Demonstran Myanmar Gelar Flash Mob Antikudeta

Sekelompok kecil demonstran di Myanmar, menggelar demonstrasi cepat atau flash mob menentang kudeta di Yangon
Demonstran dengan pakaian etnis China memamerkan simbol perlawanan tiga jari selama protes terhadap kudeta militer baru-baru ini di Yangon, Myanmar, 11 Februari 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta – Sekelompok kecil demonstran di Myanmar, tanpa takut akan ditangkap oleh junta militer dan kekerasan dari pasukan keamanan, menggelar demonstrasi cepat atau flash mob menentang kudeta di Yangon, Jumat, 25 Juni 2021.

Mengikuti pola yang kini biasa dilakukan, mereka bergegas membentuk kelompok, membawa bendera dan spanduk dan menyerukan penggulingan junta militer dan pembebasan para pemimpin sipil yang saat ini ditahan.

tuntut pembebasanPara pengunjuk rasa menuntut pembebasan pemimpin yang terpilih secara demokratis, Aung San Suu Kyi (Foto: bbc.com/indonesia – EPA)

Beberapa menit kemudian, kelompok itu bubar, meminimalkan kemungkinan konfrontasi dengan polisi atau tentara yang mencoba membasmi tanda-tanda penentangan terhadap perebutan kekuasaan pada 1 Februari 2021 melalui kudeta militer.

Junta militer menuduh pemilihan umum (Pemilu) Myanmar 2021 yang dimenangkan secara mutlak oleh partai pemimpin demokrasi sipil de facto, Aung San Suu Kyi, curang. Tapi, setelah Suu Kyi dan pemimpin partai ditangkap tuduh silih berganti tanpa pernah menyoal pemilu curang. Suu Kyi sudah dihadapkan ke pengadilan tapi bukan kasus pemilu curang.

antikudetaPengunjuk rasa antikudeta unjuk rasa dengan membawa gambar pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi, melewati pasar Kotapraja Kamayut Yangon, Myanmar, 8 April 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Sebagian besar oposisi yang menentang kudeta itu bergerilya dalam menghadapi kekerasan mematikan dari rezim. Mereka kadang-kadang muncul dan menggelar demonstrasi dadakan dan cepat.

Namun, dalam beberapa pekan ini telah terjadi kasus pembunuhan pejabat yang ditunjuk atau diangkat junta di daerah perkotaan, termasuk Yangon (ka/uh)/Associated Press/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Sanksi Baru Uni Eropa Terhadap Junta Militer Myanmar
Uni Eropa (UE), Senin, 21 Juni 2021, mengumumkan putaran baru sanksi terhadap beberapa pejabat militer Myanmar
Embargo Senjata dan Pemulihan Demokrasi di Myanmar
Resolusi Majelis Umum PBB upayakan embargo senjata dan dan pemuihan demokrasi di Myanmar setelah kudeta militer 1 Februari 2021
LSM Berlomba Mencegah Bencana Kemanusiaan di Myanmar
Organisasi bantuan dan LSM berlomba dengan waktu demi cegah bencana kemanusiaan di bawah junta milier Myanmar
0
Messi Diminta Laporta Agar Segera Perpanjang Kontrak Untuk Barcelona
Presiden Barcelona, Joan Laporta, ingin jawaban segera dari Lionel Messi atas tawaran kontrak baru bagi kapten Barcelona itu