UNTUK INDONESIA
Camping Wisata Malino Gowa, di Tengah Pendemi Covid
Beredarnya video viral pengunjung melakukan camping di kawasan wisata hutan Pinus Malino. Ini kata Kapolsek Tinggimoncong.
Wisata hutan Pinus Malino sudah ramai dikunjungi warga. (Foto: Tagar/Rio Anthony)

Gowa - Beredarnya video viral pengunjung melakukan camping di kawasan wisata hutan Pinus Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa membuat Pemerintah Daerah angkat bicara.

Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Hasan Fadly mengatakan, penumpukan di taman bunga hutan pinus di karenakan lokasi camping yang ada di Hutan Lembanna belum dibuka.

Hasil rapat kemarin, yakni tidak ada lagi lokasi camping di kawasan Hutan Pinus.

"Karena akses ke lokasi camping buat wisatawan yang pencinta camping dan pendakian gunung belum dibuka, sehingga terjadi titik kumpul di taman bunga hutan pinus untuk camping, dimana taman bunga tersebut belum masuk dalam pengelolaan dinas pariwisata atau pemerintah," kata Iptu Hasan saat dikonfirmasi Tagar Senin 22 Juni 2020.

Hasan juga mengatakan, membludaknya pengunjung di kawasan wisata Malino dikarenakan masyarakat yang memanfaatkan Sabtu-Minggu untuk liburan. Sehingga pihak kepolisian langsung mengambil langkah pencegahan penularan Covid-19 sesuai protokol kesehatan.

"Langkah-langkah kepolisian sudah sangat maksimal dalam pencegahan Covid-19, baik memberikan imbauan serta menempatkan personil Polri di titik-titik keramaian dan melakukan penyekatan di pintu gerbang serta mewajibkan mengenakan masker sebelum memasuki kawasan wisata Malino," tutur Hasan.

Berdasarkan hasil rapat bersama tripika kecamatan pada Minggu 21 Juni 2020 sore, pengelolaan hutan Pinus yang ada di Malino tidak menyiapkan lagi lokasi camping, dan hanya dapat diakses sebagai tempat kunjungan untuk ber swafoto atau sekadar melepas lelah  menikmati pemandangan hutan pinus.

"Hasil rapat kemarin, yakni tidak ada lagi lokasi camping di kawasan Hutan Pinus, melainkan hanya bisa dikunjungi wisatawan yang hendak ber swafoto atau mengabadikan keindahan Malino. Namun kami tetap menunggu apa yang menjadi petunjuk pemerintah Kabupaten Gowa, dalam waktu dekat juga akan di pasang beberapa titik spanduk imbauan di larang camping," jelas Iptu Hasan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa, Ratnawati mengatakan, Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa tidak pernah sama sekali memberi izin untuk membuka usaha pariwisata apapun sejak terbukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bersejarah itu. Alasannya keputusan itu merupakan petunjuk Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

"Kemarin itu, video yang beredar mungkin tempat-tempat wisata atau destinasi wisata yang bukan kewenangannya Pemda Gowa. Seperti itu yang kami lihat di Hutan Pinus, jadi bukan kewenangan Pemda Gowa itu, yang kami kelola itu hutan wisata pinus bukan hutan pinus yang dimaksud," katanya.

Dia menambahkan, pada saat rapat Coffee Morning secara virtual melalui aplikasi zoom converence, menyimpulkan, hampir 90 persen pengunjung wisata Malino Minggu kemarin bukan masyarakat Kabupaten Gowa.

"Jadi mungkin orang luar yang mau berwisata, karena saya yakin kalau masyarakat Gowa itu sudah tahu konsekuensinya. Apalagi penyebaran Covid-19 masih dalam proses penanganan. Jadi Pemda Gowa itu sudah menegaskan, melalui instruksi pak Bupati sampai sekarang belum memberikan izin untuk membuka tempat wisata," kata dia.

Tapi lanjutnya, kenyataannya ada beberapa pengusaha yang kemungkinan membuka tanpa sepengetahuan Pemda Gowa melalui Dinas Parawisata. Meski begitu dia menegaskan bahwa ada konsekuensi bagi pelaku usaha yang bergerak dibidang wisata jika membuka tanpa seizin Pemda.

"Jadi kami sudah sampaikan ke pak Bupati, dan beliau mengatakan bahwa masih menunggu hasil rapat bersama Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan," ungkapnya. []

Berita terkait
Wisata Malino Gowa Mulai Menyesuaikan New Normal
Wisata alam Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mulai menyesuaikan masa transisi pandemi Covid-19
Foto Liburan di Malino Saat Hujan
Menghabiskan libur akhir tahun di kawasan hutan pinus Malino. Mereka bersemangat meski badan terkena air hujan. Lihat foto-fotonya.
Berkunjung ke Gowa, Jangan Lupa Icip Cendol Khas Malino
Bagi anda yang ingin berwisata ke Malino Gowa, jangan lupa mencicipi es Cendol, rasanya enak karena dibuat dari beras khas Malino.
0
Camping Wisata Malino Gowa, di Tengah Pendemi Covid
Beredarnya video viral pengunjung melakukan camping di kawasan wisata hutan Pinus Malino. Ini kata Kapolsek Tinggimoncong.