Dampak Buruk Inflasi bagi Keluarga di Amerika

Inflasi yang tinggi berdampak pada keluarga-keluarga di Amerika Serikat (AS), seperti diakui oleh Kepala Bank Sentral AS, Jerome Powell
Konsumen berbelanja di toko Walmart di Vernon Hills, Illionois, AS, Minggu, 23 Mei 2021. Lonjakan inflasi masih membayangi AS hingga kini (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta – Inflasi yang tinggi berdampak pada keluarga-keluarga di Amerika Serikat (AS). Hal itu diakui oleh Kepala Bank Sentral AS, Jerome Powell, dalam pidato pembukaan yang disampaikan pada sidang kongres hari Selasa, 11 Januari 2022. Powell diyakini akan menghadapi pertanyaan sulit tentang masalah itu.

“Kami tahu, inflasi yang tinggi berdampak buruk terutama bagi mereka yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok yang kini harganya lebih mahal seperti makanan, perumahan, dan transportasi,” kata Powell dalam kesaksian yang disiapkan.

Jerome PowellKepala Bank Sentral AS, Jerome Powell, memberikan keterangan di depan Komisi Perbankan Senat AS, 11 Januari 2022 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Komite Perbankan Senat mengadakan sidang dengar pendapat tentang pencalonan Powell untuk masa jabatan empat tahun kedua hari Selasa. Presiden Joe Biden mengumumkan pengangkatan kembali Powell pada akhir November 2021.

Inflasi melonjak ke tingkat tertinggi dalam 40 tahun, dan pada hari Rabu pemerintah diperkirakan akan melaporkan bahwa harga barang-barang melonjak 7,1% dalam 12 bulan terakhir, naik dari kenaikan tahunan 6,8% pada November 2021 (ps/ka)/voaindonesia.com. []

Semakin Memburuk, Amerika Serikat Sentuh Inflasi Tertinggi

Inflasi di Amerika Serikat Terus Melonjak

The Fed Sebut Pemulihan Ekonomi Penyebab Lonjakan Inflasi

Ketimpangan dan Inflasi Hambat Pemulihan Akibat Pandemi Covid-19

Berita terkait
Semakin Memburuk, Amerika Serikat Sentuh Inflasi Tertinggi
Laporan pemerintah terkait kenaikan inflasi di Amerika Serikat memang menjadi sorotan tingkat inflasi di Amerika Serikat sendiri di angka 6,8 %.
0
Dampak Buruk Inflasi bagi Keluarga di Amerika
Inflasi yang tinggi berdampak pada keluarga-keluarga di Amerika Serikat (AS), seperti diakui oleh Kepala Bank Sentral AS, Jerome Powell