Dilema Jokowi Seperti Don Vito Corleone Godfather

Jokowi merasakan dilema seperti Don Vito Corleone dalam film terbaik sepanjang masa, Godfather (1972).
Don Vito Corleone dalam film The Godfather (1972). (Foto: History of Cinema)

Jakarta - Di balik pro dan kontra pencalonan anak (Gibran Rakabuming Raka) dan menantu (Bobby Nasution) Presiden Jokowi di ajang Pemilihan Kepala Daerah 2020 tersirat bergulirnya kekuasaan (suksesi) menarik untuk dicermati. Setiap kali berlaku suksesi mau tidak mau orang menoleh pada seorang tokoh bernama Don Vito Corleone dalam sebuah film terbaik sepanjang masa, The Godfather (1972).

Meskipun cerita The Godfather berlatar belakang dunia hitam (mafia) namun suksesi di keluarga Corleone sangat dekat dengan keluarga berlatar belakang lainnya, baik itu pengusaha, politisi, birokrat, dan bahkan masyarakat biasa. Setiap ayah yang melihat film yang dibesut oleh sutradara legendaris Francis Ford Coppola itu akan sangat merasakan kedekatannya dengan karakter sang Godfather atau Don, yaitu Vito Corleone.

Dalam film itu Vito Corleone merasakan dilema saat anak-anaknya tumbuh dewasa dan mulai sulit diatur. Itu sangat kontras dengan kemampuan Vito dalam menangani mafia lain. Di kalangan dunia hitam New York Vito sangat berpangaruh dan ditakuti sekaligus dihormati. Namun di mata anak-anaknya, dia tidak lebih sebagai bapak penyayang yang membuat anak-anaknya tidak takut kepadanya.

Saat suksesi, Vito bingung siapa anaknya yang pantas mendapat mandat atas kehormatan keluarga Corleone. Anak pertamanya, Sonny, sangat brutal dan penggemar selingkuh. Anak keduanya, Fredo, sangat lemah dan tidak punya pendirian yang tidak bisa membelanya saat mendapat celaka. Anak ketiganya, Connie, menikah dengan Carlo yang nampaknya tidak bisa dipercaya. Sedangkan si bungsu Michael tidak tertarik dengan bisnis hitam keluarga. Pada akhirnya Michael harus memikul tanggung jawab dengan cara yang tidak semua orang senang.

Bahkan dalam versi novel The Godfather yang ditulis Mario Puzo dijelaskan bahwa Vito Corleone justru menghadapi hambatan terbesar bukan dari musuh-musuhnya melainkan dari dalam rumahnya, yaitu anak-anaknya. Dan hambatan itu justru memicu ke konflik yang lebih tajam antara keluarga Corleone dengan keluarga mafia lain di New York.

Kalau dinasti politik, saya sudah minta menjadi menteri.

Godfather 1972Don Vito Corleone dan anak-anaknya dalam film The Godfather (1972). (Foto: scrapsfromtheloft)

Vito Corleone dan Jokowi

Pencalonan Gibran sebagai calon Wali Kota Solo dan Bobby Nasution sebagai calon Wali Kota Medan pada Pilkada 2020 sedikit banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Bahkan suara-suara sumbang juga muncul di kubu pro Jokowi karena sedari awal mereka menilai poin penting mereka memilih Jokowi adalah karena Jokowi tidak memberikan kemudahan akses bagi kehidupan anak-anaknya. Mereka dibiarkan menjadi pengusaha kuliner yang bisa terbilang skala kecil.

Dan kini saat anak dan menantu Jokowi maju di Pilkada 2020, Mereka menganggap Jokowi sudah mulai takluk dengan keinginan anak-anaknya untuk meraih kekuasaan politik. Jokowi tidak ubahnya Vito Corleone yang mulai kesulitan mengatur perilaku anak-anaknya yang beranjak dewasa dan berperilaku sesuai kehendak mereka.

Sukatmo, 49 tahun, seorang warga Cawang Jakarta Timur yang pro Jokowi sejak menjadi gubernur DKI menganggap presiden pujaannya itu lemah di periode kedua ini (2019-2024).

"Dulu sih memang bagus. Jalan-jalan bagus, kerja juga bagus, keluarga dan anak-anaknya baik. Tapi di periode yang sekarang ini jadi makin lemah. Itu KPK jadi lemah. Anak-anaknya mau dijadiin wali kota," katanya bersungut-sungut.

Hal serupa juga muncul di media sosial. Ramadhan Syukur, seorang jurnalis pengguna Facebook yang pro Jokowi dan cukup banyak memiliki pengikut, menulis di lamannya, "Seperti kebanyakan orang tua pada umumnya, Jokowi akhirnya juga gak kuasa melarang anaknya untuk gak mengganggu kerja bapaknya." Postingan tersebut juga dikomentari warganet dengan pro dan kontra.

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menyatakan dia tidak memanfaatkan aji mumpung bapaknya.

"Mungkin orang bilang dinasti politik. Saya ini ikut kontestasi. Bisa dipilih bisa tidak. Kalau dinasti politik, saya sudah minta menjadi menteri," ujar Gibran Rakabuming di Hotel Balairung, Jakarta Pusat, Minggu 10 November 2019.

Gibran dan Bobby bisa saja menang dan bisa saja kalah, namun sepanjang kontestasi Pilkada 2020 mau tidak mau Jokowi tetap berada di hiruk-pikuk pesta demokrasi tersebut, baik secara langsung atau tidak. Seperti Vito Corleone yang masih aktif memberi mandat pada Michael di masa tuanya.

Hingga saat ini The Godfather masih dianggap film terbaik sepanjang sejarah. Film ini mendapat nilai sempurna di beberapa situs film bergengsi, di antaranya yaitu 9,2 dari IMDB (Internet Movie Data Base) dan 98 persen dari Rotten Tomatoes. []

Baca juga:

Berita terkait
Tenet Jadi Film dengan Biaya Termahal di Dunia
Film Tenet karya sutradara Christopher Nolan disebut-sebut menjadi film dengan anggaran biaya produksi termahal di dunia.
Kaum Milenial Amin KAPT Nobar Film Naga Bonar Reborn
Kaum milenial di Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (Amin KAPT) menggelar acara nonton bareng (nobar) Film Naga Bonar Reborn.
Sinopsis Film Si Manis Jembatan Ancol 2019
Film Si Manis Jembatan Ancol 2019 berkisah tentang cerita rakyat mengenai arwah perempuan bernama Maryam yang mati penasaran.