UNTUK INDONESIA
Corona di Kota Cirebon Sehari ODP Bertambah 40
Pada Selasa, 24 Maret 2020, jumlah ODP yang dirawat di RSD Gunung Jati Kota Cirebon berjumlah 76 orang ini bertambah 40 orang dalam sehari
RSD Gunung Jati Kota Cirebon, Jabar. (Foto: Tagar/Charles).

Cirebon - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19) di Kota Cirebon, Jawa Barat, terus bertambah. Dalam sehari jumlah ODP bertambah 40. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edi Sugiarto, Selasa, 24 Maret 2020.

Edi menyebutkan pada Selasa, 24 Maret 2020, total jumlah ODP yang dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon berjumlah 76. Mereka tidak saja berasal dari Kota Cirebon, namun juga banyak dari luar Kota Cirebon.

Mereka merupakan pendatang diantaranya dari Jakarta, Surabaya, Depok, dan Bogor. "Kebanyakannya warga pendatang dari Jakarta, Bogor, Depok dan Surabaya. Ada yang perjalanan bisnis, ada yang tetirah di Kota Cirebon," ungkap Edi.

charles2Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Jabar, Edi Sugiarto. (Foto: Tagar/Charles).

Kota Cirebon Sebagai kota perlintasan meskipun telah ada imbauan untuk diam di rumah namun masih banyak yang masih wara-wiri di kota ini. Setiap orang yang berasal dari daerah episentrum, seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, dan Bali, diperlakukan sebagai ODP. "Siapapun yang dari daerah episentrum harus melapor ke puskesmas," cetusnya.

Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Cirebon ada dua yang saat ini juga masih dirawat di ruang isolasi RSD Gunung Jati. "Yang PDP masih tetap dua," kata Edi.

Saat ini, Edi mengatakan total jumlah pasien PDP yang dirawat di ruang isolasi RSD Gunung Jati sebanyak enam, dua dari Kota Cirebon, dan empat lainnya berasal dari luar Kota Cirebon. "Yang positif di RSD Gunung Jati satu orang dari Kabupaten Cirebon dan kondisinya semakin membaik," kata Edi.

Disinggung mengenai ketersediaan alat pelindung diri (APD) Edi mengungkapkan, stok APD sangat minim. Saat ini stok APD yang ada di Dinas Kesehatan Kota Cirebon hanya untuk dua minggu kedepan. "Stok APD kurang sekali. Yang ada sekarang hanya cukup buat dua Minggu kedepan sementara OPD terus bertambah. Untuk RSD Gunung Jati malah habis dan mereka butuh sekali," ungkap Edi.

Semua para medis tidak boleh melakukan pelayanan kesehatan selama tidak dilengkapi dengan alat perlindungan diri. Karena itu, pihaknya pun berharap bisa segera mendapatkan pasokan APD baik untuk puskesmas maupun RSD Gunung Jati. []

Berita terkait
Yayasan di Cirebon Bantu Keluarga Terdampak Corona
Ketua Yayasan Graisena Cirebon, Agung Firmansyah, menjelaskan besaran bantuan yang diberikan kepada keluarga yakni Rp 20.000 perorang per hari
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.