Buaya Putih Jejadian Penjaga Danau Cibeureum Bekasi

Warga di sekitar Danau Cibeureum di Bekasi meyakini bahwa danau itu angker dan mempunyai penunggu berwujud buaya putih. Begini cerita warga.
Suasana di Danau Cibeureum, Bekasi, yang dipenuhi oleh tanaman eceng gondok dan terkesan jorok serta tidak terawat. (Foto: Tagar/Anita Nur Ayu)

Bekasi – Tumbuhan eceng gondok menutupi air di sejumlah titik Danau Situ Cibeureum siang itu, Jumat, 27 November 2020. Sebagian bergoyang-goyang tertiup angin di tepi danau, sebagian lainnya berada di tengah danau, memberi kesan sedikit jorok dan kotor.

Hanya beberapa meter dari rumpun eceng gondok, masih di tepi danau itu, sejumlah potongan-potongan bambu menguatkan kesan kotor dan tidak terawat. Ditambah lagi dengan adanya pohon di tepi danau yang sudah nyaris tumbang. Sebagian daun dan rantingnya bahkan hampir menyentuh air danau.

Tidak jauh dari situ, terdapat beberapa gubuk lusuh yang kondisinya hampir sama tak terawatnya dengan keadaan danau. Di belakang salah satu gubuk, sebatang dahan pohon kering yang tak lagi berdaun,seperti mencoba bertahan agar tak tercebur ke danau. Posisinya miring dan terlihat hampir jatuh.

Sejumlah gubuk lain yang ada di kawasan itu tampak sedikit lebih bersih dan terawat. Warga setempat menjadikannya sebagai tempat menjual makanan dan minuman ringan. Letaknya cukup dekat dengan jalan setapak dan puluhan pohon perindang yang tampaknya sengaja ditanam.

Pohon-pohon itu cukup membantu menyejukkan suasana saat matahari bersinar cukup terik di situ, di danau yang terletak antara Desa Lambang Sari dan Desa Lambang Jaya, Bekasi.

Spot Memancing Favorit Warga

Untuk sampai di Danau Situ Cibeureum, pengunjung harus masuk melalui perumahan elit Grand Wisata. Sebab letak danau ini berada tepat di belakang perumahan itu. Jalur masuknya pun hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, karena hanya berupa celah kecil di antara dinding beton pembatas perumahan.

Cerita Danau Cibeureum (2)Dua pengunjung sedang menghabiskan waktu di salah satu gubuk yang ada di pinggir Danau Cibeureum, Bekasi, Jumat, 27 November 2020. (Foto: Tagar/Anita Nur Ayu)

Meski lokasinya terkesan tersembunyi, tetapi danau itu menjadi salah satu lokasi memancing favorit bagi warga sekitar. Seperti siang itu, sejumlah pemancing juga terlihat duduk di bawah jembatan. Di danau itu mereka sering mendapatkan berbagai jenis ikan air tawar, seperti mujair, gabus, tawes, keting, dan sebagainya. Bahkan tak jarang warga mencari ikan dengan menjala.

Selain menjadi tempat mencari ikan, kawasan Danau Situ Cibereum yang dulu luasnya mencapai 38 hektar ini juga digunakan oleh warga untuk mencari kangkung.

Saat ini luasan Danau Cibeureum jauh berkurang, yakni kurang lebih tinggal dua hektare. Hal itu terjadi sejak tahun 1990, saat pembangunan perumahan di sekitar kawasan danau.

Seorang perempuan terlihat menikmati sejuknya embusan angin sepoi-sepoi di tepi danau, siang itu. Rachel nama perempuan itu. Dia duduk santai di balai bambu yang terletak di ujung danau.

Rachel mengaku tinggal tidak jauh dari Danau Situ Cibeureum, dan hari itu bukan kali pertama dia mengunjungi danau untuk bersantai menghabiskan waktu. Menurutnya, dia sudah beberapa kali ke tempat itu. Tetapi beberapa tahun lalu kondisi danau masih cukup terawat dan bersih.

Terakhir ke sini tiga tahun lalu. Dulu danaunya masih bagus, ada bebek-bebekan juga.

Rachel yang sudah cukup lama tidak berkunjung dan menikmati suasana di tepi Danau Cibeureum, mengaku kaget melihat kondisi saat ini.

“Ke sini karena habis beli jajan di depan, sekalian lewat sambil duduk bentar,” katanya sambil melihat pemandangan dan mengeluarkan makanan yang baru dibelinya.

