Dinas Imigrasi Amerika Tak Tahan Imigran Hamil Tanpa Dokumen

Pemerintah Biden umumkan sedapat mungkin akan berupaya untuk tidak menahan imigran yang sedang hamil, menyusui atau pasca-persalinan tanpa dokumen
Beberapa perempuan imigran Honduras, bersama anak-anak mereka, menunggu proses permohonan suaka di fasilitas imigrasi AS di La Joya, Texas (Foto: Dok/voaindonesia.com/Reuters).

Jakarta – Pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, hari Jumat, 9 Juli 2021, mengumumkan bahwa sedapat mungkin akan berupaya untuk tidak menahan imigran yang sedang hamil, menyusui atau pasca-persalinan tanpa dokumen.

Badan Urusan Imigrasi & Bea Cukai ICE (US Immigration & Customs Enforcement) merilis pernyataan yang mengatakan kebijakan itu mengakui waktu yang dibutuhkan untuk perkembangan bayi dan ikatan orang tua dan anak mereka. Kebijakan ini membalikkan aturan era Trump yang memungkinkan petugas ICE menahan imigran dalam situasi khusus tersebut.

Penjabat Direktur ICE, Tae D. Johnson, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perempuan hamil dan mereka yang baru saja melahirkan memiliki “kebutuhan unik” dan ICE tidak akan menahan mereka kecuali “pembebasan mereka dilarang oleh aturan hukum atau ada keadaan luar biasa.”

para imigranPara imigran dari Amerika Tengah yang ditolak di AS tidur di Reynosa, Meksiko, 27 Maret 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP).

“Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk memperlakukan semua individu dengan hormat dan bermartabat, sambil tetap menegakkan aturan hukum negara kita,” ujar Johnson.

Di bawah pemerintahan Obama, ICE umumnya membebaskan perempuan hamil dari tahanan imigrasi. Lewat pernyataan hari Jumat itu, pemerintahan Biden memperluas kebijakan tersebut dengan memasukkan perempuan yang baru melahirkan pada tahun sebelumnya dan perempuan menyusui, yang seringkali membutuhkan waktu lebih dari satu tahun.

Pendukung imigrasi menyambut baik pengumuman itu tetapi mencatat bahwa arahan itu membedakan antara proses deportasi dan proses pidana untuk kejahatan terkait keimigrasian, yang berarti dalam beberapa keadaan tertentu perempuan hamil masih dapat ditahan.

Eunice Cho, salah seorang staf pengacara di National Prison Project of the American Civil Liberties Union ACLU mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengumuman itu adalah “langkah ke arah yang benar,” tetapi masih perlu “pengawasan yang kuat terhadap fasilitas penahanan.” “Langkah ini membawa kita lebih dekat pada perlakuan yang lebih manusiawi oleh ICE terhadap orang-orang yang hamil, baru melahirkan atau sedang menyusui,” ujar Cho.

anak-anak imigran amerika tengahAnak-anak migran dari Amerika Tengah di tempat hunian sementara, Leona Vicario di Ciudad Juarez, Meksiko, sebelum diproses permohonan suaka di AS, 26 Februari 2021 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Dalam pernyataan hari Jumat, ICE mengatakan “dalam kondisi tertentu di mana penahanan perlu dan layak dilakukan, ICE memberikan perawatan kesehatan dan kesejahteraan, termasuk penahanan reguler dan evaluasi ulang kondisi medis, memastikan perawatan pra dan/atau pasca kelahiran yang tepat, dan perawatan kesehatan medis dan mental lainnya.”

Sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin badan itu, ICE menawarkan tes kehamilan bagi mereka yang ditahan. Menurut kebijakan itu perempuan yang tahu bahwa mereka hamil setelah tes tersebut, “umumnya” harus dibebaskan dari tahanan.

Sebagai tambahan atas pengumuman ICE Itu, anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri tahun fiskal 2022 itu memiliki ketentuan yang membatasi penahanan perempuan hamil (em/pp)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Kebijakan Baru Imigrasi Amerika Ada Harapan dan Kekhawatiran
Ribuan imigran dari Amerika Latin dan kawasan lain kini mencari suaka dan berharap diizinkan masuk ke Amerika Serikat
RUU Imigrasi Tumpuan Harapan 11 Juta Imigran Jadi WN Amerika
RUU imigrasi yang baru yang diperkenalkanke Presiden Joe Biden akan memungkinkan 11 juta imigran gelap jadi WN Amerika
0
Dinas Imigrasi Amerika Tak Tahan Imigran Hamil Tanpa Dokumen
Pemerintah Biden umumkan sedapat mungkin akan berupaya untuk tidak menahan imigran yang sedang hamil, menyusui atau pasca-persalinan tanpa dokumen