UNTUK INDONESIA

Denny Siregar dan Cerita Menarik di Balik Syuting Film Marley

Denny Siregar, perjalanan kariernya kini sampai pada pembuat film Marley, sebuah film dengan seekor anjing sebagai pemeran utama. Ini ceritanya.
Denny Siregar dan seekor anjing putih pemeran Marley dalam film Marley. (Foto: Tagar/Facebook/Denny Siregar)

Jakarta - Pegiat media sosial Denny Siregar yang juga dikenal sebagai penulis buku, influencer, kini mempunya kesibukan baru yang mengasyikkan, mimpi sejak lama, yaitu membuat film. Itu kini bukan sebatas mimpi. Denny melakukan langkah-langkah hingga sampai tahap syuting film Marley. Denny Siregar - Produser Eksekutif film Marley, sebuah film dengan pemeran utama seekor anjing bernama Marley.

Berikut bincang-bincang Tagar dengan Denny Siregar tentang film Marley, Senin, 2 November 2020.


Sejak kapan syuting film Marley dimulai?

Syuting baru dimulai Senin ini (2 November 2020). Tapi yang menarik sebenarnya sebelum syuting ini, terutama pencarian aktor utama. Yang pertama aktor anjing. Setengah mati cari anjing yang bisa diatur untuk syuting. Akhirnya kita menyerah, kita cari konsultan anjing. Dari dia kita dapat beberapa anjing dan kita pilihlah jenis Pitbull bernama Becky. Pitbull dikenal sebagai anjing ganas, tapi kebetulan Becky ini sudah jinak. Jadilah dia diputuskan sebagai aktor utama anjing yang kita namakan Marley, sekaligus nama itu sebagai judul film.

Yang kedua, aktor utama pria sahabatnya si Marley. Susah juga cari aktor utama pria untuk Marley. Karena kita enggak mau dapat aktor yang sudah biasa dengan anjing. Kita mau cari aktor yang belum pernah pegang anjing, supaya perannya bisa natural dan maksimal. Akhirnya ketemu aktor bernama Tengku Tezi. Tezi ini seorang muslim yang taat. Pemikirannya tentang anjing, sama dengan banyak muslim lainnya bahwa anjing itu binatang najis.


Film MarleySyuting Film Marley. (Foto: Tagar/Facebook/Denny Siregar)


Kita tantang, "Mau enggak kamu selama sebulan tidur sama anjing, makan sama anjing?" Dia mau dan merasa tertantang. Awalnya lucu, dia takut sama anjing. Lama-lama dia berani dan bahkan jadi dekat dengan Becky. Mereka benar-benar jadi sahabat di belakang layar. Bahkan Becky sedih dan mencari-cari Tezi ketika dia pulang. Tengku Tezi dulu pemain Ganteng Ganteng Srigala. Dia benar-benar totalitas untuk film Marley ini.

Kesulitan yang terakhir memang adalah tidak mudah membuat film tentang anjing. Hari pertama saja kita take gambar beberapa kali, karena enggak gampang memang mengatur anjing di sebuah film. Itu mungkin yang membuat tidak ada orang yang mau membuat film pakai anjing atau binatang lain. Kesulitannya tingkat tinggi. Untung orang-orang di belakang layarnya profesional dan mereka mendapat tantangan untuk bikin film dengan binatang. Bahkan crew sekarang dekat dengan Becky.


Film MarleySyuting Film Marley. (Foto: Tagar/Facebook/Denny Siregar)


Syuting film Marley dilakukan di mana saja?

Kita bikin di Bogor dan sebagian kita syuting di Tangerang dan Jakarta. Pindah-pindah, sesuai scene.

Peran Denny Siregar dalam penggarapan film Marley ini sejauh mana?

Saya bukan orang film, tapi pengin berkiprah di dunia film sejak lama. Cuma dulu pengin masuk IKJ (Institut Kesenian Jakarta) enggak boleh sama bapak. "Mau makan apa ntar kalau udah dewasa ?" Katanya. Yah, dulu enggak gampang meyakinkan orang tua bahwa seniman itu kelak akan dihargai. Dulu stigma seniman selalu miskin hahaha.

