UNTUK INDONESIA
Dongeng Merawat Imajinasi Anak
Gerakan Mampir Dongeng hadir memberikan motivasi bagi anak-anak di Sumatera Barat agar tumbuh besar dengan imanijasi.
Mampir Dongeng ketika hadir di depan puluhan anak-anak di biMBA AIUEO Perundam Siteba, Kota Padang, Sumatera Barat. (Foto: Tagar/Dok.Mampir Dongeng)

Padang - "Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan terbatas, imajinasi seluas langit dan bumi". Ungkapan bijak Albert Einstein itu menjadi fondasi lahirnya gerakan "Mampir Dongeng" di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Dongeng bukan berkhayal, tapi memupuk imajinasi anak-anak untuk bermimpi.

Selama ini, dongeng dianggap sebuah materi yang tidak perlu didengarkan. Ekstremnya, dongeng disebut kabar bohong karena mengisahkan peristiwa yang tidak pernah dan benar-benar terjadi.

"Kami pernah disebut menyampaikan kabar bohong. Padahal dongeng adalah karya," kata penggagas Mampir Dongeng, Robby W Riyodi, memulai perbincangan dengan Tagar, Rabu, 26 Februari 2020 malam.

Gerakan Mampir Dongeng lahir awal November 2019. Robby yang karib disapa Obe itu mengajak dua rekannya, Rori Maidi Rusdi dan M Riski, bergabung dalam komunitas literasi untuk anak-anak itu.

Mampir Dongeng hadir melestarikan cerita-cerita yang dianggap mampu membangkitkan semangat dan melahirkan kreativitas generasi muda. Sekaligus untuk mengeleminasi pandangan-pandangan negatif terhadap dongeng.

Menurut Obe, aktivitas mendongeng dan pendongeng di Sumbar semakin langka dan memang nyaris tidak ditemukan lagi. Padahal, dongeng merupakan sebuah aktivitas belajar santai, asik dan menyenangkan anak-anak, terutama murid PAUD, TK dan SD.

Mendongeng salah satu cara terbaik meningkatkan hasrat keingin tahuan anak-anak. Konsep ini juga diterapkannya dalam membina literasi di Ruang Baca Tanah Ombak yang sudah berdiri sejak 2015 di Kota Padang.

"Mampir dongeng ini lahir karena aktivitas saya di Tanah Ombak. Seringkali di taman bacaan Tanah Ombak kami membacakan buku (read aloud) untuk anak-anak," kata lelaki yang juga penggagas di Tanah Ombak itu.

Menurut lelaki 29 tahun itu, kedekatan adalah kunci dalam setiap pembelajaran yang akan diberikan kepada anak. Mendongeng cara ampuh membawa anak-anak larut dalam materi pembelajaran. Mereka fokus menikmati setiap materi karena diselingi dengan lelucon yang memancing ide kreativitas.

Secara tidak sadar, kata Obe, sejak dalam kandungan hingga dewasa, manusia tumbuh besar dari cerita ke cerita. Baragam cerita terdahulu yang bahkan tidak diketahui kebenarannya mampu memotivasi perjuangan hidup. Agama pun mengajarkan banyak pelajaran hidup dari cerita-cerita kebaikan.

Mampir dongengMampir Dongeng ketika memberikan semangat di depan ratusan anak-anak SD Pembangunan UNP, Kota Padang, Sumatera Barat. (Foto: Tagar/Dok.Mampir Dongeng)

"Dongeng bukan berkhayal, tapi memupuk imajinasi anak-anak untuk bermimpi. Kadang kala, mimpilah yang menggerakan kehidupan mereka selanjutnya," katanya.

Selain menyenangkan, pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah dongeng mudah diserap dan ditangkap anak-anak. "Mampir dongeng berusaha menjemput dan merawat imanijasi anak-anak, agar tumbuh dengan mimpi-mimpi besar untuk meraih cita-cita," tuturnya.

Keliling Kampung Tanpa Mematok Tarif

Obe mengaku masih heran dengan pandangan yang mengklaim dongeng sebuah kebohongan. Padahal, selain dongeng itu adalah karya, untuk menyampaikannya pun pemateri harus membaca banyak buku. Setelah itu, disajikan dengan ragam yang lebih simpel dan menarik.

Dongeng penting untuk meransang imajinasi anak. Banyak hari ini aktivitas anak yang justru mengekang imajinasi.

Bermodalkan kepercayaan diri dan pengalaman menjadi sutradara teater, Obe pun kerap menyajikan dongeng dengan teaterikal. Ada juga diiringi musikal, menggunakan media boneka dan sebagainya.

"Ada proses kreatif yang luar biasa dibalik sebuah pertunjukan dongeng. Kami harus latihan, belajar ini dan itu dulu untuk menyempurnakan pertunjukan agar anak-anak tidak bosan. Adakah pertunjukan kebohongan yang dipersiapkan sebegitu susah payah," tuturnya.

