Danrem 011 Lilawangsa Kol Inf Ali Imran Imbau Agar Jangan Ada Pihak yang Manfaatkan Bantuan Sosial untuk Menipu Masyarakat Aceh Korban Bencana Alam

Jangan manfaatkan bantuan sosial bencana untuk ngibuli masyarakat korban bencana alam
Personel TNI menyampaikan imbauan kepada massa pembawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, tepatnya di Gampong Keutapang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh, Kamis (25/12/2025). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung)

TAGAR.id, Kota Lhokseumawe, Aceh – Sejak bencana alam banjir bandang landa Aceh, bantuan mulai berdatangan, baik dari pemerintah pusat dan sejumlah intansi maupun para dermawan dari berbagai penjuru di Tanah Air yang menyalurkan bantuan.

Namun, sangat disayangkan, seperti disampaikan oleh Danrem 011/Lilawangsa, Aceh, Kol Inf Ali Imran, ada pihak maupun kelompok yang memanfaatkan bencana. Mirisnya lagi, kelompok ini dengan dalil mengirim bantuan ke pengungsi terdampak bencana. Anehnya, mengapa mereka membawa bendera separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM)?

“Kasihan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam banjir longsor, Adakah hati nurani kelompok pendukung sparatis ini?”

“Tujuan kelompok ini tidak lain, agar bisa mengklaim untuk menggiring warga yang sedang dilanda bencana. Bahwa bantuan itu dari GAM, padahal sejak terjadi bencana, pemerintah pusat dan para dermawan baik dari Aceh, bahkan dari luar daerah Aceh silih berganti berdatangan membawa bantuan kemanusiaan,” ungkap Danrem Kol Inf Ali Imran.

pendukung separatis 2Personel TNI menyampaikan imbauan kepada massa pembawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, tepatnya di Gampong Keutapang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh, Kamis (25/12/2025). (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung)

Danrem menegaskan, TNI tidak pernah melarang siapapun datang ke Aceh. Khususnya dermawan membawa bantuan untuk warga Aceh yang tengah terdampak bencana.

“Untuk apa membawa-bawa simbol separatis, itu ‘kan dilarang. Silahkan antar bantuan, itu baik. Namun, pihak kami TNI menghentikan rombongan kelompok ini hanya meminta agar tidak membawa bendera separatis GAM. Tetapi, kelompok ini tidak terima dan malah menantang TNI,” ujar Perwira TNI Kopassus dan putra Aceh yang kini menjabat Danrem 011/Lilawangsa.

Danrem Kol Inf Ali Imran juga mengatakan, aksi kemanusian tidak ada yang melarang, begitu pun pihak keamanan dari TNI. Bahkan, peran prajurit hadir di tengah-tengah masyarakat mulai terjadi bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh. TNI dengan sigap dalam membatu masyarakat yang terdampak bencana Alam.

“Betapa besar perhatian pemerintah pusat. Bahkan Presiden dan para pejabat negara berulang kali berkunjung ke Aceh. Begitupun bantuan baik dari darat, laut dan udara terus begulir. Anehnya ini, kebutuhan logistik bagi korban bencana bisa dikatakan berlebih, namun mengapa kelompok tertentu ini malah membuat onar,” sebutnya.

Mantan Paspampres itu mengatakan, “Saya ini orang Aceh, enak aja Merdeka. Disini Indonesia, gak ada Merdeka-merdeka. Dari tahun 45 kita sudah merdeka. Bendera bangsa kita juga satu, Sang Saka Merah Putih. Keluar keluar negeri sana kalua mau merdeka,” tegasnya lagi.

Kejadin tersebut berlangsung di dua titik terpisah, yaitu di Simpang Kandang, Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Kemudian di depan Kantor Bupati Aceh Utara, tepatnya, di Gampong Keutapang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh, Kamis (25/12/2025).

Pantauan di lapangan, kejadian ini tidak terlihat satu pun pejabat pemerintah daerah. Baik Wali Kota Lhokseumawe maupun Bupati Aceh Utara dan jajarannya tak terlihat hadir di lokasi. Hanya terlihat Danrem didampingi Dandim 0103/Aceh Utara, Kapolres Lhokseumawe dan Kasi Intel Korem 011/LW. (Laung). []

Berita terkait
Danrem 011 Lilawangsa Aceh Kol Inf Ali Imran Bersama Prajurit TNI dan Polri serta Warga Bubarkan Aksi Sekelompok Orang Bawa Bendera Separatis GAM
Saat TNI bubarkan sekelompok orang yang membawa bendera GAM seorang pria yang ditangkap membawa pistol dan rencong