UNTUK INDONESIA
China Desak Malaysia Adil Selidiki Nelayan yang Ditangkap
Malaysia menangkap 60 warga China dan 6 kapal nelayan yang masuk ke perairannya tanpa izin, China minda agar penyelidikan secara adil
Kapal-kapal ikan China di pelabuhan Dongfang, di Provinsi Hainan, 18 Juni 2014. (Foto: voaindonesia,com/Reuters)

Beijing - Otoritas China menyerukan agar Malaysia secara adil menyelidiki kasus nelayan-nelayan China yang ditangkap karena diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Malaysia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan kepada wartawan, pemerintah China telah mengirim personelnya untuk menjenguk para nelayan yang ditahan dari enam kapal yang disita Jumat pekan lalu, sekaligus memberikan bantuan.

“Kami meminta Malaysia untuk menyelidiki kasus ini secara adil sesuai hukum, melindungi hak dan kepentingan warga China yang terlibat, dan melaporkan perkembangan penyelidikan secara tepat waktu,” kata Zhao, 12 Oktober 2020.

Malaysia termasuk salah satu negara yang mempersoalkan klaim wilayah yang tumpang tindih di Laut China Selatan, dan berusaha menghentikan penangkapan ikan secara ilegal yang dilakukan para nelayan China. China mengklaim seluruh perairan strategis yang kaya ikan dan sumber daya mineral itu sebagai miliknya.

Sejumlah pejabat Malaysia mengatakan, 60 awak kapal China ditangkap pekan lalu karena tidak memiliki dokumen resmi yang memungkinkan mereka menangkap ikan di sana dan melabuhkan jangkar kapal mereka di dua lokasi terpisah pada Jumat, 9 Oktober 2020, pagi. Mereka kemungkinan akan didenda dan dijatuhi hukuman penjara. (ab/uh)/voaindonesia.com []

Berita terkait
Malaysia Tahan 60 Warga Negara China dan 6 Kapal
Karena masuk wilayah Malaysia tanpa izin, otoritas maritim Malaysia menahan 60 WN China dan enam kapal
0
Rp 1 Triliun Digelontorkan Pemprov DKI Jakarta Atasi Banjir
Untuk membiayai berbagai proyek penanggulangan banjir di Ibu Kota selama tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta menggelontorkan dana sekitar Rp 1 triliun.