UNTUK INDONESIA
Efek Pelantikan Jokowi Terhadap Rupiah
Setelah pelantikan Jokowi nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank bergerak menguat.
Petugas menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang BNI. (Foto Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta - Setelah pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan bergerak menguat, Minggu, 20 Oktober 2019.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, usai pelantikan presiden, rupiah diprediksi menguat seiring dengan positifnya mata uang Asia.

Rupiah akan bergerak menguat di kisaran Rp14.120 per dolar AS sampai Rp14.140 per dolar AS.

"Pagi ini mata uang kuat Asia yen, dolar Hong Kong dan dolar Singapura dibuka menguat terhadap US dolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini," ujar Lana di Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019, seperti diberitakan Antara.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan lima tahapan besar yang menjadi perhatiannya dalam periode kedua kepemimpinannya, yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan kendala regulasi termasuk akan menerbitkan dua undang-undang besar, yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Kelima tahapan ini sebagai upaya meraih cita-cita di tahun 2045 dengan pendapatan per kapita mencapai Rp 320 juta, dengan Produk Domestik Bruto Nominal mencapai 7 triliun dolar AS, menjadi lima besar ekonomi dunia, dengan kemiskinan mendekati nol persen.

Dari eksternal, ekonomi China tumbuh 6 persen pada Kuartal III-2019, melambat dari 6,2 persen pada Kuartal II-2019, dan 6,4 persen pada Kuartal I- 2019. Kinerja tersebut dibawah ekspektasi konsensus 6,1 persen, dan terendah sejak Kuartal I-1992.

Perlambatan tersebut terjadi karena beberapa faktor diantaranya efek perang dagang AS-China selama 15 bulan terakhir, melemahnya permintaan global, dan kekawatiran terhadap pinjaman yang off-balance- sheet oleh pemerintah lokal.

"Diperkirakan ekonomi China masih akan melambat jika perang dagang dengan AS berlanjut. Kendati demikian perlambatan ekonomi China ini dianggap sedang menuju new normal," kata Lana.

Rupiah akan bergerak menguat, kata Lana, di kisaran Rp 14.120 per dolar AS sampai Rp 14.140 per dolar AS.

Pada pukul 10.01 WIB, rupiah menguat 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp 14.128 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp 14.148 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 14.132 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.140 per dolar AS. []

Berita terkait
Ma'ruf Amin Mewakili Jokowi Hadiri Penobatan Kaisar
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mewakili Presiden Joko Widodo bertolak ke Jepang untuk menghadiri acara Penobatan Kaisar Jepang Naruhito.
Mahfud MD Penuhi Panggilan Presiden Jokowi ke Istana
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD datang ke Istana Negara mengenakan kemeja putih 09.34, Senin, 21 Oktober 2019.
Pengamat Kecewa Pidato Jokowi Tidak Bahas Korupsi
Peneliti politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyayangkan Jokowi) tidak menyinggung persoalan korupsi dalam pelantikannya.
0
Pengakuan Kompol Sarponi Korban Bom Medan
Dua perwira yang bertugas di Polrestabes Medan, menjadi korban ledakan bom bunuh diri. Salah satunya, sempat tak sadar dirinya kena percikan bom.