Cara Pemkab Bantul Mengurangi Tingkat Kematian Ibu Hamil

Tingkat kematian Ibu di Kabupaten Bantul saat ini masih terhitung cukup tinggi. Alhasil Pemkab Bantul bentuk Kader Srikandi Sehat Bantul.
Peresmian Kader Srikandi Sehat Bantul Oleh Pjs Bupati Bantul, Budi Wibowo. (Tagar/Faya Lusaka)

Bantul - Tingkat kematian Ibu di Kabupaten Bantul saat ini masih terhitung cukup tinggi. Upaya dalam menanggulangi permasalahan tingginya tingkat kematian ibu ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul dengan membentuk Kader Srikandi Sehat Bantul.

Tahun 2020 tingkat kematian ibu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sebelumnya, angka kematian ibu ada sebanyak 13 kasus pada tahun 2019. 

Lalu mulai bulan Januari hingga pertengahan November 2020 tercatat sudah ada sebanyak 17 kasus. Hal ini membuktikan adanya peningkatan angka kematian ibu di Kabupaten Bantul pada tahun 2020.

Maka bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul meresmikan 225 Kader Srikandi Sehat Bantul yang tersebar di 75 desa yang ada di wilayah Kabupaten Bantul. 

Peresmian ini diselenggarakan di hall Husada, kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul. Peresmian Kader Sehat Bantul ini dilakukan langsung oleh Pjs Bupati Bantul, Budi Wibowo.

“Dengan adanya Kader Srikandi Sehat ini diharapkan mereka dapat membantu Dinas Kesehatan dalam mengurangi tingkat kematian ibu tinggi,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Rahardjo.

Peran Kader Srikandi Sehat dalam mengatasi tingkat kematian ibu di Kabupaten Bantul yaitu mengidentifikasi ibu hamil yang memiliki resiko tinggi, ibu hamil tidak memeriksakan kesehatan kandungan, serta ibu hamil yang membutuhkan pertolongan persalinan.

Faktor utama yang menjadi penyebab tingginya tingkat kematian ibu di Kabupaten Bantul tahun 2020 ini dikarenakan adanya wabah Covid-19 ini yang mengakibatkan pemeriksaan terhadap ibu hamil berkurang. Penyebab lain yaitu adanya ibu hamil yang datang dari luar kota sehingga tidak adanya rekam medis sebelumnya.

225 Kader Srikandi Sehat yang tersebar di 75 desa dengan setiap desa terdiri dari 3 kader yang bertugas akan membantu mendata ibu hamil, ibu nifas dan anak yang perlu mendapat pantuan melalui grup whats app.

“Kader Srikandi Sehat bertugas untuk memantau keberadaan ibu hamil, karena ibu hamil ini tidak hanya milik keluarga, akan tetapi milik masyarakat juga,” jelas Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Bantul, Karjiyem. []

Baca juga:

Berita terkait
Buruh Lepas Pemkab Bantul Bacok Pelajar, 1 Pelaku Buron
Seorang pekerja harian lepas Pemkab Bantul membacok dua orang, satu di antaranya pelajar. Satu pelaku masih buronan polisi.
Menengok Kegiatan Belajar di PKBM Mandiri Kabupaten Bantul
Kegiatan belajar non formal masih belum familiar, padahal banyak orang sukses dari model belajar ini. Lalu bagaimana dengan PKBM Mandiri Bantul?
Pria Asal Bantul Meninggal di Kamar Hotel Kota Yogyakarta
Pria asal Bantul ditemukan meninggal di kamar hotel di Kota Yogyakarta. Petugas hotel awalnya menduga korban tertidur pulas.
0
Politikus PDIP Jagokan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Politisi PDIP Effendi Simbolon menjagokan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI mengantikan Hadi Tjahjanto.