UNTUK INDONESIA
Ciputra, Kepingan Kehidupan Seperti Film McFarland
Ciputra pada suatu masa kepingan hidupnya di dusun kecil di Sulawesi Utara akan mengingatkan Anda pada penggalan cerita film McFarland.
Ciputra. (Foto: Instagram/Forbes Indonesia)

Jakarta - Ciputra, pengusaha fenomenal Indonesia, ketika masih kecil ketika galau suka berlari ke pegunungan. Kebiasaan yang mengantarnya menjadi atlet lari hingga bertanding di Pekan Olahraga Nasional dan bertemu Presiden Soekarno. Kepingan kehidupan yang mengingatkan pada film McFarland.

McFarland yang dibintangi Kevin Costner bercerita tentang anak-anak remaja di sebuah kota kecil di California. Anak-anak remaja yang harus berlari jauh dari rumah menuju sekolah. Jim White (Kevin Costner) seorang guru olahraga, suka memperhatikan mereka, membangkitkan minat mereka pada olahraga lari. Hingga mereka menjadi bintang kebanggaan di lapangan kejuaraan lari.

Seperti itu pula ternyata bagian dari kepingan kehidupan Ciputra ketika pada masanya tinggal di tanah kelahirannya di dusun kecil di Sulawesi Utara.

Hal tersebut diceritakan Alberthiene Endah, penulis buku Ciputra The Enterpreneur The Passion of My Life di akun Facebooknya, Rabu, 27 November 2019.

Melakukan suatu hal baik dengan penuh integritas, niscaya akan membawamu pada pencapaian baik.

Ciputra lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931, wafat di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura, Rabu dini hari waktu setempat, 27 November 2019. 

Alberthiene Endah akrab disapa AE menceritakan berkali-kali Ciputra putus asa dan sempat tak yakin apakah nasib baik akan berpihak padanya. Hingga akhirnya ia menemukan cara untuk menaklukkan ketakutannya. 

"Ia berlari. Lari dari rumah ke pegunungan untuk melatih dirinya. Untuk tidak merasa tak berarti. Setiap pagi ia memacu kakinya untuk berlari lebih cepat dan lebih jauh. Ciputra berusaha memberikan didikan mental bagi dirinya sendiri," tulis AE.

Karena terlatih berlari, Ciputra menjadi jagoan lari di daerahnya. Pemuda jangkung itu pun menjadi juara tak terkalahkan dalam setiap lomba lari di Gorontalo. Ciputra yang minder kemudian sangat dikenal penduduk. Orang-orang memanggil namanya. 

Akhirnya ada satu pencerahan di batin Ciputra: jangan runtuh karena kemiskinan, kejarlah prestasi. Ia satu-satunya anak muda berdarah Tionghoa yang mampu berlari melebihi kecepatan pelari pribumi asli saat itu. 

"Sampai ia dikirim bertanding ke PON di awal 1950-an. Bisa diundang dan bersalaman dengan Bung Karno dan menyukai coca cola dari istana," tutur AE.

CiputraFoto kenangan Alberthiene Endah mengunjungi Ciputra saat saat cuci darah di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta. Mereka berdoa bersama dan berbincang ringan. (Foto: Facebook/Alberthiene Endah)

AE mengatakan Ciputra adalah satu di antara tokoh sangat berkarakter yang ia tulis. Ciputra sosok yang tangguh dan hebat. Menjadi besar karena semangat maju dan pantang menyerah. 

Sejak kecil Ciputra akrab dengan kesengsaraan. Ayahnya ditawan tentara Jepang dan wafat dalam penjara. Sejak itu ia menemani ibunya dalam keadaan hidup serba sulit. 

Sewaktu kecil Ciputra harus hidup menumpang di rumah kerabat dan mendapat tugas rutin yang berat tiap pagi membuang tinja dari pispot setiap kamar. Ciputra tabah demi bisa sekolah.

Kala remaja Ciputra berjuang untuk bisa menjamin kehidupan ibu dan saudara-saudaranya. Untuk makan, ia menanam ubi dan berburu ke dalam hutan bertelanjang kaki. 

Keinginan kuat keluar dari kesulitan hidup mendorong Ciputra untuk berprestasi. Dari dusun kecil di Sulawesi Utara, ia bisa sekolah menengah di Gorontalo. 

Selepas SMA, Ciputra bertekad bisa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk jadi arsitek. Ilmu arsitek memang sangat diminatinya sejak kecil karena kagum ayahnya bisa membangun rumah hanya dari balok-balok kayu. Berhasil. Kuliah dalam keprihatinan ia lewati. Lulus kuliah, ia tak mau membuang waktu untuk meraih sukses. 

CiputraJenazah Ciputra disemayamkan di Gedung Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu, 27 November 2019. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Ciputra ke Jakarta dengan uang pas-pasan dan mengetuk kantor Gubernur, menawarkan diri menyumbangkan ilmunya bagi pembangunan Jakarta. 

Di era 1960-an itu Gubernur Jakarta adalah Soemarno. Ciputra sempat ditolak berkali-kali, sebelum akhirnya dipercaya menangani Proyek Senen. 

Sebuah proyek mahaberat. Itulah proyek pertama Ciputra di Jakarta. Selanjutnya ia ditantang membangun Ancol oleh Ali Sadikin. Wilayah hutan rawa yang menakutkan di Jakarta Utara itu diminta disulap menjadi tempat hiburan yang indah bagi warga Jakarta. Tak ada yang sanggup menjalankan itu sebelumnya, tapi Ciputra berani menjawab tantangan itu. Berhasil. Dan karyanya terus bergulir. Bintaro Jaya. Pondok Indah. Terus dan terus.

AE menilai Ciputra adalah pemimpin usaha yang perfeksionis. Ia hanya sudi melihat satu hal: kesempurnaan. Dan dari sifatnya ini lahir etos kerja keras di jajaran anak buahnya. Jaya Group. Ciputra Group. Metropolitan Group. Semua berkembang pesat dengan etos kerja keras dan target excellent. Karya-karya Ciputra selalu memiliki ciri ini: kokoh, berdaya fungsi tinggi, dan desainnya apik.

Sifat perfeksionis Ciputra terbangun sejak muda. Ketika ia masih kuliah dan kerja magang, ia sangat marah melihat kontraktor yang mengubah komposisi semen dan pasir demi keuntungan. 

"Kau akan mencelakakan orang," kata Ciputra kala itu. Ia kemudian mengambil alih pembangunan itu. Ketika suatu ketika kawasan itu digoyang gempa, bangunan buatan Ciputra merupakan salah satu yang bertahan tegak. Ia juga selalu berpendapat bahwa setiap jengkal tanah sangat berharga sehingga desain bangunan harus menjamin daya fungsi yang tinggi.

CiputraPetugas keamanan berjaga di antara karangan bunga ucapan belasungkawa di halaman kediaman Ciputra di Jalan Bukit Golf Utama, Jakarta, Rabu, 27 November 2019. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Ciputra melewati banyak ujian di tengah gelombang kesuksesan dan semangat kerjanya. Kejatuhannya kala krisis moneter sangat pahit. Ia saat itu mengatakan sopirnya bahkan lebih kaya dari dirinya karena ia dibelit utang yang unbelievable.

Dasarnya orang tangguh, Ciputra sanggup bangkit kembali dan berkembang lebih besar.

Alberthiene Endah mengatakan sewaktu ia menulis kisah hidup Ciputra, ada satu tujuan di kepalanya: generasi muda Indonesia harus belajar banyak dari seorang Ciputra. Ia berhasil maju dan sukses karena kekuatan mimpi, tapi merealisasikannya tidak hanya dengan bermimpi. Ia konkret kerja keras. Konkret merasakan pahit getir membangun usaha. 

Ciputra selalu mengatakan, "Melakukan suatu hal baik dengan penuh integritas, niscaya akan membawamu pada pencapaian baik. Dan, jangan malas belajar. Ilmu dan pendidikan akan membuatmu duduk sejajar dengan orang hebat, terpandang, jaya."

Ia juga mengatakan jika kita hanya berkhayal maka kita akan dekat dengan kekecewaan dan kecemburuan. Jika kita sungguh berkarya kita akan lebih possible meraih sukses, bijaksana, dan mampu menerima keadaan apa pun.

Ciputra telah tiada. Namun semangatnya abadi di hati dan pikiran orang-orang yang terinspirasi jalan hidupnya. Perasaan kehilangan terwakili oleh banyaknya karangan bunga dukacita berderet memanjang di halaman rumahnya yang teduh yang ditumbuhi banyak pohon tinggi berdaun rindang di Jalan Bukit Golf Utama, Jakarta. []

Baca juga:

Berita terkait
Bos Lippo Group Sebut Ciputra Berjasa Dalam Ekonomi
Pendiri sekaligus pemilik Lippo Group Mochtar Riady mengatakan Chairman and Founder Ciputra Group, Ciputra berjasa dalam pembangunan ekonomi.
Menpora Sebut Ciputra Berjasa Bagi Olahraga Nasional
Menpora Zainudin Amali akan melayat ke kediaman Ciputra sebagai ucapan terima kasih atas pengabdian serta jasanya di bidang olahraga.
Para Tokoh Ucapkan Belasungkawa Ciputra Wafat
Sejumlah tokoh dan pejabat berbelasungkawa atas meninggalnya bos properti, Ciputra di Rumah Sakit Gleneagles Singapura, Rabu, 27 November 2019.
0
Masih Perkasa, Boris Johnson Kembali Jadi PM Inggris
Perolehan suara Partai Konservatif membuat peluang Boris Johnson terpilih kembali menjadi perdana menteri Inggris terbuka.