Childfree! Wanita Berhak Memilih Jika Tak Ingin Punya Anak

Wanita yang memilih untuk tidak mempunyai seorang anak atau Childfree, masih dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia. Berikut ulasannya.
Ilustrasi - Childfree. (Foto: Tagar/Unsplash)

Jakarta – Wanita yang memilih untuk tidak mempunyai seorang anak atau Childfree, masih dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia. Alasan kuat dalam pilihan tersebut pun beragam meliputi kesiapan mental dalam menjalani komitmen jangka panjang, finansial yang belum mencukupi, kesiapan sebagai orang tua dalam hal penting, hingga memang sudah menjadi prinsip bahwa tidak apa-apa apabila tidak memiliki seorang anak.

Beberapa kalangan masyarakat Indonesia sendiri masih beranggapan bahwa hanya wanita egois yang memilih untuk childfree. Namun nyatanya sifat egois sendiri tidak dapat disudutkan kepada para wanita atau pasangan yang memilih untuk childfree.


Tidak ada studi empiris yang menunjukan orang-orang ang memilki pemahaman childfree lebih egois daripada orang yang memiliki anak.


Pasangan yang memutuskan tidak punya anak juga mementingkan orang lain, tidak hanya tentang dirinya sendiri. Mereka semua sama seperti manusia lainnya hanya pola pikir saja yang membedakan. Jadi, tidak ada buktinya jika pasangan yang memutuskan tidak punya anak memiliki tingkat egois yang lebih tinggi.

”Setiap manusia mempunyai egonya masing-masing, sudah pasti itu (ego) ada di sifat manusia. Kalau egois ya, egois. Itu pilihan. Lebih egois lagi jika memaksakan mempunyai anak tapi ga bertanggungjawab atas anak tersebut,” ujar Tami, salah satu narasumber wanita di kanal YouTube Menjadi Manusia dilihat, Senin, 13 September 2021.

Setiap wanita memiliki pilihan atas tubuhnya dan memiliki hak ata pilihan hidup ke depannya. Pakar Sosiologi, Robert Reed berujar, 

“Tidak ada studi empiris yang menunjukan orang-orang ang memilki pemahaman childfree lebih egois daripada orang yang memiliki anak,” ucapnya.

Sementara itu, laporan dari International Business Times melaporkan bahwa Australian Bureau of Statistic menilai akan lebih banyak pasangan berkeluarga yang memilih untuk tidak punya anak di antara tahun 2023-2029.

Childfree bukanlah hal yang baru. Namun, istilah tersebut justru memunculkan banyak perdebatan yang cenderung pada stigma negatif ketika sampai di telinga masyarakat Indonesia.

Beberapa waktu terakhir media sosial dihebohkan dengan keputusan Gita Savitri Devi seorang kreator konten video YouTube Indonesia, secara terbuka mengaku bahwa ia dan pasangannya, Paul Andre Partohap, memutuskan untuk childfree. Tentunya keputusan tersebut membuat pro dan kontra.

“Menurut aku, badan manusia ya, dia yang punya ujung-ujungnya. Kalau aku ngatur-ngatur orang lain artinya aku kotradiktif dengan value yang aku pegang bahwa perempuan itu punya pilihan, perempuan punya body otonomnya sendiri.” ujar Gita Savitri Devi di kanal YouTube Analisa Channel.

(Putri Fatimah)

Berita terkait
Cara Menghitung Masa Subur pada Wanita yang Wajib Diketahui
Banyak yang belum tahu bagaimana caranya mengetahui masa subur pada wanita. Berikut cara menghitung masa subur wanita.
Penjelasan Mengenai Pria Transgender dan Kehamilan
Perawatan kesehatan transgender semakin diminati, termasuk peran mereka dalam konsepsi dan kehamilan.
Makanan Kaya Vitamin E Terbaik untuk Wanita Hamil
Tunjangan harian yang dianjurkan (AKG) vitamin E untuk ibu hamil adalah 770 mikrogram/hari.
0
Childfree! Wanita Berhak Memilih Jika Tak Ingin Punya Anak
Wanita yang memilih untuk tidak mempunyai seorang anak atau Childfree, masih dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia. Berikut ulasannya.