purnawiran, yang turut membantu."

Hadir dalam deklarasi ini di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hasyim Djoyokusumo, Waketum Partai Gerindra Fadli Zon, Sudirman Said, Rachmawati Soekarnoputri, Djoko Santoso, Bawazir. []