Dakwah Mengejek, PKB Menasihati Ustaz Abdul Somad
Dewan Syura DPP PKB Maman Imanulhaq menasihati dakwah Ustaz Abdul Somad yang ia nilai tidak berdasarkan argumen, justru mengejek.
Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa Maman Imanulhaq. (Foto: Ist)

Bali - Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq mengingatkan para pemuka agama seharusnya berhati-hati dalam berdakwah.

Maman merujuk pada kejadian pelaporan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dianggap menghina agama Kristen dan Katolik. 

Oleh karena itu ia menekankan, sebaiknya materi khotbah yang disampaikan di depan publik harus diperhatikan dengan jeli. Jangan sampai mendiskreditkan Suku, Ras, Agama dan Antar-golongan atau SARA.

"Bahwa dakwah itu harus pada konteks mengajak, bukan mengejek, dakwah itu harus berdasarkan argumen, dan tidak melakukan sentimen," kata Maman, di Nusa Dua, Bali, Selasa, 20 Agustus 2019.

Ia mengharapkan, ke depannya, para pendakwah dapat menyebarkan ajaran agama tanpa menyinggung kepercayaan umat lainnya. Hal tersebut, bisa menjadi cerminan toleransi antar umat beragama.

"Kita melihat bahwa jangan sekali-kali memasuki wilayah kepercayaan dan keimanan orang lain yang berbeda dengan kita. Cukup menguatkan akidah kita sendiri tetapi tetap menghormati umat lain," ucapnya.

"Untukmu agamamu dan untukku agamaku," kata Maman.

Bahwa dakwah itu harus pada konteks mengajak bukan mengejek. Dakwah itu harus berdasarkan argumen dan tidak melakukan sentimen.

Sebelumnya, organisasi massa di Kota Kupang menamakan diri Brigade Meo, resmi melaporkan UAS ke Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kuasa hukum Brigade Meo, Yacoba Yanti Susanti Siubelan, kepada wartawan di Kupang, Senin, 19 Agustus 2019, mengatakan ceramah UAS meresahkan umat Kristen dan Katolik di Indonesia.

"Hari ini kami resmi melaporkan Ustaz Abdul Somad ke Polda NTT, karena diduga telah melakukan tindakan pidana penistaan agama, khususnya menistakan simbol-simbol agama lain di Indonesia ini," kata Yacoba.

Ia percaya pihak kepolisian daerah Nusa Tenggara Timur bisa menangani kasus ini. Yacoba mengatakan apa yang dilakukan UAS seharusnya tidak perlu terjadi, karena bisa merusak toleransi umat beragama, memperkeruh suasana.[]

Baca juga: Kasus 'Salib' UAS 3 Tahun Silam, Apakah Kedaluwarsa?

Berita terkait
Muktamar V PKB dan Luka Masa Lalu Gus Dur-Cak Imin
Barikade Gus Dur menilai muktamar PKB mesti menyoroti permasalahan yang belum tuntas yakni pemecatan sepihak Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro.
Cak Imin Bicara Soal Jatah Menteri PKB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) membicarakan jatah kursi menteri PKB yang masih dalam rumusan.
Pernyataan Sikap PKB Mengenai Rasis Papua
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan tanggapan mengenai rusuh di sejumlah daerah akibat penyataan rasis yang akhirnya berbuntut panjang.
0
Mengenal Sukanto Tanoto, Tuan Tanah di Ibu Kota Baru
Sukanto Tanoto disebut tuan tanah di wilayah yang akan dijadikan sebagai ibu kota baru di Kalimantan Timur.