Rachel berharap agar Danau Cibereum lebih dirawat serta dilirik oleh pemerintah, karena saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Padahal, menurutnya danau itu mempunyai potensi menjadi tempat wisata dan pembangunan ekonomi warga sekitar.

Saat ini sejumlah fasilitas memang masih tersedia di kawasan danau itu, seperti saung bambu, warung makan, kios souvenir, tempat parkir, musholla juga toilet umum, namun kondisinya juga kurang terawat.

Bahkan salah satu daya tarik yang dulu ada di kawasan itu, yakni gundukan tanah yang biasa digunakan oleh para pengunjung yang merupakan pecinta olahraga motor trail untuk berlatih, saat ini sudah tidak ada. Gundukan itu sudah diratakan untuk perluasan perumahan.

Danau yang sempat menjadi salah satu tempat wisata ini, kini tidak seramai dulu lagi. Terlebih setelah jalur masuk ke kawasan danau diubah oleh pengembang perumahan. Bahkan sejumlah pedagang kaki lima yang dulu banyak terdapat di kawasan danau pun ikut pindah karena kurangnya pengunjung. Sehingga beberapa balai-balai dan gubuk di situ dibiarkan kosong.

Buaya Putih Penunggu Danau

Sapar, penjaga parkir di kawasan Danau Situ Cibeureum, menjelaskan, meski saat ini masih ada sejumlah pedagang makanan yang menempati sejumlah balai-balai dan gubuk, tetapi mereka hanya merawat dan membersihkan tempat yang mereka gunakan. Sedangkan yang lainnya dibiarkan terbengkelai dan tidak dibersihkan.

Cerita Danau Cibeureum (3)Jalan setapak yang sudah berupa paving blok dan sebagian gubuk di area Danau Cibeureum, Bekasi, yang masih terawat. Warga sekitar meyakini bahwa danau ini dijaga oleh seekor buaya putih jejadian. (Foto: Tagar/Anita Nur Ayu)

Kondisi danau yang sunyi semakin terasa saat malam tiba. Para pedagang di tempat itu biasanya mengemasi barang-barang mereka dan menutup lapaknya sebelum matahari tenggelam.

Kata Sapar, salah satu penyebabnya adalah kepercayaan yang masih diyakini oleh mereka bahwa danau ini cukup angker dan dijaga oleh sosok buaya putih jejadian. Menurutnya, banyak yang mengaku pernah melihat penampakan buaya putih di Danau Situ Cibeureum itu. Bahkan, beberapa kali danau itu memakan korban jiwa, termasuk tenggelamnya seorang warga yang sedang menebar jala.

“Banyak yang ngeliat (buaya putih), udah dari lama. Dia mah yang punya danau,” kata Sapar, sambil menyatakan bahwa dirinya juga memercayai keberadaan buaya putih itu.

Peristiwa terakhir terjadi pada tahun 2019. Saat itu ada seorang santri dari salah satu pondok pesantren yang sedang mencari ikan di danau. Tapi tiba-tiba anak itu tenggelam, dan ditemukan dalam kondisi meninggal.

“Terakhir tahun 2019, ada anak pesantren tenggelam di danau pas nyari ikan, terus jadinya makin sepi. Orang-orang jadi pada takut,” kata Sapar melanjutkan ceritanya.

Walaupun sebagian warga sekitar Danau Situ Cibeureum memercayai legenda buaya putih itu, dan membuat mereka takut berkunjung, tidak berarti hal itu juga diyakini oleh orang yang datang dari jauh. Hal itu bisa dilihat dari cukup banyaknya pesepeda yang mengunjungi lokasi Danau Situ Cibeureum pada setiap hari Minggu pagi.

Para pesepeda itu biasanya datang untuk menikmati suasana pagi di tepi danau sambil meminum es kelapa muda yang dijual di situ. Mereka bukan hanya datang dari Bekasi saja, tetapi juga dari daerah lain di sekitarnya. []

(Anita Nur Ayu)

Berita terkait
Sepinya Air Terjun Giriwangi Cilacap dan Cerita Sosok Hitam
Curug atau air terjun Giriwangi di Cilacap sempat populer beberapa tahun lalu, namun perlahan pamornya meredup. Ini cerita warga soal penunggunya.
Pedagang Sosis Pedas di Bekasi Beromzet Jutaan Rupiah
Pedagang sosis pedas lezat (Sopel) di Bekasi bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah setiap pekan. Uniknya, para pedagang berkumpul di satu gang.
Cerita Pengayuh Becak di Tangerang Ingin Jadi Ojek Online
Sejumlah pengayuh becak di Tangerang menceritakan suka duka mereka dalam bertahan hidup, termasuk di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.