UNTUK INDONESIA
Cerita Prabowo Soal Gerindra yang Sempat Dihina
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku di awal kehadiran partainya tersebut ternyata sempat mengalami penghinaan.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: Instagram/prabowo)

Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku di awal kehadiran partainya tersebut ternyata sempat mengalami penghinaan. Bahkan, banyak kalangan yang meremehkan keberadaan partai yang dipimpinnya itu. 

Meski begitu, Prabowo merasa bangga dengan pencapaian partainya itu yang dianggapnya kini sudah sukses dibanding awal kehadirannya di Tanah Air. 

Dihadang bangkit, dijatuhkan bangkit, dikecewakan senyum, dihina malah kita tenang dan optimis selalu.

"Saya merasa bangga, boleh juga ya Gerindra ini, kalau saya lihat tampang-tampang kalian dari 12 tahun lalu kita diremehkan, dulu ada yang bilang apa itu Gerindra gerindri, ya kan. Tapi dengan semangat, rawe-rawe rantas malang-malang putung tidak mengenal menyerah, dengan semangat kegembiraan dengan optimisme, kita jalan terus," kata Prabowo dalam sambutan pada Kongres Luar Biasa di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu, 8 Agustus 2020. 

Dia mengapresiasi perjuangan para kader Gerindra yang hingga kini tetap setia. Baginya perjuangan Gerindra begitu luar biasa selama ini. "Dihadang bangkit, dijatuhkan bangkit, dikecewakan senyum, dihina malah kita tenang dan optimis selalu," ucap Prabowo. 

Dengan prestasi Gerindra sekarang ini, Prabowo berharap semua kader tidak merasa puas dan angkuh atau sombong. Sebab, visi-misi Gerindra ini hanya untuk memajukan Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Saya selalu mengajarkan bahwa partai Gerindra bukan terdiri dari politisi-politisi. Saya berharap dari awal kita belum jadi partai biasa, kalian tidak boleh jadi politisi biasa, kalian merebut kursi politik bener, harus, eksekutif, legislatif, untuk membuat perubahan demi perbaikan nasib rakyat, demi membangun kekuatan bangsa Indonesia, " tutur Menteri Pertahanan tersebut. 

Dikabarkan, Prabowo Subianto resmi menjabat kembali Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra periode 2020-2025. Keputusan itu diambil dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Hambalang, Jawa Barat pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

"Dengan mengucap alhamdulillah maka kekosongan partai hanya berlangsung dua menit dan pimpinan kita akan mengetuk palu berarti kita telah memiliki ketua umum dan ketua dewan pembina. Bismillah," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani selaku pimpinan sidang KLB Gerindra sambil mengetok palu, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Tak lama kemudian, Muzani mengucapkan selamat kepada Prabowo yang terpilih kembali memimpin Gerindra untuk lima tahun yang akan datang.

Untuk diketahui, Partai Gerindra berdiri pada tahun 2008. Ketua umum pertamanya adalah Suhardi, dan Prabowo menjadi ketua dewan pembina. Namun jabatan ketum diambil alih Prabowo setelah Suhardi meninggal dunia pada 2014.

Selama tiga kali Pilpres, Gerindra telah mengusung Prabowo sebagai kandidat calon presiden dan wakil presiden. Pada 2009, ia maju sebagai cawapres bersama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kemudian pada 2014 dan 2019, dia maju sebagai capres, namun selalu kalah menghadapi Joko Widodo.

Saat ini, Gerindra memiliki 78 kursi di DPR RI hasil pemilihan legislatif 2019. Dengan demikian, Gerindra mendapat peringkat ketiga setelah PDIP dan Golkar. Jumlah suara nasionalnya mencapai 17.596.839. []

Berita terkait
Prabowo Resmi Jabat Ketua Umum Gerindra Hingga 2025
Prabowo Subianto resmi menjabat kembali Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra periode 2020-2025.
Prabowo Copot Ketua DPRD Kabupaten Bekasi
Prabowo Subianto menggeser posisi Aria Dwi Nugraha dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Pesan Presiden Jokowi di Kongres Gerindra
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan melalui tayangan virtual yang ditampilkan dalam Kongres Partai Gerindra.
0
Ini Alasan Hotel Berusia 100 Tahun di Amerika Tutup
Hotel Roosevelt di New York yang telah beroperasi hampir 100 tahun akan tutup karena pandemi virus Corona.