UNTUK INDONESIA
Distan Semarang Temukan Jeroan Kurban Tak ASUH
Dinas Pertanian Kota Semarang menemukan jeroan tak ASUH dari 48 hewan kurban. Jeroan itu dibuang, tidak dibagikan ke warga.
Petugas Dinas Pertanian (Distan) Kota Semarang memeriksan organ dalam atau jeroan hewan korban. Dari pemeriksaan selama dua hari, ditemukan 48 jeroan yang tak layak konsumsi. (Foto: Distan Kota Semarang)

Semarang - Dinas Pertanian (Distan) Kota Semarang, Jawa Tengah, menemukan puluhan jeroan hewan kurban yang tidak layak konsumsi. Panitia kurban langsung diminta untuk tidak membagikan jeroan itu ke masyarakat.

Kepala Distan Kota Semarang Hernowo Budi Luhur Hernowo menuturkan setidaknya ada 48 jeroan atau organ dalam dari hewan kurban yang tidak memenuhi persyaratan aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). 

"Karena memang tidak layak konsumsi, jadi dibuang," tuturnya kepada Tagar, Sabtu malam, 1 Agustus 2020.

Jeroan-jeroan itu didapati dari hewan ternak jenis sapi, kerbau, domba dan kambing"Tersebar merata di sejumlah wilayah di Kota Semarang yang menggelar pembagian atau penyembelihan kurban," ujar dia.

Rata-rata di sapi, sekitar 90 persen, sisanya kambing dan kerbau ada satu temuan.

Puluhan jeroan itu merupakan bagian pemeriksaan yang dilakukan Distan Kota Semarang di 297 titik selama dua hari perayaan Idul Adha, Jumat, 31 Juli dan Sabtu, 1 Agustus 2020. Ada 1.052 sapi, dua kerbau, 34 domba dan 3.081 kambing yang diperiksa kualitas jeroannya.

"Mayoritas temuan dari hewan kurban sapi, dengan kasus cacing hati," ujar dia.

Menurut Hernowo temuan jeroan tak layak konsumsi ini sebenarnya hal biasa di tiap kegiatan masyarakat di perayaan kurban maupun aktivitas lain terkait mengkonsumsi hewan ternak. 

"Ya karena memang kesehatan organ dalam tidak bisa dipastikan dari luar atau hanya diperiksa secara fisiknya," ujar dia.

Dari pantauan Distan, kesadaran masyarakat untuk mengenali daging maupun jeroan tak layak sudah meningkat pesat seiring intensnya sosialisasi dan keterbukaan era informasi. Termasuk cara pengemasan daging dan jeroan yang tidak dijadikan satu dalam sebuah tempat.

"Masyarakat sudah banyak yang tahu kalau jeroan dan daging itu dipisah, tidak dijadikan satu dalam sebuah wadah. Agar daging tidak tercemar bau dari jeroan dan lebih higienis. Selain itu, idealnya jeroan direbus dulu sebelum dibagikan," tutur dia.

Sebelumnya, Distan juga sudah melakukan pemantauan kesehatan ternak jauh hari sebelum Idul Adha. Tak hanya dari sisi kesehatan, petugas mengecek syarat syariat hewan kurban, seperti cukup umur dan tidak cacat. 

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distan Kota Semarang drh Adityani Triyuli Astuti menambahkan pihaknya menerjunkan sekitar 20 petugas untuk memeriksa dan memantau kegiatan penyembelihan hewan kurban. Mayoritas jeroan tak sehat ditemukan di sapi.

"Rata-rata di sapi, sekitar 90 persen, sisanya kambing dan kerbau ada satu temuan," kata dia.

Baca juga: 

Dari temuan tersebut, cacing hati atau cisticercus mendominasi jeroan yang tak layak konsumsi. Kemudian ada juga pneumoni atau TBC-nya hewan ternak, bunostomum atau cacing di lambung, limpa hiperemi atau pendaran di limpa, clostridium atau limpa membesar, dan radang di ginjal.

"Jeroan-jeroan tak layak konsumsi ini tidak dibagikan, langsung dibuang oleh panitia kurban. Jadi dijamin yang dibagikan ke warga sudah sesuai asas ASUH," ucap dia.

Pemeriksaan daging dan jeroan kurban masih berlanjut pada Minggu, 2 Agustus 2020. Sebab masih ada sejumlah masjid atau tempat yang menggelar penyembelihan dan pembagian kurban. 

"Salah satunya di masjid di wilayah Sarirejo, Semarang Timur. Pihak panitia menghubungi kami untuk memeriksa kelayakan jeroan kurban yang akan dibagi," tutur Yuli, sapaan akrabnya. []

Berita terkait
Sapi Pemakan Sampah di TPA Semarang Tak Layak Kurban
Distan Kota Semarang menyatakan sapi yang dilepasliarkan di TPA Jatibarang tak layak untuk dijadikan hewan kurban. Apa alasannya?
Wali Kota Semarang Temukan Hati Sapi Bercacing
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan pemeriksaan kelayakan daging sapi, ditemukan hati sapi rusak karena cacing
Hasil Pemeriksaan Hewan Kurban Distan Semarang
Dinas Pertanian Semarang melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan pedagang jelang Idul Adha.
0
Distan Semarang Temukan Jeroan Kurban Tak ASUH
Dinas Pertanian Kota Semarang menemukan jeroan tak ASUH dari 48 hewan kurban. Jeroan itu dibuang, tidak dibagikan ke warga.