Bisnis Restoran Amerika Harapkan Masa Depan yang Lebih Baik

Kini sebagian besar restoran di kawasan itu telah diizinkan dibuka kembali dengan kapasitas 50%, pemilik restoran berharap lebih baik di masa depan
Suasana layanan makan di luar ruang restoran China Live, San Francisco, California, AS (Foto: voaindonesia.com - Facebook/ChinaLive)

Jakarta – Industri restoran menjadi salah satu sektor yang terpukul parah selama pandemi virus corona (Covid-19), termasuk yang berada di Kawasan Teluk San Francisco, California, Amerika Serikat (AS). Kini sebagian besar restoran di kawasan itu telah diizinkan dibuka kembali dengan kapasitas 50%. Para pemilik usaha restoran berharap keadaan menjadi lebih baik di masa depan.

Di AS, kawasan Teluk San Fransisco merupakan salah satu area pertama yang warganya mendapat perintah untuk tinggal di rumah tahun lalu. Namun, kini daerah itu memiliki tingkat infeksi Covid-19 terendah di Amerika dan kebanyakan restoran di daerah itu telah diperbolehkan buka kembali dengan kapasitas 50%.

george chenGeorge Chen, pemilik China Live, San Francisco, California, AS, 11 Mei 2021 (Foto: voaindonesia.com - Facebook/ChinaLive)

China Live merupakan salah satu restoran Cina terbesar di kawasan Pecinan di San Francisco. Restoran itu mampu bertahan melewati masa-masa sulit dengan caranya sendiri dan kini menantikan masa depan yang lebih baik.

George Chen, pendiri dan direktur restoran China Live, mengenang pengalamannya tahun lalu. "Pembatasan kapasitas 50 persen dimulai tanggal 16 Maret tahun lalu ketika restriksi tinggal di rumah diberlakukan. Saya belum pernah mengalami hal seperti itu. Kami telah melalui resesi hebat, runtuhnya perusahaan-perusahaan internet (dot.com bust), wabah SARS, flu burung, dan lainnya, namun belum pernah mendapat perintah untuk tutup. Pada waktu itu, kami merupakan salah satu restoran berpenghasilan terbesar di Amerika. Bisnis kami sangat sibuk dengan jumlah karyawan lebih dari 200 orang," ujr Chen mengenang restriksi tahun lalu.

Chen, menambahkan, ia harus merumahkan karyawannya untuk sementara dan mem-PHK sebagian karyawannya tahun lalu karena tidak adanya kepastian. Ia juga seringkali tidak bisa tidur di malam hari. Katanya, jika kehabisan uang kontan, ia tidak bisa membayar karyawan dan penyuplai, pilihan pun tertutup.

Lebih lanjut Chen juga mengatakan, bahwa dia berupaya keras untuk beradaptasi terhadap situasi tersebut dan menjaga agar bisnisnya tetap berjalan

makan malamMakan malam "di bawah lampu" di luar restoran ChinaLive, San Francisco, California, AS (Foto: voaindonesia.com - Facebook/ChinaLive)

Tidak ada orang yang akan keluar rumah kecuali jika mereka merasa aman. Jika tidak aman, mereka tidak akan keluar rumah. Jadi, menurut Chen mereka tahu, itulah yang utama. Jadi mereka harus mengikuti seluruh protokol kesehatan yang dikeluarkan CDC (Centers for Disease Control and Prevention - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit). “Kami memiliki robot yang dapat mengukur suhu tubuh Anda sekaligus melakukan pengenalan wajah," ujar Chen.

Dengan membaiknya situasi pandemi Covid-19 secara bertahap di kota itu, Chen mengatakan dia memiliki harapan yang lebih besar bisnisnya kembali normal (lj/uh)/Associated Press/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Restoran di Amerika Kehabisan Saus Tomat di Masa Pandemi
Pandemi virus corona membuat salah satu bumbu paling populer di Amerika Serikat (AS) sekarang tidak lagi banyak tersedia
0
Dugaan Penipuan Jumlah Tes Covid-19 di Jerman
Dugaan penipuan jumlah tes Covid-19 di Jerman meningkat, otoritas keseharan Jerman membahas mekanisme kontrol jumlah tes