UNTUK INDONESIA
Satu Keluarga Tewas Korban Kartel Narkoba Meksiko
Satu keluarga asal Amerika Serikat (AS) menjadi korban keganasan kartel narkoba Meksiko. Mereka korban salah sasaran yang dikira kelompok kartel
Satu keluarga, yang terdiri dari iga wanita, dan enam anak-anak tewas diberondong kelompok kartel narkoba di Meksiko Utara. (Foto: BBC News)

Jakarta - Sembilan warga Amerika Serikat (S) yang terdiri dari tiga wanita, dan enam anak-anak tewas diberondong kelompok kartel narkoba di Meksiko Utara. Para korban merupakan anggota keluarga LeBaron yang masuk komunitas Mormon - warga AS yang memutuskan untuk menetap di Meksiko mengikuti aliran Latter Day Saint (Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir) dalam jangka waktu yang sangat lama.

Satu keluarga ini dihabisi oleh kelompok kartel narkoba ketika mereka sedang bepergian dengan berkonvoi kendaraan. Kementerian Keamanan Meksiko menyatakan mereka menjadi korban salah sasaran, yang dikira bagian dari kelompok kartel lain.

Seorang kerabat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada CNN, komunitas Mormon yang terdiri dari tiga ibu dan 14 anak berangkat bersama-sama dengan konvoi tiga mobil. Mereka berangkat dari Bavispe di negara bagian Sonora menuju negara bagian Chihuahua. Mereka pergi bersama-sama untuk faktor keamanan. Namun insiden penyerangan terjadi juga dan menimpa keluarga LeBaron.

Amerika menawarkan Meksiko untuk membantu memerangi gembong kartel narkoba

Mobil SUV yang dikendarai keluarga LeBaron terbakar, yang berhasil ditemukan petugas di sisi jalan. Sebuah laporan menyebutkan bahwa anggota rombongan lain ada yang tertembak ketika mereka mencoba melarikan diri.

Seperti diberitakan dari BBC News, 6 November 2019, negara bagian Sonora di Meksiko Utara merupakan wilayah yang menjadi rebutan dua kelompok kartel narkoba, La Line dengan Los Chapos. La Linea memiliki hubungan dengan kartel Juarez yang lebih besar, sementara Los Chapos merupakan bagian dari kartel Sinola. Presiden Donald Trump dalam cuitannya menyebutkan keluarga ini menjadi korban, terjebak di antara dua kartel narkoba yang kejam.

CNN melaporkan, AS menawarkan bantuan kepada pemerintah Meksiko untuk memerangi kekerasan gembong kartel. FBI menawarkan bantuan untuk melakukan penyelidikan penyerangan yang dilakukan kelompok kartel narkoba terhadap warga AS.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador nmenampik bantuan yang ditawarkan pihak AS. Ia mengatakan Meksiko akan mengejar dan menumpas gembong kartel berdasarkan kedaulatan negara. Sementara itu kerabat korban Alex LeBaron mengatakan kepada CNN, seluruh mayat sudah dikembalikan ke pihak keluarga.

Berita terkait
16 Wartawan Tewas Dibunuh, Pelaku Ditangkap Polisi Meksiko
16 wartawan terbunuh di Meksiko dalam tiga tahun terakhir, dan 43 orang sejak 1992, membuat Meksiko salah satu negara paling berbahaya bagi wartawan.
Gawat! Meksiko Berbahaya Buat Pers, 111 Wartawan Tewas
Selama 17 tahun, 111 wartawan tewas sejak tahun 2008 di Meksiko. Lebih dari sepertiganya berada di bawah pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto.
Bus Wisata Terguling di Meksiko, 12 Tewas dan 18 Luka
Dua belas orang tewas dan 18 lagi terluka di Meksiko, akibat bus wisata kehilangan kendali dan terguling menuju reruntuhan bangunan kuno.
0
Jokowi Cemburu PKS-NasDem, Mardani: Selesaikan BPJS
Respons Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera ketika Jokowi mengatakan cemburu PKS dekat dengan NasDem.