UNTUK INDONESIA
BJ Habibie Dimakamkan di Kaveling 114 di Samping Ainun
Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dalam usia 83 tahun.
Situasi Taman Makam Pahlawan Kalibata tampak masih sepi, Jakarta, Rabu, 11 September 2019 (Foto: Tagar/Yaqin)

Jakarta - Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dalam usia 83 tahun. Habibie meninggal di RSPAD, Gatot Subroto, Jakarta pada pukul 18.05, Rabu, 11 September 2019.

Kabar duka ini disampaikan oleh putra keduanya, Thareeq Habibie. 

BJ Habibie pernah berwasiat ingin sekali dimakamkan di sebelah pusara istrinya Hasri Ainun yang telah mendahuli meninggal dunia, yakni pada 22 Mei 2010.

Masih sepi, belum ada intruksi. Besok pagi aja ke sini lagi

Ainun dimakamkan di Kaveling M Nomor 113 Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata. Habibie kemungkinan akan dimakamkan di Kaveling M Nomor 114. 

Namun, saat ini situasi TMPN Kalibata belum ada kegiatan persiapan untuk pemakaman mantan orang nomor satu di Indonesia itu.

"Masih sepi, belum ada intruksi. Besok pagi aja ke sini lagi," kata pihak keamanan TMPN Kalibata Sapto, saat ditemui di pos kemanan, Jakarta, Rabu, 11 September 2019.

Diketahui, BJ Habibie dirawat sejak 1 September 2019. Bapak Teknologi Indonesia itu terpaksa menjalani perawatan di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat setelah mengalami kelelahan. []

Berita terkait
Habibie Meninggal, Bendera Setengah Tiang 12-14 September
Pemerintah menyatakan masa berkabung selama tiga hari atas wafatnya Presiden ke-3 Republik Indonesia B.J. Habibie.
Jokowi Kenang BJ Habibie Sumber Solusi Persoalan Negara
Kenangan Presiden Jokowi kerap mendapatkan input terkait persoalan negara dari Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie.
Doa Tjahjo Kumolo untuk BJ Habibie
Menteri Dalam Negeri Tjahjo menilai BJ Habibie adalah sosok teknokrat kelas dunia dan negarawan dan menjadi tokoh kebanggaan Indonesia.
0
Satpol PP Solo Copot Spanduk Dukungan untuk Gibran
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Surakarta mencopoti spanduk bertuliskan dukungan terhadap Gibran Rakabuming. Ini penyebabnya