UNTUK INDONESIA
Erick Thohir: Pemerintah Percepat Ketersediaan Vaksin
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir pastikan pemerintah percepat ketersediaan vaksin.
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir pastikan pemerintah percepat ketersediaan vaksin. (foto: ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww).

Jakarta - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menyampaikan, pemerintah terus berupaya mempercepat ketersediaan vaksin melalui jalur bilateral dan multilateral. 

Kata Erick, selain kerja sama Kimia Farma dengan G42, Biofarma dengan Sinovac, serta penjajakan kerja sama dengan AstraZeneca, CanSino, dan Genexine, pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan farmasi lainnya seperti Novafax, Johnson & Johnson, dan Pfizer. 

Kami berharap kita semua bahu-membahu untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Mantan Bos Inter Milan itu menekankan, pemerintah sudah berada pada jalur yang tepat dengan menyegerakan ketersediaan vaksin virus corona atau Covid-19 untuk melindungi masyarakat dari wabah virus menular itu.

Baca juga: Erick Thohir Ungkap Langkah Strategis Pemerintah Hadapi Pandemi

"Ditambah mekanisme kerja sama multilateral dengan UNICEF dalam kerangka COVAX Facility, yakni berupa jaminan akan kecepatan, ketersediaan, dan pengiriman vaksin," ujar Erick kepada wartawan di Jakarta, dikutip Tagar, Jumat, 25 September 2020. 

Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, semangat gotong-royong semua pihak akan menjadi modal besar bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang mewabah global ini. 

"Di tengah usaha-usaha pemerintah yang terus hadir dan berupaya terbaik melayani masyarakat serta menangani pandemi ini, kami berharap kita semua bahu-membahu untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata dia. 

Baca juga:  Irma Suryani Chaniago Happy Erick Thohir Dapat Vaksin

Erick juga mengatakan berbagai langkah strategis hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga, terutama dengan pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan terus dilakukan sebagai langkah penanganan dan mengantisipasi meluasnya dampak pandemi. 

"Mulai dari penambahan kemampuan testing specimen, menyiapkan dan menambah kesediaan tempat tidur di rumah sakit, serta ruang isolasi, meningkatkan standardisasi penanganan kasus dan pasokan obat terapi penyembuhan, hingga percepatan ketersediaan vaksin Covid-19," ujarnya. 

Hingga kini, menurutnya langkah-langkah itu sudah menampakkan hasil yang positif. Per Rabu, 23 September 2020, pemeriksaan spesimen harian Covid-19 mencapai 38.181. 

"Melebihi standar WHO dan persentase pasien sembuh mencapai 73 persen," kata Erick. 

Ia menambahkan langkah strategis berikutnya yang akan dilakukan pemerintah, yakni meningkatkan tren kesembuhan dan mengantisipasi peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19. 

"Pemerintah memastikan kebutuhan perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan terjaga dan menjaga ketersediaan fasilitas isolasi pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala. Contohnya Wisma Atlet untuk wilayah DKI Jakarta, dan hotel-hotel bintang dua dan tiga di daerah," katanya. 

Menurut dia, hal ini akan meringankan beban rumah sakit, mengurangi beban tenaga medis, dan dapat membatasi penyebaran virus dan penularan dari OTG (Orang Tanpa Gejala). []

Berita terkait
Erick Thohir Meluruskan yang Bengkok, Membersihkan yang Kotor
Pengurangan beban pekerja dalam lingkungan BUMN adalah satu konsekuensi logis di tengah pandemi.
Arya Bocorkan Hasil Pertemuan Ahok dengan Erick Thohir
Arya Sinulingga menyampaikan hasil pertemuan antara Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Puranama (Ahok) dengan Menteri BUMN Erick Thohir.
Denny Siregar: Ahok, Erick Thohir, Jokowi dan Superholding BUMN
Ahok, Jokowi, dan Erick Thohir tidak ada perbedaan dalam visi dan misi Superholding BUMN, hanya caranya yang berbeda. Denny Siregar.
0
Cuti Bersama, Protokol Kesehatan di Bukittinggi Makin Ketat
Kota Bukittinggi sebagai daerah tujuan wisata utama di Sumatera Barat akan berlakukan protokol kesehatan ketat di objek wisata.