Indonesia
Curanmor Spesialis Rumah Kos Tewas Diterjang Timah Panas
Polrestabes Surabaya mengambil tindakan tegas dengan menembak tiga pelaku pencurian di rumah koa karena berusaha melawan polisi saat akan ditangkap.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran saat rilis pelaku curanmor yang ditembak mati polisi di Mapolrestabes Surabaya, Minggu 14 Juli 2019. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya kembali menindak tegas pelaku kejahatan, Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor). Kali ini, Resmob Polrestabes Surabaya menembak mati tiga pelaku curanmor yang beraksi lintas daerah, termasuk di Surabaya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Surabaya, AKB Sudamiran mengungkapkan tindakan tegas terhadap tiga pelaku curanmor, karena adanya perlawanan dengan senjata tajam (sajam) saat akan diamankan. Adapun tiga pelaku yang ditembak mati yakni SE, 37 tahun asal Jember, SF, 27 tahun asal Jember, dan IE, 24 tahun asal Jember.

"Tiga pelaku ini melawan dengan celurit dan pisau saat akan diamankan. Karena dianggap sudah membahayakan, anggota langsung melakukan tindak tegas terhadap pelaku," ujarnya saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Minggu 14 Juli 2019.

Tiga pelaku tewas meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya.

Sudamiran menambahkan komplotan curanmor ini sudah di intai pihaknya selama dua bulan terakhir.

"Pelaku ini saat beraksi tak segan-segan melukai korbannya jika melawan," tegasnya.

Ia mengaku tiga pelaku ini merupakan curanmor spesialis rumah kos. Saat beraksi, pelaku melakukan pengintaian terlebih dahulu dengan menggunakan mobil.

Sudamiran menambahkan dari pengungkapan kasus curanmor ini, pihaknya menyita sejumlah barang bukti diantaranya, empat senjata tajam jenis celurit dan pisau, satu unit Mobil Toyota Cayla warna silver Nopol N-1034-RV, satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih Nopol L-2168-IB serta motor Yamaha Lexi warna merah bernopol M-5608-GQ. []

Artikel lainnya:

Berita terkait
0
GBHN Hidup, Politik Nasional Dinilai Mundur
Sistem politik nasional mundur jika GBHN kembali dihidupkan. GBHN telah dikebumikan pada 2000, setelah diterapkan saat Orde Baru.