Akhirnya ketika ada kesempatan, saya bikin sinopsis, garis besar cerita. Dan dari cerita itu saya berikan ke penulis skenario. Lalu saya kontak teman-teman lama yang sudah biasa di film. Ide cerita dari saya, dikembangkan oleh mereka. Saya bisa dibilang di film itu sebagai Eksekutif Produser. Orang yang menyatukan semua unsur mulai dari dana, promosi sampai siapa sutradaranya. Teknis penyutradaan saya berikan ke teman-teman yang sudah profesional di bidangnya.


Film MarleySyuting Film Marley. (Foto: Tagar/Facebook/Denny Siregar)


Disiapkan berapa dana untuk proses syuting film Marley?

Hahaha, berapa ya? Lumayan banyak sih untuk ukuran saya. Pusing juga, tapi the show must go on. Total dana yang disiapkan mungkin sekitar maksimal Rp 10 miliar lah ya termasuk promosi. Mudah-mudahan bisa kurang dari itu, tapi entah kalau bengkak puyeng juga kepala.

Kapan selesai syuting film Marley?

Syuting sih sebulan. Bulan November ini kita habiskan untuk ambil gambar. Baru sesudah itu kita serahkan ke editor, atau biasanya dikenal dengan bagian post production. Di sini yang lama, 4 bulanan maksimal. Jadi kalau dari pra produksi, produksi sampai post produksi total sekitar 6 bulanan lah. Itu belum promosi sampai roadshow ya.

Kapan tayang film Marley?

Rencana sih Agustus atau September 2021 ya, kalau semua lancar.

Marley, film pertama Denny Siregar, apa artinya?

Dunia film ini bisa dibilang adalah langkah besar saya untuk punya peran melawan intoleransi di negeri ini. Dengan film saya bisa menjangkau generasi milenial. Saya ingin apa pun film yang saya produksi nanti punya pesan keragaman, plural, budaya, dan toleransi antarsuku dan agama. Pesan itu dibungkus dengan hiburan. Kanvas perang melawan intoleransi saya luaskan, dari medsos ke layar lebar. Juga ke film serial dan animasi. Apa pun saya lakukan, supaya generasi muda kita jangan sampai kehilangan narasi tentang kebhinnekaan di negara kita.


Film MarleyDenny Siregar dan seekor anjing putih pemeran Marley dalam film Marley. (Foto: Tagar/Facebook/Denny Siregar)


Kenapa harus bikin film tentang anjing?

Pertama, saya percaya bahwa kebencian hanya bisa dilawan dengan cinta. Dan melawan kebencian yang dibangun oleh ormas-ormas radikal itu saya lawan dengan bahasa cinta. Film ini berbicara tentang persahabatan manusia dengan anjing. Dan jika generasi muda kita bisa jatuh cinta dengan makhluk hidup lainnya, maka seharusnya kecintaan dia kepada sesama manusia sudah bisa terlewati.

Juga saya ingin melawan perdagangan daging anjing yang masif di sini. Saya ingin membangun kecintaan orang pada anjing, supaya mudah-mudahan suatu saat anak-anak kita bisa berpikir, "Bagaimana bisa memakan sesuatu yang dia cintai?"

Banyaklah pesan dalam film ini. Meski saya tidak ingin pesan itu jadi menggurui, saya ingin orang melihatnya sebagai hiburan dan menikmati ini sebagai tontonan yang menggembirakan. Semoga pesan saya sampai dalam film ini. Saya sudah capek dengan politik praktis di negeri ini, maka saya mengambil jalan politik dengan membangun propaganda positif supaya negeri kita kelak akan saling mencintai. []


Baca juga: Profil Denny Siregar dan Perjalanan Karya




Berita terkait
Wow Keren, Kereta di Film Animasi Demon Slayer Mugen Beroperasi
Kereta lokomotif uap yang terinspirasi film demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - Mugen Train mulai beroperasi pada Minggu, 1 November 2020.
Aku + Kamu = Kita, Film Pendek Karya MAN 3 Bantul Yogyakarta
MAN 3 Bantul Yogyakarta meluncurkan film baru dan terbilang sukses. Dalam hitungan jam sudah ditonton 1.500 kali. Seperti apa filmnya?
Mengenang Sean Connery di Tempat Syuting Film James Bond
Mengenang langkah Sean Connery, Tagar ajak kembali ke lokasi syuting James Bond sekaligus lokasi wisata dunia.
0
7 Cara Merawat Helm Motor Tetap Prima
Helm, perlengkapan wajib saat mengendarai motor untuk menjaga keselamatan kalau terjadi apa-apa. Berikut tujuh cara merawat helm motor tetap prima.