BNN RI Harapkan Peserta Seleksi Miliki Terobosan Kreatif

Kepala BNN menekankan pentingnya penilaian ide atau terobosan peserta seleksi yang perlu dipedomani oleh jajarannya maupun Pansel eksternal.
Kepala BNN RI, Petrus Reinhard Golose menggelar rapat bersama dengan anggota Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Inspektur Utama dan Deputi Rehabilitasi BNN tahun 2021. (Foto:Tagar/BNN)

Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Petrus Reinhard Golose menggelar rapat bersama dengan anggota Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Inspektur Utama dan Deputi Rehabilitasi BNN tahun 2021. Dalam rapat ini, Kepala BNN menyampaikan hal-hal penting yang perlu dipedomani baik oleh jajarannya maupun para anggota Panitia Seleksi (Pansel) dari eksternal. 

Kepala BNN RI, menekankan pentingnya penilaian terhadap ide atau terobosan yang dimiliki oleh para peserta seleksi. Sebab, mereka akan diuji dengan sangat ketat untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan juga kapabilitasnya.

Harapan kami, ada kolaborasi yang strategis dan komprehensif, untuk koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang spesifik khususnya untuk melakukan intervensi rehabilitasi sosial.

Selain itu, Kepala BNN juga meminta agar para peserta dapat digali bukan hanya dari sisi leadership saja, tetapi juga dari aspek lainnya sehingga roda organisasi dapat berjalan dengan baik. Kepala BNN menegaskan, dirinya berharap seleksi ini dapat menghasilkan Deputi Rehabilitasi dan Inspektur Utama BNN RI yang handal.

Terkait permintaan Kepala BNN, Beberapa anggota Pansel menyatakan kesiapannya untuk mendukung proses seleksi. Salah seorang anggota pansel Harry Hikmat selaku Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos mengucapkan terima kasih atas kepercayaan BNN untuk melibatkan dirinya dalam proses seleksi Deputi Rehabilitasi tahun ini. 

Dalam kesempatan itu, Harry menyampaikan harapan Mensos, agar ke depan, siapapun Deputi Rehabilitasi yang terpilih bisa bisa terus membina kerja sama dengan Kemensos terutama dengan Direktorat Jenderal Rehabsos.

“Harapan kami, ada kolaborasi yang strategis dan komprehensif, untuk koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang spesifik khususnya untuk melakukan intervensi rehabilitasi sosial,” ungkapnya Senin, 8 Maret 2021.

Hal yang serupa disampaikan Murti Utami, selaku Inspektur Jenderal Kemenkes. Dia  mengungkapkan kesiapannya untuk menjadi bagian dari pansel kali ini. Pada dasarnya ia akan mengikuti semua aturan yang sudah ditetapkan oleh BNN. Ia juga tidak mengalami kendala di kala pandemi seperti ini karena masih bisa melakukan tugas ini secara daring dengan baik.

Sebagai informasi, para peserta yang lolos administrasi kini telah memasuki serangkaian tahapan. Pada akhir proses seleksi, para peserta akan dinilai sesuai dengan persentase yang ditetapkan yaitu antara lain: hasil Assessment Center sebanyak 25%, rekam jejak sebanyak 20%, makalah atau presentasi sebanyak 20% dan wawancara akhir sebanyak 35%. []

Berita terkait
Ikatan Motor Indonesia Siap Dukung BNN Perang Lawan Narkoba
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia Bambang Soesatyo mengatakan bahwa pihaknya siap melawan Narkoba.
Rehabilitasi BNN Gratis, Efektif, Efisien, dan Tidak Sulit
Deputi Rehabilitasi BNN RI, dr. Budiyono, MARS menegaskan bahwa rehabilitasi di BNN gratis, efektif, efisien dan tidak sulit.
BNN Jateng Sita Aset Rp 606 Juta Bandar Narkoba Banyumas
BNN Jateng mengungkap TPPU yang dilakukan bandar narkoba Banyumas. Aset senilai Rp 606,5 juta hasil penjualan narkotika disita.
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.