UNTUK INDONESIA
Dian Pramana Putra Sebelum Meninggal, Menangis Dalam Pelukan Deddy Dhukun
'Tadi waktu saya besuk dia, saya peluk dia, dia nangis, dia bilang terima kasih om Deddy banyak bantu saya.' - Deddy Dhukun
Dian Pramana Putra (kanan) dan Deddy Dhukun. (Foto: YouTube)

Jakarta, (Tagar 27/12/2018) - Musisi Dian Pramana Putra meninggal dunia pada hari Kamis sekitar pukul 20.50 WIB, setelah berjuang melawan penyakit kanker darah yang dideritanya.

Kabar meninggalnya musisi berusia 57 tahun tersebut beredar melalui pesan singkat yang diterima oleh awak media.

"Innalilahi wa inna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia salah satu musisi Indonesia Dian Pramana Putra bin Hadi Suwito pada hari ini 27/12/2018 ; jam 20.50 WIB," bunyi pesan singkat tersebut.

Kabar meninggalnya Dian Pramana Putra dibenarkan oleh sahabatnya sekaligus rekan duet dalam duo grup 2D, Deddy Dhukun.

Baca juga: Saat-saat Terakhir Dian Pramana Putra

Deddy mengatakan sahabatnya itu meninggal di rumahnya, usai sebelumnya dirawat di rumah sakit.

"Tadi dia minta pulang ke rumah. Harusnya enggak boleh pulang kan, masih diinfus (tapi) dia minta pulang. Akhirnya keluarganya mengiyakan dia pulang. Sampai rumah jam 08.00 WIB lewat meninggal. Ternyata dia memang jalannya begitu," kata Deddy mengutip kantor berita Antara.

Deddy menambahkan, sebelum meninggal, sahabatnya itu sempat menangis dipelukannya dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah dia berikan kepada musisi kelahiran Medan, 2 April 1961 itu.

"Tadi waktu saya besuk dia, saya peluk dia, dia nangis, dia bilang terima kasih om Deddy banyak bantu saya. Nangis dia," kata Deddy.

Saat ini jenazah Dian Pramana Putra tengah disemayamkan di rumah duka, jalan Tebet Barat VI H No 3, Tebet, Jakarta Selatan.

Nama Dian Pramana Putra melambung di era 80an setelah dirinya bersama Deddy Dhukun membentuk duo grup 2D. Sepanjang perjalanan karirnya, 2D telah merilis empat album, yakni Keraguan, Masih Ada, Sebelum Aku Pergi, dan Peluklah Diriku.

Sebelumnya Dian juga pernah membentuk trio bernama K3S, bersama Deddy Dhukun dan Bagus A. Ariyanto. []

Berita terkait
0
Trotoar Jakarta Dipakai Pedagang Ganggu Disabilitas
Trotoar yang dipasang guiding block untuk kaum disabilitas ternyata masih ada yang disalahgunakan sebagai tempat berdagang dan jalan pintas pemotor