UNTUK INDONESIA
Gawat! Meksiko Berbahaya Buat Pers, 111 Wartawan Tewas
Selama 17 tahun, 111 wartawan tewas sejak tahun 2008 di Meksiko. Lebih dari sepertiganya berada di bawah pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto.
Selama 17 tahun belakangan, 111 wartawan tewas sejak tahun 2008 di Meksiko. Lebih dari sepertiga di antaranya berada di bawah pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto. Wartawan juga terus mendapati bentuk kekerasan lainnya.(Foto/Ilustrasi:samaa.tv)

Mexico City, (Tagar 24/11/2017)  - Selama 17 tahun belakangan, 111 wartawan tewas sejak tahun 2008 di Meksiko. Lebih dari sepertiga di antaranya berada di bawah pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto. Wartawan juga terus mendapati bentuk kekerasan lainnya.

Meksiko merupakan salah satu negara yang paling berbahaya di dunia bagi para reporter. David Kaye, pelapor khusus PBB terkait kebebasan ekspresi, dan Edison Lanza yang menduduki posisi yang sama di Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika, akan segera berkunjung ke Meksiko dari tanggal 27 Nopember hingga 4 Desember, setelah mendapat undangan dari pemerintah Meksiko.

"Kunjungan ini terkait krisis terhadap pers yang sedang terjadi di Meksiko, peningkatan dalam tindak kekerasan," kata Leopoldo Maldonado, petugas perlindungan dan pembelaan pada Pasal 19 di Meksiko, kelompok advokasi kebebasan berekspresi.

Kunjungan PBB ini bertujuan untuk melihat lebih jauh tentang gelombang kekerasan terburuk dalam sejarah terhadap dunia pers di Meksiko. Bahkan,  Belakangan ini, setidak-tidaknya 11 wartawan tewas pada tahun 2017.

Pada Juni lalu, pegiat, pengacara hak asasi manusia dan wartawan mengajukan tuntutan pidana, setelah para ahli menemukan bahwa telepon pintar mereka telah disadap dengan perangkat mata- mata canggih. (ant/wwn)

Berita terkait
0
30 Provinsi dan 13 Negara Peserta Ijtima Ulama Gowa
Ijtima Ulama Dunia 2020 atau Ijtima Ulama Zona Asia menjadi salah satu klaster penyumbang penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia.