UNTUK INDONESIA
Diduga Lakukan Transaksi Mencurigakan Berau Coal, Ini Daftar Perusahaan Sandiaga Uno
Sandiaga Uno masuk dalam laporan investigasi LSM internasional Global Witness. Ini daftar perusahaannya.
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) menyapa pendukungnya saat kampanye nasional Sandiaga Menyapa Bekasi, di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019). (Foto: Tagar/Risky Andrianto).

Jakarta, (Tagar 4/4/2019) - Nama calon wakil presiden Sandiaga Uno masuk dalam laporan investigasi LSM internasional Global Witness. Dia dituding memperoleh keuntungan lewat pembayaran-pembayaran mencurigakan dari sebuah perusahaan batu bara Indonesia, kepada sebuah perusahaan tak dikenal. Lalu apa saja bisnis pengusaha ini?

Sebelum memutuskan untuk aktif di kancah politik praktis, Sandiaga Salahuddin Uno dikenal sebagai pengusaha muda dengan sejumlah bisnis di berbagai bidang. Dia bahkan masuk dalam daftar orang terkaya di posisi ke-85 pada tahun 2018.

Berikut Tagar News rangkumkan perusahaan-perusahaan Sandiaga Uno:

1. PT Saratoga Investama Sedaya TBK

Bersama dua anak pendiri Astra William Soeryadjaya, yakni Edwin Soeryadjaya dan Michael Soeryadjaya, Sandi membangun perusahaan investasi Saratoga Investama.

Namun pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, 10 Juni 2015, ia resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Sandi melepaskan berbagai jabatan di beberapa perusahaan tersebut, karena ingin fokus pada tugas barunya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dipimpin oleh Prabowo Subianto

Saratoga merupakan perusahaan yang mengelola investasi sejumlah perusahaan, hingga bisa merambah ke banyak sektor usaha melalui berbagai perusahaan yang bekerja sama dengan mereka.

Saratoga juga menjadi perusahaan holding untuk berinvestasi ke perusahaan-perusahaan besar milik mereka lainnya.

2. PT Adaro Energy Tbk

Antara lain PT Adaro Energy TBK, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang energi, khususnya batu bara. Perusahaan ini mampu bertahan ketika menghadapi situasi buruk dunia bisnis batu bara pada tahun 2014 silam.

Tidak hanya mampu bertahan, di tahun yang buruk itu Adaro berhasil memproduksi batu bara hingga 56,2 juta ton, dengan penjualan 3,3 milliar dollar dan keuntungan mencapai 183,5 juta dollar, atau senilai lebih dari 2 triliun rupiah.

3. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

Saratoga juga berinvestasi pada perusahaan di sektor telekomunikasi, yakni PT Tower Bersama Infrastructure Group (TBIG). TBIG merupakan salah satu perusahaan pembangun menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. 

Pada tahun 2014, penghasilan perusahaan ini mencapai 2,7 trilliun dan menjadi perusahaan yang memiliki pertumbuhan sangat pesat, yakni 20%an per tahun.

4. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPM) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor otomotif dan pembiayaan kendaraan bermotor. MPM memiliki pangsa pasar di sepeda motor ritel, komponen sepeda motor, minyak pelumas, distribusi sepeda motor, dan menjadi induk MPM Finance, yang merupakan penyedia jasa pembiayaan sepeda motor

5. PT Lintas Marga Sedaya

Di sektor infrastruktur, Saratoga berinvestasi di  PT Lintas Marga Sedaya (LMS). Perusahaan ini merupakan pemegang konsesi jalan tol Cikopo-Palimanan atau Cipali.

Mengutip laman situs perusahaan, PT Saratoga Investama Sedaya TBK dimulai dan dijalankan Sandiaga Uno bersama rekan-rekannya, ketika dia terkena dampak krisis moneter tahun 1997 silam. 

Saratoga kemudian resmi masuk pasar modal Indonesia dengan mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada tahun 2013 lalu.

Pada tahun 2016, perusahaan milik Sandiaga Uno ini menyumbangkan dividend sebesar 401 milliar ke pemegang saham. Di perusahaan ini, Sandi diketahui memiliki 27,7% saham.

6. PT Gilang Agung Persada

Saratoga menanamkan investasi di PT Gilang Agung Persada (GAP) pada tahun 2014, dengan membeli 4,17% saham di perusahaan yang bergerak di bidang busana tersebut. Nilai investasi yang ditanamkan, mencapai angka senilai USD 5 juta.

7. PT Recapital Advisors

Saat krisis moneter menghempas Indonesia pada tahun 1997 silam, Sandiaga Uno yang pengangguran mencoba melamar pekerjaan di banyak perusahaan dan gagal. Dia lalu mengubah cara pandang dan beralih menjadi pengusaha.

Bersama teman semasa SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani, Sandiaga membangun sebuah perusahaan penasihat keuangan PT Recapital Advisors. Perusahaan ini kemudian tumbuh besar dan memiliki beberapa anak perusahaan.

Melansir situs bloomberg.com, anak-anak perusahaan PT Recapital Advisors bergerak di bidang asuransi jiwa dan perbankan. Recapital didirikan tahun 1997 dengan basis di Jakarta dan saat ini merupakan anak usaha dari PT Renaissance Capital Asia, dengan posisi eksekutif utama ditempati oleh Thomas Warren Shreve selaku CEO dan Sandiaga sebagai Co-Founder.

Selain PT Saratoga Investama Sedaya TBK dan PT Recapital Advisors, Sandiaga Uno diketahui masih memiliki banyak perusahaan lain. Diantaranya ada PT Provident Agro Tbk yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan PT Medco Power Indonesia, yang merupakan perusahaan listrik dengan energi panas bumi yang diinvestasikan diinvestasi oleh Saratoga dan Medco Energy. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Petinggi KPK: Kalau SIM Tidak Lulus Jangan Nyogok
Wakil Ketua KPK mengajak masyarakat sama-sama memberantas korupsi dengan cara sederhana misalnya ketika gagal dalam ujian SIM jangan nyogok.