UNTUK INDONESIA
Dealer VW di Meksiko Dikecam Pasang Simbol Nazi
Volkswagen (VW) menyatakan putus hubungan bisnis dengan dealer di Meksiko gara-gara pasang simbol Nazi.
VW Beetle. (Foto: Antara/Pixabay)

Jakarta - Volkswagen (VW) menyatakan putus hubungan bisnis dengan dealer di Meksiko gara-gara  pasang simbol Nazi. Dealer itu memajang foto VW Beetle bersama tentara Nazi dan logo swastika. Pemasangan foto itu dikecam pihak perusahaan mobil asal Jerman tersebut.

Gambar tersebut mendeskripsikan, "sebuah rezim yang menekankan kebencian dan diskriminasi" dan "benar-benar asing dengan citra perusahaan", kata Volkswagen dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari AFP, Rabu (9/9/2020), yang dikutip dari Antara, Kamis, 10 September 2020.

Volkswagen, merek yang cukup berpengaruh di Meksiko, mendapatkan laporan melalui media sosial bahwa ada foto tersebut di sebuah dealer di distrik Coyoacan, Meksiko City.

Kantor pusat Volkswagen mengambil tindakan tegas kepada dealer tersebut. Langkah Volkswagen itu mendapat pujian dari organisasi anti-semitisme Simon Wiesenthal Center cabang Amerika Latin, dengan mengatakan, "(VW) bereaksi cepat untuk mengenang para korban Nazi."

VW Beetle pertama kali dikembangkan oleh Ferdinand Porsche dengan dukungan Adolf Hitler. Pada 1937, Hitler membentuk Volkswagenwerk yang dikelola negara sebagai "Perusahaan Mobil Rakyat".[]

Berita terkait
4,23 Juta Unit Mobil VW Terjual di China pada 2019
Volkswagen (VW) berhasil membukukan penjualan kendaraan sebesar 4,23 juta unit di China dan Hongkong sepanjang 2019.
Cara Mendapatkan VW Super Beetle 1303 Gratis
Super Beetle 1303 menjadi hadiah lucky draw JVWF 2019 di JEC Yogyakarta. Mobil gaya German Look ini dapat dimiliki secara gratis oleh pengunjung.
VW Kodok Lawas Tenaga Listrik Pertama di Indonesia
Pameran yang digelar di Balai Kartini, Jakarta ini tak hanya menampilkan kendaraan listrik terbaru, namun juga hasil modifikasi.
0
Hak Angket Plt Gubernur Aceh Dibawa ke Paripurna Pekan Depan
Paripurna hak angket akan dilakukan bersamaan dengan paripurna pengumuman komisioner Komisi Informasi Aceh (KIA).