UNTUK INDONESIA

Cerita Nelayan Bulukumba yang Dilaporkan Hilang saat Melaut

Cerita mencekam nelayan asal Kabupaten Bulukumba yang sempat hilang saat melaut.
Sri saat memeluk anaknya yang selamat saat melaut. (Foto: Tagar/Muh Afriansyah Lahia)

Bulukumba - Tiga nelayan asal Kelurahan Matekko, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang sebelumnya sempat dinyatakan hilang pada saat melaut akhirnya ditemukan selamat di perairan Jeneponto, Selasa 10 November 2020 kemarin.

Mereka masing-masing, Sudirman, 25 tahun, Suka, 30 tahun dan seorang bocah inisial RI, berusia 10 tahun. Para korban menggunakan dua kapal jenis jolloro. Suka dan RI bersama dalam satu kapal, sedangkan Sudirman hanya seorang diri.

Alhamdulillah kami diselamatkan oleh nelayan asal Takalar yang waktu itu sempat melintas.

Dari cerita Sudirman, dirinya beserta Suka dan RI sejak 9 November lalu sekitar pukul 19.00 Wita telah merencanakan untuk melaut mencari ikan. Namun, ia tidak mengetahui kondisi cuaca waktu itu.

"Saya tidak tahu menahu cuaca waktu itu," ucap Sudirman kepada Tagar, Rabu 11 November 2020.

Baca juga:

Kondisi air laut waktu itu, kata Sudirman sempat pasang. Bahkan angin kencang disertai hujan terjadi. Ironisnya, kapal jolloro digunakan olehnya memang mengalami kebocoran.

"Kalau kapal saya memang banyak bocornya, tapi waktu melaut memang ombak sangat tinggi kira-kira lima meter tingginya itu ombak," kata dia.

Ombak besar menghantam kapal jolloro milik Sudirman. Kapalnya pun dipenuhi air. Dirinya mengaku sempat kesulitan pada saat mengeluarkan air dalam kapalnya itu. Tak lama kemudian, kapal milik Suka bersama RI mengalami musibah yang sama.

"Karena kapal kami tak berjauhan, makanya kami saling menolong. Saat itu juga air di atas kapal saya berhasil saya keluarkan. hanya saja kapal Suka yang paling parah, kapalnya juga dihantam ombak setinggi 5 meter," beber Sudirman.

Singkat cerita, kapal yang digunakan Suka terjadi masalah pada mesin. Sudirman terpaksa menarik kapal milik Suka. Lalu kedua kapal nelayan ini kembali dihantam ombak.

"Saya tarik kapalnya Suka bermaksud untuk kembali ke daratan. Kemudian kapal kami kembali dihantam ombak, saya terpaksa melepas tali yang menarik kapal teman saya itu. Kapal kami sempat tenggelam," katanya lagi.

Beruntung saat itu kapal milik nelayan lain asal Galesong, Kabupaten Takalar melintas. Lalu menolong tiga nelayan asal Kabupaten Bulukumba ini.

"Alhamdulillah kami diselamatkan oleh nelayan asal Takalar yang waktu itu sempat melintas," sambungnya.

Di lokasi yang sama, ibu dari bocah inisial RI, Sri, usia 29 tahun tak kuasa menahan air matanya. Setelah melihat anak pertamanya itu selamat dari bahaya. Ia mengaku hampir menyesal ketika RI tak selamat.

Sri mengatakan dirinya tidak tahu menahu soal RI pergi untuk melaut bersama Suka. "Andaikan saya tahu kondisi mau seperti itu, tidak mungkin saya biarkan anak saya pergi melaut," kata Sri.

RI kata dia, memang kerap mencari uang. Setiap selesai melaut bersama nelayan lainnya, bocah 10 tahun ini diberi upah sesuai tangkapan.

"Tidak menentu kodong pendapatannya kalau dia pergi melaut bersama nelayan lain. Biasa kalau melaut pada saat RI libur sekolah," ujarnya. []

Berita terkait
Janji Politik Ala HM21 di Pilkada Bulukumba
Ini janji pasangan Andi Hamzah Pangki dan Andi Murniyati Makking (HM21) jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba.
Pemkab Bulukumba Sediakan Lahan Pembangunan Hotel di Bira
Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba menyiapkan lahan untuk pembangunan hotel di wisata Pantai Bira.
Kisah Pelarian Spesialis Curanmor Tertangkap di Bulukumba
Pelaku pencurian spesialis kendaraan bermotor di Kabupaten Bulukumba akhirnya tertangkap.
0
Telkomsel dan JakTent Hadirkan The NextDev Summit 2020
Telkomsel kembali menghadirkan The NextDev Summit 2020. Pada tahun kedua pelaksanaan ini, Telkomsel menggandeng Jak Tent.