Fadli Zon: 3 Minggu Kasus Penembakan 6 Laskar FPI Belum Jelas

Fadli singgung kasus penembakan enam orang anggota Front Pembela Islam (FPI) yang hampir tiga minggu ini belum jelas.
Anggota DPR, Fadli Zon. (Foto: Tagar/Instagram/Fadlizon)

Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon mempertanyakan kelanjutan kasus penembakan enam orang anggota Front Pembela Islam (FPI) yang hampir tiga minggu ini belum jelas.

“Kini hampir 3 minggu sejak peristiwa tanggal 7 Desember, ketika 6 orang anggota FPI dibunuh oleh pihak kepolisian dengan dalih atau alasan yang sampai sekarang belum jelas,” ujar Fadli melalui akun YouTube pribadinya pada Sabtu, 26 Desember 2020.

Fadli memiliki pendapat yang serupa dengan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) serta sejumlah tokoh dan pakar yang menyebut bahwa tindakan ini merupakan tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Saya sebagai anggota DPR termasuk yang menerima banyak aspirasi masyarakat yang menginginkan agar dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Baca juga: KontraS Beberkan Temuannya Atas Penembakan 6 Laskar FPI

“Saya kira juga sudah ada sejumlah tokoh dan pakar yang menyatakan hal serupa, saya termasuk yang berpendapat ini adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) karena telah menghilangkan nyawa 6 orang anak muda Indonesia,” tuturnya.

Ia mengatakan, sebagai anggota DPR, dirinya termasuk salah satu orang yang menerima berbagai aspirasi dari masyarakat, yang menginginkan terbentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

“Saya sebagai anggota DPR termasuk yang menerima banyak aspirasi masyarakat yang menginginkan agar dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) agar peristiwa ini dapat ditangani oleh lembaga tim pencari fakta independen,” ucapnya.

Fadli berharap kepada Komnas HAM yang sedang menangani peristiwa ini dapat segera mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi sehingga menewaskan enam orang anggota Laskar FPI tersebut.

Baca juga: Semua Kegiatan Dilarang Polisi, FPI: Perppu Mana yang Dimaksud?

“Hampir 3 minggu menunggu berita, tetapi masih belum ada kejelasan. Inilah yang kita sayang kan kalau saja segera ketika itu dibentuk TGPF, tentu akan memudahkan karena peristiwa ini dalam mencari titik terang sehingga mereka yang bersalah harus dihadapkan di hadapan hukum karena menghilangkan nyawa manusia,” ujarnya. [] (Amira Salsabila Aprilia)

Berita terkait
6 Laskar FPI Tewas, Komnas HAM Periksa Senjata Api dan Ponsel
Tim Penyelidikan Komnas HAM RI melihat dan memeriksa barang bukti berupa senjata api - ponsel laskar FPI yang tewas di tol Jakarta-Cikampke (Japek)
Transparan soal Kasus Laskar FPI, Kinerja Kabareskrim Diapresiasi
Natsir Sahib mengapresiasi sikap Kabareskrim Polri yang transparan dalam melakukan investigasi terkait meninggalnya enam laskar khusus FPI.
Pengacara FPI Ungkap Sebab Hanif Alatas Datangi Komnas HAM
Kuasa hukum FPI Aziz Yanuar menjelaskan maksud dan sebab kedatangan Muhammad Hanif Alatas ke Komnas HAM.
0
Sejumlah Aturan Baru PPDB 2021 untuk SD Hingga SMK
Kemendikbudristek menetapkan delapan aturan baru dalam PPDB 2021 mulai dari perubahan batas usia hingga daya tampung sekolah pada zonasi peserta.