UNTUK INDONESIA
Corona Masuk Indonesia Sejak 1957
Corona bukan hanya sebutan nama virus mematikan saja. Ternyata ada sejumlah barang yang memiliki nama yang serupa. Berikut ulasannya.
Ilustrasi Jalanan di Indonesia. (Foto: www.itdp.org)

Jakarta - Mendengar Corona tentu mengingatkan masyarakat pada virus mematikan yang mewabah di Wuhan, China belakangan ini. Tetapi, siapa sangka sebutan itu ternyata serupa dengan nama barang yang sudah lama masuk ke Indonesia sejak 1957.

Pertama, Toyota Corona yang sudah ada sejak 1957 di Indonesia. Tipe Corona ST10 bermesin 995 cc ini menjadi generasi pertama Corona yang mengaspal di Tanah Air. 

Generasi kedua hadir pada tahun 1960, dengan nama Corona PT20. Bentuknya lebih besar dari model sebelumnya. Mobil ini dipasarkan dengan nama Toyota Tiara.

Tahun 1964 Corona hadir dengan generasi ketiga. Mulai dari generasi ini mobil tersebut mulai dipasarkan secara massal di berbagai negara di dunia.

Model yang tersedia yaitu, sedan dengan empat pintu, Hardtop Coupe dua pintu, serta sedan dengan lima pintu (semi wagon).

Kemudian, Corona kembali mengeluarkan generasi baru keempat pada tahun 1970. Model Corona RT80-series sedan dan wagon, serta RT90-series Hardtop Coupe yang bentuknya jauh lebih besar dan modern dari generasi sebelumnya. Jenis mobil kelas menengah ini tergolong paling sukses dari tipe yang lainnya.

Di tahun 1975 mobil ini mengeluarkan generasi kelimanya, tepatnya mulai dari tahun 1973 hingga 1979. Corona seri T100 diproduksi tiga varian yaitu, ada bentuknya empat pintu sedan, dua pintu hardtop coupe, dan empat pintu station wagon dengan masing-masing menggunakan mesin 1.6, 1.8, dan 2.0 liter.

Toyota CoronaToyota Corona Mark II DX. (Foto: www.flickr.com)

Selain itu, terdapat model facelift di Amerika Utara, yakni sedan 2000 GT yang menggunakan mesin 2.2 liter, dan Hardtop Coupe yang memakai mesin 18R-G twincam tersebut hanya dilansir di Jepang.

Tampilan muka dari mobil itu merevisi kap dan kisi-kisi, serta pemberian lampu besar di bagian belakang, untuk tipe wagon sendiri menggunakan panel body kayu.

Generasi keenam lahir pada tahun 1978, corona ini hadir dengan bentuk body agak kotak, namun tetap elegan. Di Indonesia Corona generasi yang satu ini, hadir dengan mesin 2000 cc pada tahun 1979. Tipe seperti itu biasa disebut Toyota Corona RT132, bermesin 18R dan versi facelift dengan mesin 1800 cc pada tahun 1981, model semacam itu akrab dengan sebutan Toyota Corona TT132 bermesin 3T OHV.

Pada tahun 1982 hadir Corona generasi ketujuh. Corona T140-series berbentuk kotak menjadi generasi terakhir yang menggunakan penggerak roda belakang. Selanjutnya, 1983 Corona FF lahir dengan menggunakan penggerak roda depan.

Generasi kedelapan keluar pada tahun 1988 dengan nama Carina II dan Corona Coupe pada tahun 1986.

Perbedaan pada Corona Coupe T160-series terlihat dari bagian depan. Tipe kendaraan seperti itu menggunakan lampu kota fixed yang menggantikan lampu retractable. Kemudian, Corona T170-series sedan, liftback, dan wagon dipasarkan di Eropa dengan nama Carina II.

Carina E menjadi generasi kesembilan Toyota Corona yang lahir pada tahun 1992. Setelah itu, tahun 1994 lahir Tipe GX, Tipe G, dan Tipe Exsaloon G.

Generasi kesepuluh lahir pada tahun 1996 dengan diberi nama Corona Premio.

Sebenarnya model ini tidak masuk secara resmi di Indonesia, namun banyak digunakan sebagai kendaraan dinas TNI dan sebagai armada taksi di Batam.

Terakhir, generasi kesebelas lahir tahun 1997. Mobil ini dibuat khusus untuk dipasarkan di Eropa.

Beer CoronaBeer Corona. (Foto: www.turbosquid.com)

Kedua, ada Beer Corona yang sudah lama ada di Indonesia. Jenis minuman tersebut sangat  familier dengan sensasi keseruan suasana pantai, dan menjadi minuman khas orang Meksiko.

Antonio Fernandez Rodriguez berhasil mendirikan perusahaan besar sejak tahun 1971 yang memproduksi bir Corona Extra. Sampai kini, minuman itu menjadi terkenal di dunia.

Beer Corona lebih nikmat dicicipi dalam kondisi dingin. Caranya, cukup simpan minuman tersebut dalam lemari es atau freezer dengan temperatur 11 sampai 15 derajat celcius. Dinginkan dalam jangka waktu 30 menit saja, karena jika terlalu dingin bisa merusak cita rasa alami bir ini.

Hidangkan dengan menggunakan batu es juga bisa menjadi alternatif, jika ingin lebih menikmati sensasi rasa minuman itu. Secara teknis mengonsumsi dengan suhu 0 sampai 6 derajat celcius bisa menjadi salah satu pilihan.

Diminum langsung dari botolnya juga menjadi rekomendasi, ketika ingin mencicipi sensasi bir ini. Sebenarnya, Beer Corona secara umum tersedia dalam bentuk kemasan botol dan kaleng.

Beer Corona menciptakan botol yang transparan dengan bertujuan membuat para pecintanya teringat dengan cerah warna airnya. Jadi, tak salah jika ingin menikmati bir tersebut langsung dari botolnya.

Namun, bila ingin menambah kesegaran minuman tersebut, tambahkan jeruk nipis, lemon, atau garam. Memasukkan bahan ini dapat mengurangi efek dehidrasi pada tubuh penikmatnya. Harga beer Corona di Indonesia dibanderol dengan kisaran harga Rp 60.000. []

Baca juga:

Berita terkait
Cuaca Panas Minum Minuman Dingin atau Minuman Panas
Ketika cuaca panas banyak yang pilih minuman dingin, tapi ini tidak sepenuhnya tepat karena air hangat justru lebih baik diminum pada cuaca panas
Sarabba, Minuman Penghangat Badan Khas Makassar
Sarabba, minuman tradisional khas Kota “Daeng” Makassar, Sulsel, yang terbuat dari jahe dan gula merah. Populer di masyarakat dan wisatawan
Kawa Daun Tanah Datar Minuman Populer Indonesia
Kawa daun Tanah Datar terpilih menjadi minuman terpopuler kedua di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019.
0
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Suap Lapas Sukamiskin
KPK menahan dua tersangka kasus dugaan suap pemberian fasilitas izin keluar Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin.