Covid-19 Melonjak, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Batal

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Proses pembelajaran tatap muka bisa batal jika angka sebaran Covid-19 terus meningkat
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Foto: Tagar/Instagram @ericahyadi_)

Jakarta - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Pemerintah Kota Surabaya akan melihat kondisi terakhir terkait peningkatan Covid-19 di Surabaya sebelum proses pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai.

Eri menuturkan, Proses pembelajaran tatap muka (PTM) besar kemungkinan akan tertunda jika angka kasus Covid-19 terus naik.

"Kalau kondisi tetap naik dan itu membahayakan anak-anak saya, Tatap muka akan saya batalkan," kata Eri di Surabaya, Rabu, 24 Juni 2021.

Pembelajaran tatap muka encananya akan dimulai pada Juli usai penerimaan siswa baru. Pihaknya sudah melakukan asesmen dan dari hasil asesmen itu, ada beberapa sekolah yang sudah bisa dibuka.

"Tapi dengan kondisi yang naik seperti ini, tidak bisa dilanjutkan karena keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab saya. Saya lebih mengutamakan keselamatan mereka," ujarnya. []

Baca Juga: Lockdown ITS Surabaya Pasca Rektor Positif Covid-19

Berita terkait
Positif Covid-19, Bupati Gresik Dirawat di RS Surabaya
Sebelum terpapar Covid-19, kondisi kesehatan Bupati Gresik menurun dan meminta untuk dilakukan tes swab.
Risma Ingatkan RS Rujukan Covid-19 di Surabaya Hampir Penuh
Wali Kota Surabaya berencana akan mengaktifkan kembali Hotel Asrama Haji disaat sejumlah RS rujukan Covid-19 di Surabaya hampir penuh.
PDIP Usung Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada Surabaya
Pengumuman mengusung Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada Surabaya memunculkan kekecewan sejumlah kader PDIP Surabaya di luar kantor DPD PDIP Jatim.
0
Covid-19 Melonjak, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Batal
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Proses pembelajaran tatap muka bisa batal jika angka sebaran Covid-19 terus meningkat