UNTUK INDONESIA
Ekonomi Stagnan, Industri Otomotif Optimis Tetap Moncer
“Sebagai pelaku usaha industri otomotif ini, kita tetap optimislah tahun depan akan lebih baik meskipun memang diakui kondisi ekonomi di 2017 masih stagnan,”
Proyeksi industri otomotif di 2018, tetap tumbuh tetapi hanya kecil mengingat pertumbuhan ekonomi masih stagnan yang sangat mempengaruhi daya beli masyarakat yang saat ini menunjukan penurunan. (Foto: Ist)

Bandung, (Tagar 7/12/2017) - Kendati pertumbuhan sedang mengalami stagnasi di 2017 ini, para pelaku usaha industri otomotif optimis di 2018 sektor ini akan tetap tumbuh meskipun tidak terlalu siginifikan.

“Sebagai pelaku usaha industri otomotif ini, kita tetap optimislah tahun depan akan lebih baik meskipun memang diakui kondisi ekonomi di 2017 masih stagnan,” tutur Chief Operation Officer PT Astra Daihatsu Motor (PT ADM) Anton Rusli kepada Tagar saat dihubungi dari Bandung, Rabu (6/12).

Proyeksi industri otomotif di 2018, lanjut Anton, tetap tumbuh tetapi hanya kecil mengingat pertumbuhan ekonomi masih stagnan yang sangat mempengaruhi daya beli masyarakat yang saat ini menunjukan penurunan. “Iya akan naik tapi sedikit ya, enggak terlalu banyaklah, tapi ya kita akan tetap optimis,” jelasnya.

Namun demikian, terang Anton, jika ada perubahan atau pengurangan beberapa regulasi terkait industri otomotif seperti insentif pajak di bidang otomotif maka akan mendorong sektor ini tumbuh meskipun tidak terlalu tinggi. “Sebagai pelaku usaha kita berharap ada perubahan regulasi yang mendukung sektor ini tumbuh,” terangnya.

Di sisi lain, mengingat kompetitor pun tengah masif meningkatkan penjualan maka dari masing-masing akan saling bersaing mengeluarkan jenis baru dengan harga yang dibandrol lebih murah dan fitur yang tak kalah canggih.

“Ditambah dengan kemudahan dari mekanisme pembelian terutama sistem kredit, dari DP, tenor pinjaman dan lain sebagainya akan menambah persaingan yang ketat,” katanya.

Kinerja PT ADM Menurun di 2017

Anton mengakui, akibat pertumbuhan ekonomi masih stagnan hal tersebut mempengaruhi kinerja PT ADM, ada sedikit penurunan penjualan dari Januari sampai Oktober 2017 ini.

“Kita sedikit kena imbas di 2017 ini yaitu, jika di periode yang sama tahun sebelumnya (2016) ADM mampu menjual 1 juta 800 ribu unit dari berbagai jenis mobil. 2017 ini hanya mampu menjual 1 juta 60 ribu unit,” akunya. Namun demikian, pihaknya masih berharap sampai akhir tahun 2017 ini penjualan tidak akan terus menunjukkan penurunan. (fit)

Berita terkait
Pameran Otomotif GIIAS 2019 Dikunjungi 472.956 Orang
Pameran otomatif Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019 di ICE, BSD, Tangerang menyedot 472.956 pengunjung.
Motor Listrik Indonesia Gesits Dilirik Produsen Otomotif Dunia
Taiwan, Jepang, China datang ke Indonesia demi informasi motor listrik karya anak bangsa, Gesits.
Presiden Yakin Industri Otomotif Semakin Diminati Investor
Presiden Joko Widodo meyakini industri otomatif Indonesia akan semakin diminati investor dengan tingkat pertumbuhan mencapai lebih dari 10 persen pertahun.
0
Alasan Driver Ojol Aksi Mogok Makan di Yogyakarta
Sejumlah driver ojek online (ojol) dari Go Car dan Grab Car menggelar aksi mogok makan sejak Selasa, 22 Oktober 2019.