Makassar, (Tagar 4/4/2019) - Dua anak Sekolah Menengah Atas (SMA) di Makassar melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di bawah pengawalan ketat petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Dua siswa tersebut merupakan warga binaan Lapas Kelas 1 Makassar.

Menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kota Makassar Budi Sarwono, untuk tahun 2019 ini, hanya dua orang siswa yang melaksanakan UNBK di bawah penjagaan kalapas. Mereka adalah RW (17) dan MV (17), keduanya berasal dari dua sekolah yang berbeda.

"Betul ada dua orang warga binaan yang ikut UNBK. Istilahnya mengawal ya, mendampingi dan mengawal tapi orangtuanya nomor satu yang berperan. Jadi orang tuanya datang ke sini (sekolah), berangkat sama petugas Lapas," kata Budi Sarwono melalui telepon selulernya, Kamis (4/4).

Budi menambahkan, kedua siswa tersebut terlibat dua kasus yang berbeda. RW tersandung kasus narkotika, sementara MV terlibat kasus pencurian. Keduanya warga binaan Lapas Kelas I Makassar itu masing-masing mendapat hukuman penjara satu tahun.

RW dan MV telah melaksanakan UNBK di dua tempat yang berbeda, sejak Senin-Selasa, 1-2 April 2019 dengan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.

Para narapidana itu pun kembali mengikuti UNBK pada Kamis (4/4), untuk mengerjakan soal Bahasa Inggris. Kemudian dilanjutkan dengan satu soal mata pelajaran jurusan yang diujikan pada Senin (8/4).

"Iya masih tercatat, kan ada keterangan dari Sekolahnya itu. Sampai tanggal 8 April tapi tidak tiap hari, ke duanya ujian di sekolah masing-masing, RW UNBK di SMA Yapip Gowa. Sementara MV di SMA LPP Makassar," terang Budi.

Walaupun mereka warga binaan lapas, namun kata Budi keduanya juga telah mendapat bimbingan khusus seperti mengerjakan soal tryout sebagai persiapan dalam keikutsertaan mereka sebagai perserta UNBK 2019. "Kedua siswa ini akan bebas tahun ini," tutupnya.

Baca juga: Sadis, Pelajar SMA Diperkosa dan Disekap Pemuda Sakau