DLHK Depok Imbau Warga Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem

Kondisi cuaca ekstrem juga bisa menyebabkan terjadinyabencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: Tagar/Pixabay)

Jakarta - Cuaca buruk belakngan ini terjadi di Kota Depok, Jawa Barat. Karena itulah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mengimbau warga untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem, termasuk kemungkinan pohon tumbang saat terjadi angin kencang untuk menghindari terjadinya korban akibat cuaca buruk ini.

"Waspada cuaca ekstrem yang akan terjadi beberapa hari ke depan karena berpotensi membuat pohon tumbang," kata Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok, Indra Kusuma di Kota Depok, Selasa, 2 Oktober 2021

Indra menambahkan, kondisi cuaca ekstrem juga bisa menyebabkan terjadinyabencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah menyampaikan peringatan dini berkenaan dengan potensi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.

Menurut prakiraan BMKG, selama periode 31 Oktober sampai 6 November 2021 terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi turun di wilayah Indonesia. []


Baca Juga 








Berita terkait
Tanda-Tanda Cuaca Ekstrem Mulai Dirasakan di Jabodetabek
Dalam sepekan ke depan, hampir sebagian wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
BMKG : Waspadai Cuaca Ekstrim di Masa Pancaroba
Curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Masa Peralihan Musim
BMKG imbau masyarakat untuk waspada potensi cuaca ekstrem di masa peralihan (pancaroba) dari musim kemarau ke musim hujan
0
IHSG Diprediksi Menguat Awal Pekan November 2021
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bakal menguat pada awal pekan mengikuti kenaikan bursa saham global.