Meski baru berusia seumur jagung, Mampir Dongeng telah menyasar ratusan anak-anak di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar. Di antaranya, Padang, Bukittinggi, Agam, Solok, dan Tanah Datar. Bahkan, sudah ada permintaan untuk mendongeng untuk anak-anak di Provinsi Jambi dan Riau.

"Ada permintaan di luar daerah Sumbar, tapi kami masih pertimbangan soal itu," bebernya.

Mampir Dongeng pertama kali tampil di depan ratusan anak di Komplek Graha Bungo Pasang, Tunggul Hitam, Kota Padang. Setidaknya hari ini, ada 5 orang relawan yang siap terjun ke lapangan kapan pun undangan mendongeng mereka terima.

"Harinya bebas. Bisa di sekolah, di kampung-kampung, taman bacaan, perpustakaan dan sebagainya," katanya.

Mampir Dongeng juga tidak mematok tarif jika sasarannya untuk kegiatan sosial anak-anak. Tarif hanya akan dibuatnya jika yang berkeinginan mendatangkan Mampir Dongeng itu adalah sebuah iven atau promosi suatu produk.

DongengMampir Dongeng hadir di Balai Baca Rumah Bako, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Foto: Tagar/Dok.Mampir Dongeng)

Berjalan dengan keikhlasan dan bayaran seadanya, Mampir Dongeng kerap mendapat uluran tangan-tangan dermawan yang membantunya agar tetap eksis. "Kami dipertemukan dengan banyak orang baik yang mendukung secara moral dan materil untuk kreativitas anak-anak ini," katanya.

Mampir Dongeng gerakan yang yang didesain untuk menghampiri anak-anak di mana pun berada, khususnya tentu di wilayah Sumbar. Selain berbagi cerita dan kebahagiaan, dongeng termasuk sarana untuk mengajarkan nilai-nilai yang baik dan mengokohkan karakter anak.

"Dongeng penting untuk meransang imajinasi anak. Banyak hari ini aktivitas anak yang justru mengekang imajinasi," katanya.

Ke depan, Obe berharap Mampir Dongeng terus mendapat tempat di hati masyarakat, terutama anak-anak. Dengan begitu, kebiasaan mendongeng akan tetap terawat dari masa ke masa. Anak-anak pun kian terasah berimajinasi dan memulai mimpi besar dari sebuah cerita.

Salah seorang guru TK di Kota Padang, Ira mengatakan dongeng cukup ampuh mengalihkan ketidak fokusan anak dalam menerima pelajaran. Apa pun materi pembelajaran yang disampaikan, bisa diterima dengan gaya bercerita.

"Anak-anak tentu ingin yang menarik, tidak monoton. Teaterikal dalam memberitahukan sesuatu sangat berpengaruh terhadap fokus anak," katanya.

Menurutnya, Mampir Dongeng mengambil segmen paling sentral dari pendidikan dasar seorang anak. Sebab, tidak bisa dipungkiri, keinginan seorang anak untuk belajar ditentukan dengan cara dan pola pengajaran itu sendiri.

"Dongeng bukan khayalan. Justru dongeng mampu melatih penajaman pola pikir anak dalam menilai dan membayangkan sesuatu," tuturnya.

Begitu juga tanggapan seorang guru di biMBA AUIDEO Perundam Siteba, Kota Padang, Rossa. Menurutnya, mendongeng mampu merangsang anak-anak lebih aktif dan tertarik terhadap sebuah pembelajaran. Sebab, mereka menerima pemaparan dongeng dengan senang dan ceria.

"Anak-anak ceria dan senang. Ini sebuah langkah positif yang harus terus disajikan," kata Rossa yang pernah mendatangkan Mampir Dongeng ke biMBA AUIDEO Perundam Siteba, beberapa waktu lalu.

Apalagi untuk anak-anak usia PAUD dan TK, kata Rossa, mereka sangat membutuhkan semangat untuk belajar membaca. Mendongeng salah satu cara terbaik untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Sebab, anak-anak penasaran dengan cerita sesuatu setelah dipaparkan dengan gaya menarik.

"Mendongeng mampu meningkatkan minat baca anak-anak. Semoga Mampir Dongeng bisa terus tumbuh dan menularkan semangat minat baca kepada anak bangsa," tuturnya. []

Berita terkait
Hari Terburuk Benni Kehilangan 5 Anggota Keluarga di Makassar
Lima peti jenazah berjejer rapi di dalam ruangan di rumah duka di Makassar. Kain satin putih melapisi peti-peti tersebut.
Bocah Cilik di Sibolga Melawan Penyakit Aneh
Seorang bocah TK di Kota Sibolga memiliki penyakit aneh pada bagian kakinya.
Danang, Pemancing Tegal yang Tidak Takut Setan
Seorang warga Tegal menghayati benar hobi memancingnya. Kerap memancing selama sebulan tapi tak pernah diganggu setan. Seperti apa ceritanya?
0
Dampak Corona, Bank Apresiasi Pelonggaran Kebijakan
Pelaku industri perbankan merespon positif pelonggaran kebijakan pada sektor finansial pasca merebaknya virus corona jenis COVID-19.