UNTUK INDONESIA
Cara Anak Ini Selamat dari Kebrutalan Kartel Narkoba
Seorang anak laki-laki selamat dalam penyerangan yang dilakukan kartel narkoba Meksiko. Ia kemudian berjalan 23 kilometer mencari bantuan.
Peti mati Dawna Ray Langford dan putranya, Trevor dan Rogan yang tewas di tangan kelompok kartel narkoba Meksiko, dibawa oleh anggota komunitas Mormon untuk disemayamkan. (Foto: Reuters|BBC News)

Jakarta - Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang selamat dari serangan brutal anggota kartel narkoba Meksiko, menyembunyikan enam saudara kandungnya di balik semak belukar. Setelah itu Devin Langford, nama anak laki-laki itu berjalan sepanjang 23 kilometer untuk mencari bantuan.

Sebelumnya diberitakan, sembilan warga Amerika Serikat (AS) yang terdiri dari tiga wanita, dan enam anak-anak tewas diberondong anggota kelompok kartel narkoba di Meksiko Utara. Para korban merupakan anggota keluarga LeBaron yang masuk komunitas Mormon - warga AS yang memutuskan untuk menetap di Meksiko mengikuti aliran Latter Day Saint (Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir) dalam jangka waktu yang sangat lama.

Menurut laporan media AS seperti diberitakan dari BBC News, Rabu, 6 November 2019, delapan anak selamat dari serangan itu, termasuk anak laki-laki yang berjalan jauh untuk mencari pertolongan. Sementara lima anak-anak menderita luka tembak.

Peristiwa bermula ketika warga AS komunitas Mormon yang terdiri dari tiga ibu dan 14 anak-anak berangkat bersama-sama dengan konvoi tiga mobil. Mereka berangkat dari Bavispe di negara bagian Sonora menuju negara bagian Chihuahua. Mereka pergi bersama-sama untuk faktor keamanan, seperti dikutip dari CNN.

Bayi berusia tujuh bulan selamat dari serangan brutal

Tak lama konvoi mobil itu berjalan, tiba-tiba mereka diserang oleh kelompok bersenjata di Bavispe. Devin Langford bersama ibunya Dawna Langford serta delapan orang berada dalam satu mobil. Serangan itu menewaskan ibu Devin, Dawna Langford dan kedua saudara laki-lakinya.

Devin melarikan diri bersama dengan enam anak laki-laki lainnya yang selamat. Mereka berlari sekencang-kencangnya dan kemudian bersumbunyi di balik semak-semak. Kerabatnya Kendra Lee Miller dalam halaman Facebooknya bercerita, setelah menyembunyikan enam saudaranya, berjalan sepanjang 23 kilometer yang ditempuhnya dalam waktu enam jam menuju La Mora.

Salah satu saudara perempuan Devin, McKenzie yang berusia sembilan tahun mencoba mencari kakaknya yang belum juga kembali. McKenzie berjalan selama empat jam dalam suasana gelap mencari kakaknya. Ia kemudian berhasil diselamatkan tim penyelamat.

Mobil Korban Kartel Narkoba
Salah satu mobil yang terbakar setelah diserang anggota kelompok kartel narkoba Meksiko.(Foto: BBC.COM)

Sementara itu, lima korban - Rhonta Maria Miller berusia 30 tahun, bayi berusia dua bulan Tifus dan Tiana, Howard Jr 12 tahun, serta Krystal usia 10 tahun ditemukan tewas setelah mobil mereka menjadi sasaran kelompok brutal. Mobil mereka terbakar dan meledak.

Korban lain yang tewas, Christina Langford berusia 31 tahun. Langford sempat keluar dari mobil dan memohon agar jangan ditembak. Tanpa ada rasa belas kasihan, anggota kelompok kartel dengan tangan dingin menembak Langford hingga tewas. Bayi Langford yang baru berusia tujuh bulan, Faith Langford selamat dari serangan membabi buta. Ia ditemukan di lantai mobil masih di kursi bayi.

Setelah Devin berhasil diselamatkan, para tim penyelamast bermaksud untuk pergi ke TKP penembakan. Namun mereka akhirnya memutuskan untuk menunggu bantuan yang lebih besar lagi. Mereka sadar kalau pergi hanya akan menyerahkan nyawa saja karena masih terjadi baku tembak. Para korban yang terluka segera mendapat bantuan medis, setelah itu mereka diterbangkan ke Phoenix, Amerika Serikat. Polisi Meksiko berhasil menangkap beberapa anggota kartel yang diduga terlibat penyerangan.

Negara bagian Sonora di Meksiko Utara merupakan wilayah yang menjadi rebutan dua kelompok kartel narkoba, La Line dengan Los Chapos. La Linea memiliki hubungan dengan kartel Juarez yang lebih besar, sementara Los Chapos merupakan bagian dari kartel Sinola.

Presiden Donald Trump dalam cuitannya menyebutkan keluarga ini menjadi korban, terjebak di antara dua kartel narkoba yang kejam. CNN melaporkan, AS menawarkan bantuan kepada pemerintah Meksiko untuk memerangi kekerasan gembong kartel. FBI menawarkan bantuan untuk melakukan penyelidikan penyerangan yang dilakukan kelompok kartel narkoba terhadap warga AS.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador nmenampik bantuan yang ditawarkan pihak AS. Ia mengatakan Meksiko akan mengejar dan menumpas gembong kartel berdasarkan kedaulatan negara.


Berita terkait
Satu Keluarga Tewas Korban Kartel Narkoba Meksiko
Satu keluarga asal Amerika Serikat (AS) menjadi korban keganasan kartel narkoba Meksiko. Mereka korban salah sasaran yang dikira kelompok kartel
Gawat! Meksiko Berbahaya Buat Pers, 111 Wartawan Tewas
Selama 17 tahun, 111 wartawan tewas sejak tahun 2008 di Meksiko. Lebih dari sepertiganya berada di bawah pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto.
16 Wartawan Tewas Dibunuh, Pelaku Ditangkap Polisi Meksiko
16 wartawan terbunuh di Meksiko dalam tiga tahun terakhir, dan 43 orang sejak 1992, membuat Meksiko salah satu negara paling berbahaya bagi wartawan.
0
Pemprov Jakarta Klaim Masyarakat Setuju JPO Terbuka
Pemerintah provinsi DKI Jakarta mengklaim konsep JPO terbuka dan tanpa atap di Jalan Jenderal Sudirman disetujui oleh mayoritas masyarakat.